CUACA EKSTREM

Potensi Hujan Lebat di Jabodetabek Sepekan ke Depan, Hati-hati Banjir dan Tanah Longsor

BMKG memprakirakan wilayah Jabodetabek bakal diguyur hujan lebat hingga 22 Januari 2026. Puncaknya diperkirakan terjadi pada 18-20 Januari 2026.

17 Jan 2026 14:07 WIB · Metropolitan

KOMPAS/AGUS SUSANTO

Oleh Fransiskus Wisnu Wardhana Dany

JAKARTA, KOMPAS — Hujan lebat diperkirakan masih akan mengguyur Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi atau Jabodetabek sepekan ke depan. Potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, coba ditekan melalui operasi modifikasi cuaca dan peringatan risiko aktivitas di luar ruangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan curah hujan di wilayah Jabodetabek akan meningkat sepekan ke depan atau hingga 22 Januari 2026. Puncak intensitas hujan diperkirakan terjadi pada 18-20 Januari 2026.

Terkait potensi itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Provinsi Jakarta menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) pada 16-20 Januari 2026 untuk mengurangi risiko banjir. OMC digelar BPBD bekerja sama dengan BMKG dan TNI Angkatan Udara.

”OMC merupakan antisipasi potensi banjir dan genangan yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi,” ujar Kepala BPBD Pemprov Jakarta Isnawa Adji, Sabtu (17/1/2026).

Anak-anak bermain air di genangan sisa banjir di Kampung Kandang, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (13/1/2026). Pengungsi banjir di Kampung Kandang mulai kembali ke tempat tinggal mereka usai banjir berangsur surut. Kampung Kandang yang berlokasi di RW 4, Kelurahan Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara ini terendam banjir pada Senin (12/1/2026) hingga ketinggian 40 sampai 70 sentimeter. Lebih dari 100 keluarga terdampak akibat banjir tersebut dan harus mengungsi ke Rusun Semper Barat yang berdekatan dengan tempat tinggal mereka. Walau demikian, genangan air masih merendam beberapa titik di sekitar pemukiman warga Kampung Kandang. Mereka khawatir akan terjadi banjir lagi jika hujan deras kembali mengguyur Jakarta.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
13-01-2026
Pengendara bermotor menunggu surutnya banjir yang menggenangi Jalan Jembatan 3, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (12/1/2026). Tingginya curah hujan dan buruknya drainase menjadikan sejumlah wilayah di Jakarta terendam banjir.

Banjir melanda puluhan rukun tetangga (RT) dan jalan raya di Jakarta seiring hujan deras pada 12 Januari 2026. Setidaknya 1.137 warga mengungsi karena wilayah permukimannya terendam banjir hingga puluhan sentimeter.

Saat itu curah hujan mencapai 150 milimeter (mm) per hari. Curah hujan ini dinilai melebihi daya tampung infrastruktur pengendalian banjir skala mikro dan makro yang dirancang untuk curah hujan 100 mm per hari dan 150 mm per hari.

Isnawa mengatakan, banjir yang dipicu hujan deras menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan. Apalagi prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan lebat masih akan terjadi hingga pekan depan.

Pada 16 Januari 2026 OMC digelar dengan berpusat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Operasi dilakukan dengan menggunakan pesawat CASA 212 A-2105. Ada dua sortie penerbangan dengan total bahan semai mencapai 1.600 kilogram natrium klorida (NaCl).

NaCl disebarkan di perairan Selat Sunda untuk meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan sehingga presipitasi terkonsentrasi di perairan.

Sortie pertama berlangsung pukul 13.28-14.48 WIB dan sortie kedua pukul 15.40-17.30 WIB. Pesawat terbang pada ketinggian 8.000-12.000 kaki.

Ilustrasi - BPBD Jakarta melakukan operasi Modifikasi Cuaca, Sabtu (1/2/2025).
Ilustrasi - Proses persiapan operasi modifikasi cuaca di Jawa Barat, Kamis (13/3/2025).
Ilustrasi - Proses operasi modifikasi cuaca Jakarta.
Ilustrasi - Awak pesawat CN 295 Skuadron 2 Skuadron 2 TNI AU memasang konsol penampung bahan garam semai ke kabin pesawat CN 235 di Lanud Halim Perdanakusumah untuk Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di langit kawasan Selat Sunda, Jumat (3/1/2020).
Ilustrasi - Awak pesawat CN 295 Skuadron 2 TNI AU yang dipiloti Kapten (Pnb) Gilang dan Kopilot Letda (Pnb) Kukuh yang lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusumah menebar semai garam saat Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di langit kawasan Selat Sunda, Jumat (3/1/2020).
Petugas Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menujukkan rute penebaran semai garam saat Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di langit kawasan Selat Sunda dari pesawat CN 295 Skuadron 2 TNI AU yang dipiloti Kapten (Pnb) Gilang dan Kopilot Letda (Pnb) Kukuh, Jumat (3/1/2020).
Awak pesawat CN 295 Skuadron 2 TNI AU yang dipiloti Kapten (Pnb) Gilang dan Kopilot Letda (Pnb) Kukuh yang lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusumah menebar semai garam saat Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di langit kawasan Selat Sunda, Jumat (3/1/2020).

Isnawa mengatakan, OMC hari pertama difokuskan di perairan Selat Sunda untuk mengendalikan pertumbuhan awan hujan sebelum bergerak menuju daratan Jakarta. Langkah preventif ini diharapkan mengurangi potensi hujan lebat.

Semua pelaksanaan dilakukan berdasarkan analisis meteorologi dan pemantauan cuaca terkini oleh BMKG. Analisis dan pemantauan tersebut untuk menentukan waktu dan lokasi penyemaian yang paling efektif sesuai dinamika atmosfer.

Wisata

Kabupaten Bogor di Jawa Barat sebagai daerah wisata juga mewaspadai potensi banjir dan longsor. Dua jenis bencana itu kerap terjadi saat hujan deras karena alih fungsi lahan, seperti di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung.

Banyak wisatawan bergerak ke Kabupaten Bogor untuk menikmati wisata alam. Ada kawasan pegunungan, air terjun, hutan, hingga desa wisata yang menawarkan pengalaman wisata berbasis alam dan budaya lokal.

comparison left
comparison right
before-after-arrow

Warga dan wisatawan diimbau memantau informasi cuaca resmi dari BMKG dan BPBD Kabupaten Bogor secara berkala. Wisatawan diimbau untuk menghindari aktivitas di daerah rawan longsor, tebing curam, dan aliran sungai saat hujan deras.

Warga dan wisatawan juga diminta segera melapor kepada petugas di lapangan atau BPBD Kabupaten Bogor jika terjadi keadaan darurat atau tanda-tanda bencana.

”Saat seperti ini jangan berteduh di bawah pohon besar, baliho, tiang, atau bangunan rapuh ketika hujan disertai angin. Pengendara di jalur wisata atau lainnya agar meningkatkan kehati-hatian karena potensi jalan licin, kabut tebal, dan pohon tumbang,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Adam Hamdani ketika dihubungi pada Sabtu (17/1/2026) siang.

Pada 12 Januari 2026, banjir, tanah longsor, dan angin kencang terjadi di sejumlah tempat di Kabupaten Bogor. Banjir melanda Desa Kedungwaringin dan Desa Susukan di Kecamatan Bojonggede, Desa Cipinang di Kecamatan Rumpin, dan Desa Warujaya di Kecamatan Parung.

Sementara itu, tanah longsor terjadi di Jalan Mayor Oking di Kecamatan Citeureup, Desa Pangradin di Kecamatan Jasinga, dan Desa Kampung Sawah di Kecamatan Rumpin. Bencana lain, angin kencang menerpa Desa Babakan, Kecamatan Ciseeng, dan Desa Sukadamai, Kecamatan Dramaga.

Bupati Bogor Rudy Susmanto saat rapat tingkat menteri membahas upaya pemulihan lahan serta langkah antisipasi banjir dan longsor di hulu Sungai Ciliwung pada 9 Januari 2026 menyampaikan komitmen untuk membangun kolam retensi, penghijauan, penguatan regulasi, mitigasi bencana, dan penegakan hukum khususnya di Ciawi, Megamendung, dan Cisarua. Ketiga wilayah itu berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Rudy mengatakan, pihaknya terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah lain dalam menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi warga dari risiko banjir ataupun longsor. Penanganannya dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir, serta kolaborasi lintas wilayah untuk solusi jangka panjang.


Kerabat Kerja

Penulis:

Fransiskus Wisnu Wardhana Dany
 | 

Editor:

Mukhamad Kurniawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji