Di San Mames, yang disebut juga ”Katedral”, Spurs dan MU memburu trofi Liga Europa demi menyelamatkan musim buruk. Kedua tim memiliki bekal tersendiri untuk menang.
20 Mei 2025 16:12 WIB · Olahraga
BILBAO, SELASA — Stadion San Mames, lokasi final Liga Europa 2025, seperti sudah ditakdirkan untuk menyambut dua tim ”penuh dosa” selama musim 2024-2025. Tottenham Hotspur dan Manchester United berjuang untuk menebus performa paling buruk mereka dengan mengangkat trofi kompetisi Eropa dalam laga final, Kamis (22/5/2025) pukul 02.00 WIB.
Dilihat dari namanya, Stadion San Mames adalah satu-satunya arena sepak bola di Eropa yang menggunakan nama dari seorang santo Kristen. Ia adalah Santo Mammes yang dikenal sebagai sosok kudus asal Kaiserea, Turki, yang hidup pada abad ketiga.
Seperti Santo Mammes, yang hidup penuh penderitaan karena keteguhannya menjaga iman, Spurs dan MU menjalani laga-laga penuh hasil buruk di kompetisi domestik Inggris. Mereka duduk masing-masing di peringkat ke-17 dan ke-16. Posisi itu adalah capaian terburuk mereka di era Liga Primer Inggris.
Meskipun berdarah-darah di Inggris, keduanya meraih perjalanan yang mulus di Liga Europa. Lolos ke fase gugur dengan menduduki zona empat besar, Spurs dan MU mampu menaklukkan lawan-lawan mereka demi menembus partai puncak. Performa di Liga Europa itu pun mereka capai dengan mengorbankan cacian dan makian dari publik sepak bola Inggris, bahkan dunia.
Stadion San Mames juga memiliki sebutan ”Katedral” bagi suporter Athletic Bilbao, pemilik arena, serta mayoritas pencinta sepak bola Spanyol. Tak ayal, yel-yel dan nyanyian masing-masing sekitar 15.000 suporter Spurs dan MU bak untaian doa bagi penampilan pemain tim favorit mereka pada laga perebutan trofi Liga Europa. Tentu, katedral merupakan tempat terbaik untuk memanjatkan doa.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/12/23ae7f2f-9eec-46b5-be33-ebdb77d29204_jpg.jpg)
Son Heung-min, penyerang dan kapten Spurs, mengakui, timnya tidak menjalani kompetisi domestik seperti yang diharapkan. Meskipun begitu, lanjut Son, skuad Spurs mampu melepaskan bayang-bayang performa buruk di Inggris dengan menyajikan performa jauh lebih positif di kompetisi antarklub Eropa.
”Saya pikir kami mampu tampil di laga final ini karena kami melakukan banyak kerja keras dan usaha itu akhirnya terbayar lunas. Ketika tidak mencapai sesuatu sesuai rencana, kami selalu berusaha untuk kembali ke jalur positif,” ujar Son, dilansir laman UEFA, Selasa (20/5/2025).
Kapten dan gelandang MU, Bruno Fernandes, juga menganggap perjalanan di Liga Europa adalah satu-satunya capaian yang sesuai dengan harapan skuad MU di musim ini. Fernandes mengatakan, semua pemain MU amat bersemangat untuk menebus performa buruk di kancah domestik.
”Kami adalah dua tim yang memiliki musim sulit, tetapi memiliki kesempatan untuk mengakhiri musim dengan trofi (kompetisi) Eropa,” kata Bruno.
Dalam sejarah Liga Europa yang dulu bernama Piala UEFA, Spurs yang dijuluki ”Si Lili Putih” memiliki prestasi lebih baik dari MU. Tim asal kota London itu sudah meraih dua trofi itu pada edisi 1972 dan 1984. Jadi, dengan mengangkat trofi di Bilbao, maka Spurs akan mengakhiri dahaga trofi Eropa mereka yang telah berjalan selama 41 tahun.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/21/c017844e-1530-4857-b08e-09a8cddd12f1_jpg.jpg)
Sementara MU baru satu kali mengangkat trofi Liga Europa. Mereka mendapatkan trofi kompetisi antarklub level kedua Eropa itu pada final 2017. Jose Mourinho masih tercatat sebagai manajer pertama dan satu-satunya juru taktik yang memberikan gelar juara Liga Europa untuk ”Setan Merah”.
Pada musim 2020-2021, MU kembali menembus partai puncak Liga Europa, tetapi mereka pulang dengan kesedihan. Pada final kedua itu, MU takluk melalui drama adu penalti dari duta Spanyol, Villarreal.
Kami telah memberi pendukung harapan nyata dan sesuatu untuk diimpikan bahwa kami bisa meraih sesuatu yang istimewa pada akhir musim ini. (Ange Postecoglou)
MU sudah tidak asing dengan arena San Mames. Mereka melaju ke partai puncak dengan menaklukkan Athletic Bilbao pada babak semifinal. Setan Merah membawa pulang kemenangan 3-0 dari San Mames, 2 Mei lalu.
Penyerang MU, Rasmus Hojlund, senang bisa kembali ke San Mames. Ia pun berharap bisa mengulangi kemenangan di salah satu stadion termegah dan modern di Spanyol itu.
”Kami memang sudah pernah bermain di sana, tetapi saya tidak berpikir situasi itu membuat kami lebih diuntungkan,” kata Hojlund, yang telah mencetak enam gol di Liga Europa pada musim ini.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/11/f1d82349-b94f-46b6-928f-851501643061_jpg.jpg)
Selain itu, Bruno juga menekankan tiga kekalahan yang diderita MU dari Spurs dalam tiga pertemuan di kompetisi domestik Inggris tidak akan menggentarkan semangat juang timnya. MU tumbang 0-3 dan 0-1 oleh Spurs di Liga Inggris. MU lalu disingkirkan Spurs pada babak perempat final Piala Liga Inggris dengan kedudukan akhir 3-4.
”Tidak ada final seperti pertandingan liga. Laga final biasanya berlangsung sangat hati-hati karena tim enggan melakukan kesalahan, terlepas mereka sudah saling mengenal atau tidak. Akan tetapi, di saat bersamaan, kedua tim memiliki hasrat besar untuk menang. Itu menjadi alasan duel final menjadi tontonan hebat,” ucap Fernandes, yang berasal dari Portugal.
Setelah menembus final, tugas utama Manajer Spurs Ange Postecoglou adalah menghancurkan blok mental anak asuhannya akibat bayang-bayang puasa gelar yang sudah terlalu lama. Gelar terakhir yang didapatkan Spurs adalah trofi Piala Liga Inggris 2007-2008.
Setelah itu, Si Lili Putih mampu mencapai partai perebutan trofi Liga Champions 2018-2019 dan Piala Liga Inggris 2020-2021, tetapi laga itu berakhir tangis akibat kekalahan. Postecoglou bertekad untuk menebus lara demi lara yang telah dialami Spurs dalam nyaris dua dekade terakhir.
”Anda harus membingkai situasi dalam 15 atau 20 tahun terakhir atas apa yang telah dilalui klub dan para pendukung. Kami telah memberi pendukung harapan nyata dan sesuatu untuk diimpikan bahwa kami bisa meraih sesuatu istimewa pada akhir musim ini,” tutur Postecoglou. (AFP/AP)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/20/2d5d35fb-6e2e-4627-9feb-3f1483e117fe_jpg.jpg)
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti