Peran aktif Indonesia dalam mendorong perdamaian, termasuk di Gaza ataupun di Ukraina, berakar pada sejarah gerakan nonblok Indonesia.
14 Feb 2025 10:09 WIB · Internasional
JAKARTA, KOMPAS — Indonesia akan terus aktif menjadi jembatan antara negara-negara yang lebih maju dan masih berkembang. Indonesia juga terus mendorong dialog, alih-alih konflik atau perang berkepanjangan.
Hal ini ditegaskan dalam pidato Presiden Prabowo Subianto pada sesi pembicaraan bersama Presiden Republik Indonesia dalam World Government Summit 2025 yang dilakukan secara daring, Kamis (13/2/2025) malam.
Presiden mengatakan ingin berada di konferensi tersebut tetapi agenda di dalam negeri masih tak memungkinkannya pergi. Prabowo pun baru saja ditetapkan kembali sebagai Ketua Umum Partai Gerindra untuk kesekian kalinya dalam Kongres Luar Biasa Partai Gerindra yang digelar dadakan di kediaman Prabowo.
Dalam pidatonya, Presiden mengatakan dunia bergerak cepat ditandai dengan ketidakstabilan dan proteksionisme ekonomi. Karena itu, semua negara berada pada saat yang sulit. ”Jika kita tidak bertindak bijak, perubahan ini bisa menjadi tidak terkendali,” katanya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/14/3b6cc4b2-c212-4329-83a3-c2f4179a3881_jpg.jpg)
Karena itu, saat ini adalah saat yang tepat untuk terus aktif menyusun masa depan yang dipandu kedamaian, keadilan, dan sikap saling menghargai bangsa lain.
Semua negara, baik besar maupun kecil, harus memegang prinsip tersebut. Dengan demikian, dunia bisa terlindung dari konflik, seperti di Ukraina, Gaza, ataupun konflik-konflik yang baru muncul di Afrika, seperti di Kongo Timur.
Prabowo sendiri telah menyerukan gencatan senjata sesegera mungkin di Ukraina dua tahun lalu. Seruan ini disebutnya sebagai permohonan untuk mengutamakan dialog tanpa berpihak ke mana pun sebab tanpa dialog, eskalasi bisa terus meningkat.
Dia mencontohkan, tragedi Gaza. Karena itu, gencatan senjata, harapan, dan doa saja tak cukup. Retorika pun disebutnya tak memadai. ”Kita harus memastikan perdamaian bisa terjadi. Gaza sudah cukup menderita. Sudah waktunya membangun kembali rumah, membuka kembali sekolah-sekolah, dan menormalkan kehidupan kembali,” tuturnya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/20/aecec02c-416e-4126-b12f-b6bd9138a862_jpg.jpg)
Indonesia, lanjutnya, mendukung secara tulus upaya-upaya untuk mendorong resolusi yang berkelanjutan dengan berdasarkan pada solusi dua negara.
Dunia pun, kata Prabowo, tak boleh membiarkan siklus kekerasan terus terjadi dan membiarkan krisis. Konflik dan perang di Ukraina, Gaza, dan Kongo Timur dan wilayah lain di Afrika disebutnya sebagai cerminan erosi stabilitas global yang meluas.
Prabowo pun menjelaskan sikap Indonesia yang berusaha mendengarkan sebanyak mungkin sebagaimana Indonesia bersuara. Sikap ini berakar dari sejarah gerakan nonblok dan prinsip-prinsip kesetaraan, kemerdekaan, dan kedaulatan yang dipegang Indonesia. ”(Ini) membuat kami mencari keseimbangan dalam diplomasi. Kami menjalin kemitraan berdasarkan kepercayaan dan penghargaan satu sama lain,” katanya.
Pendekatan ini juga membuat Indonesia berpartisipasi dalam berbagai organisasi. Selain menjadi anggota BRICS, Indonesia dalam proses menjadi anggota OECD, kemitraan TransPasifik (CPTPP), dan Forum Indopasifik yang mengadvokasi dialog secara setara.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/14/17f320eb-8c31-45b2-82fb-cbdec23723bf_jpg.jpg)
Semua dilakukan secara setara baik dalam hubungan dengan negara adidaya seperti Amerika Serikat dan Republik Rakyat China maupun negara lain. ”Menjaga kedaulatan sembari terus maju memperkuat peran Indonesia untuk stabilitas wilayah dan pembangunan, sementara menjaga posisinya sebagai jembatan antara ’Global North’ dan ’Global South’,” kata Prabowo.
Sembari mendorong perdamaian dan stabilitas, menurut Prabowo, Indonesia pun menata kondisi domestiknya. Sebab, ketangguhan dan kemajuan ekonomi dalam negeri akan memungkinkan Indonesia berkontribusi pada stabilitas global serta memberikan pengaruh secara internasional.
Untuk itu, Prabowo memaparkan visinya untuk membangun bangsa yang maju modern didukung kekayaan, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alamnya. Apalagi, Indonesia memiliki potensi baik luasan kepulauan Indonesia yang terdiri atas 17.000 pulau dan 282 juta penduduk.
”Keberagaman ini sekaligus menjadi tantangan untuk memastikan semua warga memiliki kesempatan untuk berusaha. (Tapi) Misi kami adalah menciptakan lingkungan di mana warga Indonesia mampu mengakses pendidikan berkualitas, layanan kesehatan, dan kesempatan ekonomi,” tuturnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/02/fed3b846-0c87-42ba-8a40-36dccfff59f4_jpg.jpg)
Prabowo menyebutkan, salah satu kunci pencapaian dalam seratus hari pemerintahannya adalah struktur pemerintahan yang berbasis kemampuan. Banyak orang Indonesia terampil yang sudah membangun karier di luar negeri pun kembali untuk berbakti pada negara. Karenanya, menurut Prabowo, survei kepuasan kinerja pemerintahannya bisa mencapai 81 persen.
Selain itu, Prabowo juga menyinggung keberhasilan ini berkat transisi mulus dari Presiden terdahulu, Joko Widodo. Dia pun menyampaikan terima kasih tulus kepada Jokowi yang mendukungnya merealisasikan program makan bergizi gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pembangunan infrastruktur.
Pembangunan infrasruktur disebut sebagai batu penjuru untuk Indonesia yang luas dengan kondisi geografi bervariasi dan kerap mengisolasi banyak masyarakat. Untuk menjembatani kesenjangan ini, Prabowo membuka sektor infrasruktur kepada sektor swasta. Perusahaan swasta, baik asing maupun domestik, diundang ikut serta membangun. Jalur vital, seperti jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, jalur energi, dan jaringan digital, akan menghubungkan masyarakat Indonesia dan menstimulus ekonomi lokal.
Selain itu, Prabowo juga menyebutkan efisiensi anggaran yang sedang dikerjakan pemerintahannya serta menyinggung komitmen pemberantasan korupsi. ”Kami menghemat lebih dari 20 miliar dollar AS yang setara dengan sekitar 10 persen APBN kami. Efisiensi ini ditujukan untuk proyek dan program yang tak jelas strateginya dan akan digunakan untuk membiayai proyek strategis yang akan mentransformasikan negeri ini termasuk investasi nikel, bauksit, tembaga, dan hilirisasi mineral kritis lain,” tuturnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/03/03bc2294-898c-41a1-8f72-b6f40ca136a5_jpg.jpg)
Selain membangun industri petrokimia substansial, pusat data AI, Indonesia mengerjakan proyek ketahanan pangan. Karenanya, menurut Prabowo, Indonesia akan menjadi pengekspor bahan pangan dalam beberapa tahun ke depan.
Dia juga menyinggung persiapan untuk meluncurkan Danantara Indonesia, superholding yang akan mengelola dana kekayaan negara. Berdasarkan evaluasi awal, Danantara akan memiliki kelolaan aset lebih dari 900 miliar dollar AS.
”Ini akan diluncurkan 24 Februari ini dan akan berinvestasi pada sumber daya alam dan aset-aset negara (akan) menjadi proyek berdampak besar dan berkelanjutan lintas sektor seperti energi baru terbarukan (EBT), manufaktur modern, hilirisasi, dan produksi pangan,” tambah Prabowo.
Semua proyek ini, lanjutnya, akan berkontribusi pada target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2021/11/24/1ef1a402-db01-4833-99d1-45a00a8517b8_jpg.jpg)
Masa depan kemanusiaan
World Government Summit 2025 berlangsung pada 11-13 Februari di Dubai, Uni Emirat Arab. Organisasi ini dibentuk tahun 2013 dengan kepemimpinan Sheikh Mohammed bin Rashid al Maktoum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri UEA. Setelahnya, organisasi terus mendorong misi membentuk pemerintahan masa depan dan mendorong masa depan kemanusiaan yang lebih baik.
Pada hari terakhir World Government Summit, selain Prabowo, berbicara pula Presiden Republik Demokratik Timor Leste Jose Ramos-Horta. Selain itu, ada pula dialog dengan Kepala Penasihat untuk Pemerintah sementara Bangladesh Muhammad Yunus, pidato Wakil Presiden Paraguay Pedro Alliana Rodriguez, serta pidato Ibu Negara Filipina Louise Araneta-Marcos.
Penulis:
Nina SusiloEditor:
A. Ponco AnggoroPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari