Hadiri KTT Ke-46 ASEAN, Prabowo Tegaskan Komitmen RI Perkuat Stabilitas Asia Tenggara

Forum KTT ASEAN ini diharapkan dapat mempererat hubungan kerja sama Indonesia dengan negara-negara ASEAN.

25 Mei 2025 20:44 WIB · Politik & Hukum

Oleh Iqbal Bastari melaporkan dari Malaysia

SELANGOR, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Ke-46 ASEAN yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, selama Senin-Selasa (26-27/5/2025). Kehadiran Presiden di forum tersebut menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama dan menjaga stabilitas di kawasan Asia Tenggara.

”Kehadiran Presiden Prabowo pada rangkaian KTT Ke-46 ASEAN menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama dan menjaga stabilitas di kawasan ASEAN. Konferensi ini juga diharapkan mempererat hubungan kerja sama Indonesia dengan negara ASEAN,” ujar Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana, lewat keterangan tertulis, Minggu (25/5/2025) sore.

Untuk menghadiri KTT ASEAN tersebut, pada Minggu, Presiden Prabowo bertolak dari Jakarta ke Malaysia. Pada Minggu sore waktu setempat, pesawat yang ditumpangi Presiden mendarat di Bandar Udara Tentera Udara Diraja Malaysia Subang, Selangor. Dalam penerbangan itu, Presiden didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Selepas mendarat, Presiden bersama rombongan langsung menuju hotel tempat menginap di Kuala Lumpur. Kedatangan Prabowo disambut meriah oleh puluhan diaspora dan pelajar asal Indonesia yang berada di Negeri Jiran tersebut.

Quote

Kehadiran Presiden Prabowo pada rangkaian KTT Ke-46 ASEAN menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama dan menjaga stabilitas di kawasan ASEAN.

Presiden Prabowo Subianto mendarat di Bandar Udara Tentera Udara Diraja Malaysia Subang, Selangor, Malaysia, Minggu (25/5/2025). Prabowo akan menghadiri KTT ke-46 ASEAN.

Yusuf Permana menyampaikan, Presiden Prabowo akan mengikuti sejumlah rangkaian acara di KTT Ke-46 ASEAN. Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo bersama para pemimpin ASEAN akan membahas sejumlah isu strategis di kawasan.

Di acara itu, disebutkan, Presiden Prabowo akan menghadiri sejumlah pertemuan, mulai dari sesi plenary, sesi retret, hingga sesi pertemuan dengan perwakilan parlemen ASEAN, kepemudaan, dan bisnis.

Selain menghadiri acara utama KTT ASEAN, lanjut Yusuf, Presiden juga diagendakan menghadiri sejumlah pertemuan tingkat tinggi, di antaranya, KTT ASEAN-China-Organisasi Kerja Sama Teluk (KTT ASEAN-GCC-China). Pertemuan-pertemuan tersebut diharapkan menjadi salah satu momentum penting dalam upaya memperkuat peran sentral ASEAN di tengah dinamika global.

Presiden Prabowo Subianto disambut puluhan diaspora saat tiba di hotel di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (25/5/2025). Prabowo akan menghadiri KTT ke-46 ASEAN.

Penyelesaian krisis di Myanmar

Saat pertemuan Extended Informal Consultation on the Implementation of the Five-Point Consensus yang menjadi rangkaian KTT Ke-46 ASEAN, Sabtu (24/5/2025), Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan komitmen Indonesia untuk mendorong penyelesaian krisis Myanmar secara damai.

”Indonesia tetap teguh pada komitmen untuk mendorong penyelesaian damai di Myanmar. Stabilitas kawasan hanya bisa tercapai apabila ASEAN bersatu dan bertindak berdasarkan prinsip konsensus serta solidaritas,” kata Sugiono dalam pernyataan pers yang diterima di Jakarta, Minggu (25/5/2025).

Sugiono menegaskan pentingnya implementasi penuh dari lima poin konsensus ASEAN soal Myanmar (5PC). Fokus penerapan 5PC adalah menghentikan kekerasan, memperluas bantuan kemanusiaan, dan memastikan dialog inklusif yang melibatkan semua pemangku kepentingan di Myanmar.

Ia melanjutkan, Indonesia mendukung inisiatif Malaysia dan siap berkontribusi dalam pemulihan situasi Myanmar. ”Kekuatan ASEAN terletak pada kesatuannya. Dalam menghadapi krisis Myanmar, kita harus berbicara dengan satu suara, dan bertindak dengan satu tujuan untuk mendorong implementasi penuh 5PC,” ujarnya.

Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan (kiri) berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono menjelang pertemuan Extended Informal Consultation on the Implementation of the Five-Point Consensus yang menjadi rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi ke-46 ASEAN, Sabtu (24/5/2025), di Kuala Lumpur Convention Center, Malaysia.

Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan mengatakan, implementasi 5PC menghadapi tantangan karena terdapat defisit kepercayaan. Selain itu, konflik etnis di Myanmar telah berlangsung selama beberapa dekade.

Quote

Krisis di Myanmar bukan lagi masalah internal karena telah memengaruhi stabilitas kawasan ASEAN.

Mohamad menambahkan, krisis di Myanmar bukan lagi masalah internal karena telah memengaruhi stabilitas kawasan ASEAN. Krisis telah memicu masalah pengungsi dan kejahatan lintas batas.

”ASEAN tidak ingin ikut campur dalam urusan internal Myanmar, tetapi sebagai keluarga besar, kita punya tanggung jawab untuk membantu. Masalah Myanmar kini telah menjadi masalah kita bersama,” kata Mohamad, dilansir dari Malay Mail.

Sebagai Ketua ASEAN tahun ini, Mohamad melanjutkan, Malaysia berencana mengunjungi Myanmar untuk menyampaikan ”daftar keinginan” dari berbagai pemangku kepentingan kepada Dewan Administrasi Negara (SAC). ”Kami akan melihat umpan balik atau tanggapan dari SAC,” tuturnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Iqbal Bastari melaporkan dari Malaysia
 | 

Editor:

Madina Nusrat
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul