Langkah FIFA menegasikan Ronaldo dalam poster promosi Piala Dunia 2026 sulit dipahami. Dilihat dari sudut mana pun, tidak ada alasan logis Ronaldo bisa terlupakan.
21 Nov 2025 10:58 WIB · Olahraga
AP
Adalah sangat janggal saat salah seorang pesepak bola terhebat sepanjang sejarah bisa terlupakan jelang penampilan terakhirnya di Piala Dunia. Namun, itulah yang terjadi pada Cristiano Ronaldo. Sinar kebintangan Ronaldo tidak begitu terang hingga FIFA mendesain poster promosi Piala Dunia tanpa foto dirinya.
Piala Dunia 2026 akan dimulai dalam waktu sekitar 200 hari mendatang. Sebagai persiapan menyambut ajang akbar itu, FIFA biasanya merilis poster promosi. Kali ini, desain poster menampilkan foto seorang wajah pesepak bola yang mewakili negara-negara yang telah lolos. Foto pemain yang dipilih mewakili negara adalah mereka yang punya magnet kuat berupa basis penggemar besar atau yang sedang naik daun.
Brasil diwakili Vinicius Junior, sedangkan foto wajah Kylian Mbappe merepresentasikan Perancis. Dari Asia, ada Wataru Endo (Jepang) dan Son Heung-min (Korea Selatan). Untuk mewakili Belanda, FIFA memilih foto Memphis Depay, sementara pesona Erling Haaland digunakan sebagai penanda keikutsertaan Norwegia.
Ronaldo tidak butuh poster. Poster butuh Ronaldo.
Satu yang mencolok, FIFA memasang foto Bruno Fernandes sebagai simbol Portugal alih-alih wajah sang kapten, Ronaldo. ”Hilangnya” foto Ronaldo dalam poster resmi promosi Piala Dunia memicu kemarahan penggemarnya. Mereka pun menyerbu kolom komentar pada unggahan FIFA itu dengan kalimat-kalimat bernada kekecewaan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/11/19/5f4a0661-3edc-455f-a75e-4980655677ba_jpg.jpg)
”Editor lupa Ronaldo? Yang membuat poster (pasti) 100 persen fans Messi,” kata salah satu dari mereka.
”Ronaldo tidak butuh poster. Poster butuh Ronaldo,” tulis akun lainnya.
Saking masifnya gelombang komentar, FIFA sampai kewalahan dan memutuskan menghapus unggahan poster itu beberapa hari setelahnya. Kealpaan kecil berdampak fatal. FIFA luput menyadari Ronaldo masih punya basis penggemar yang sangat besar sekaligus fanatik kendati sudah tidak lagi tampil di liga top Eropa.
Jika tidak bermain di liga dengan persaingan tinggi adalah alasan FIFA melupakan Ronaldo, Lionel Messi juga semestinya keluar dalam daftar. Messi yang bermain di Liga Sepak Bola Amerika Serikat bersama Inter Miami tetap terpilih mewakili Argentina dalam poster.
Faktor kebintangan mendorong FIFA memasukkan Mohamed Salah (Mesir) dalam poster. Namun, alasan sama tidak berlaku untuk Ronaldo. Padahal, secara jumlah pengikut di media sosial, Ronaldo jauh mengungguli Salah. Performa Salah yang sedang menurun bersama Liverpool juga tidak menghalangi FIFA mencantumkannya dalam poster.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/21/8786439e80a7762c7e0ed8e19fb33758-FBL_WC_2026_BALL_134194619.jpg)
Anomali yang paling sulit dijelaskan ialah tiadanya Ronaldo dalam poster promosi di saat ia sudah mengumumkan Piala Dunia 2026 besar kemungkinan akan jadi panggung terakhirnya. Dari segi komunikasi pemasaran, momentum ini jelaslah tidak boleh dilewatkan FIFA dalam materi promosinya.
Tidak ada materi promosi yang lebih baik daripada seorang megabintang sepak bola mengumumkan perpisahan dengan Piala Dunia. Jika tujuan membuat poster adalah untuk menarik rasa keingintahuan publik, nama serta narasi tentang Ronaldo semestinya tidak boleh terlewat.
Narasi Piala Dunia terakhir saja sudah cukup menjual, apalagi bila ditambah lagi dengan kekuatan basis fans Ronaldo yang cukup besar. Sangat aneh organisasi besar seperti FIFA bisa tidak memperhitungkan momentum itu. Maka, wajar jika isu Ronaldo adalah ”anak tiri” FIFA kembali muncul. Terlebih jika melihat Messi yang sejak dulu lekat dengan FIFA masih digunakan sebagai model poster. Tudingan FIFA pilih kasih terhadap Messi pun tidak bisa dibendung.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/21/dd5b339820895ac8c1f32ad97906f858-Switzerland_World_Cup_2026_Playoff_Draw_Soccer_134192686.jpg)
Hingga kini, FIFA masih belum memberikan pernyataan resmi terkait alasan tidak mencantumkan Ronaldo dalam poster. Setelah menghapus poster, FIFA menggantinya dengan desain baru bertema ”All Eyes Are Now On The Final Draw”. Pengundian Piala Dunia akan berlangsung di Washington, AS, pada 5 Desember. Di sana nasib para peserta Piala Dunia akan ditentukan.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan