BULU TANGKIS

Potensi Laga Seru Babak Pertama All England

All England 2026 akan berlangsung di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, 3-8 Maret. Penggemar bulu tangkis bisa menikmati persaingan sengit sejak awal.

02 Mar 2026 04:38 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

Dengan level BWF World Tour Super 1000, All England adalah turnamen yang akan menyajikan persaingan ketat pada banyak laga. Tak hanya pada babak-babak akhir, potensi sengitnya persaingan juga bisa terjadi sejak babak pertama.

Ada berbagai indikator yang membuat pertandingan bisa menjadi seru di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, 3-8 Maret. Salah satunya adalah statistik head to head di antara dua pemain. Namun, ini tak menjadi satu-satunya patokan. Rekam jejak performa atlet, terutama pada beberapa turnamen terakhir, juga melahirkan kemungkinan laga sengit.

Pertandingan seru pada fase awal ini tak hanya melibatkan atlet senior, tetapi juga mereka yang akan merasakan persaingan All England untuk pertama kali. Beberapa di antaranya adalah Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.

Berdasarkan undian yang dirilis pada 24 Februari dan akan ditinjau kembali pada pertemuan manajer, Senin (2/3/3036), berikut ini beberapa laga babak pertama yang berpotensi menjadi persaingan sengit:

1. Shi Yu Qi vs Lakhsya Sen

China's Shi Yu Qi celebrates winning against Taiwan's Lee Chia-hao at the end of the Mens Singles Final at the All England Open Badminton Championships at the Utilita Arena in Birmingham, central England, on March 16, 2025. (Photo by Darren Staples / AFP)

Ini menjadi pertemuan antara tunggal putra ranking teratas dan ke-12 dunia. Selain ranking, statistik lain menunjukkan keunggulan Shi, salah satunya empat kali kemenangan dalam lima pertemuan.

Shi juga tampil baik pada 2025 meski tidak mengikuti terlalu banyak turnamen. Dari sepuluh kejuaraan, dia lima kali menjadi juara, termasuk saat menjadi juara dunia di Paris, Perancis. Konsistensinya juga diperlihatkan melalui dua kali semifinal dan dua final.

Sen menjalani persaingan 2025 dengan awal yang tak baik, tetapi dia cukup konsisten menjelang akhir dengan mencapai perempat final Hylo Terbuka, semifinal Kumamoto Masters, dan menjuarai Australia Terbuka, yang semuanya berlevel Super 500.

Performa Shi di All England pun impresif. Dalam tujuh penampilan sejak debut pada 2017, dia tak pernah kalah sebelum perempat final. Atlet China ini menjadi juara pada 2018 dan 2025 serta mencapai final 2017 dan 2023.

Penampilan Sen di All England juga tak bisa dianggap remeh meski belum pernah tampil sebagai juara. Dari enam penampilan, atlet India tersebut empat kali mencapai perempat final atau lebih baik. Sen juga masih sering tampil mengejutkan saat bertemu unggulan, salah satunya ketika menyingkirkan Jonatan Christie, sebagai juara bertahan, pada babak kedua All England 2025.

2. Loh Kean Yew vs Kodai Naraoka

Tunggal putra Singapura, Loh Kean Yew mengembalikan kok ke arah Anthony Sinisuka Ginting. Kean Yew gagal melaju ke babak semifinal setelah dalam penyisihan grup B mengalami dua kali kekalahan. *** Local Caption *** Singapore's Loh Kean Yew competes against Indonesia's Anthony Sinisuka Ginting during their men's singles Group B badminton match at the BWF World Tour Finals in Bangkok, Thailand, Friday, Dec. 9, 2022. (AP Photo/Sakchai Lalit)

Pertandingan ini menjadi pertemuan antara dua pemain dengan selisih ranking terdekat, yaitu ranking kesembilan (Loh) dan kesepuluh (Naraoka).

Loh unggul dalam statistik pertemuan dengan selalu menang dalam tujuh pertemuan, tetapi ada faktor lain yang melahirkan potensi pertemuan dengan Naraoka di Birmingham akan berlangsung seru. Empat dari tujuh pertemuan Loh dan Naraoka selalu berlangsung tiga gim.

Tiga pertemuan lain dalam dua gim juga selalu terjadi dalam laga ketat. Ini karena Naraoka adalah pemain bertipe ulet yang selalu berusaha mengembalikan setiap pukulan meski dalam posisi sulit.

3. Putri Kusuma Wardani vs Mia Blichfeldt

Putri Kusuma Wardani berlatih di National Badminton Centre, Milton Keynes, Inggris, Sabtu (28/2/2026). Putri melakukan persiapan akhir untuk tampil di All England, 3-8 Maret.

Putri tampil sebagai unggulan keenam berkat posisi terbaik yang pernah ditempatinya dalam peringkat dunia, yaitu ranking keenam. Namun, dalam persaingan di All England, dia kalah pengalaman dari Blichfeldt.

Putri baru menjalani debut All England pada 2025 ketika mencapai babak kedua, sedangkan Blichfeldt sudah tampil di Birmingham sejak 2018 dengan hasil terbaik dua kali perempat final. Selain itu, Putri tertinggal 1-2 dalam statistik pertemuan dengan atlet Denmark berusia 28 tahun tersebut.

Meski demikian, pertandingan berpeluang berlangsung ketat karena tiga persaingan sebelumnya selalu berlangsung tiga gim. Blichfeldt bisa mengandalkan pengalaman yang lebih banyak di All England. Sementara penampilan yang cukup konsisten pada 2025 bisa dibawa Putri untuk menjadi motivasi agar mendapat hasil lebih baik dibandingkan setahun sebelumnya.

4. Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu vs Pakkapon Teeraratsakul/Sapsiree Taerattanachai

Ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu mengontrol kok saat bertanding di perempat final Daihatsu Indonesia Master 2026, Jumat (23/12026). Melawan pasangan Perancis Thom Gicquel/Delphine Derlue, Jafar/Felisha menang 13-21, 21-20, 21-16.

Antusiasme dalam menjalani All England pertama akan menjadi modal Jafar/Felisha dalam bersaing di Birmingham. Sepanjang 2025, mereka mengasah diri dalam turnamen BWF World Tour di semua level, termasuk Indonesia Terbuka dan China Terbuka Super 1000 yang selevel dengan All England.

Teeraratsakul adalah pemain muda seperti Jafar/Felisha, tetapi dia pernah tampil di All England. Pada 2025, atlet berusia 21 tahun itu tampil pada nomor ganda putra (kalah pada babak kedua) dan campuran (babak pertama).

Tahun ini, duetnya dengan Taerattanachai harus diwaspadai Jafar/Felisha. Atlet putri berusia 33 tahun ini punya banyak pengalaman saat bermain bersama Dechapol Puavaranukroh. Duet Puavaranukroh/Taerattanachai bahkan menjadi juara dunia 2021.

Maka, pertandingan melawan Teeraratsakul/Taerattanachai akan menjadi ujian level tinggi bagi Jafar/Felisha pada awal perjalanan di All England. Felisha akan beradu cepat dan cerdik dengan Taerattanachai dalam mengatur permainan di lapangan depan.

5. Ganda putra Indonesia vs negara lain

Raymond Indra (kanan) dan Nikolaus Joaquin berlatih di National Badminton Centre, Milton Keynes, Inggris, Sabtu (28/2/2026). Mereka akan menjalani debut dalam turnamen All England, 3-8 Maret.

Babak pertama ganda putra dengan peluang persaingan sengit akan melibatkan atlet-atlet Indonesia, salah satunya finalis All England 2025, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana melawan Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan (Taiwan). Leo/Bagas tiba di Birmingham dengan membawa gelar juara Thailand Masters Super 300 dan keunggulan 3-0 atas Lee/Yang. Akan tetapi, mereka harus waspada karena tak tampil baik pada 2025, terutama setelah All England 2025.

Lee/Yang punya tipe permainan cepat dan ulet yang bisa menyulitkan setiap lawan, termasuk Leo/Bagas.

Potensi persaingan seru lain ada pada laga pasangan muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, melawan pasangan Korea Selatan, Kang Min-hyuk/Ki Dong-ju. Raymond/Nikolaus punya bekal semangat dan motivasi besar dalam menjalani debut di All England, sementara Kang/Ki memiliki lebih banyak pengalaman tampil dalam turnamen BWF World Tour level tinggi.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti