Prabowo: Koruptor Boleh Bertobat, tapi...

Pasal 4 UU No 31/1999 juncto UU No 20/2021 tentang Tipikor menyebutkan, pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara tidak menghapus pidana.

29 Des 2024 10:01 WIB · Politik & Hukum

Oleh Nina Susilo

Presiden Prabowo Subianto kembali mengobarkan tekadnya untuk memberantas korupsi. Dia juga menegaskan, koruptor boleh saja bertobat. Namun, apa yang sudah dikorupsi harus dikembalikan.

Hal ini disampaikan Presiden saat berpidato di Perayaan Natal Nasional 2024 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/12/2024) malam. Dalam acara yang dihadiri lebih dari 11.000 warga itu, tampak pula Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan lebih dari 20 anggota Kabinet Merah Putih.

Mereka, antara lain, adalah Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, serta Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Budi Gunawan.

Berikutnya, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak Arifah Choiri Fauzi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Kepala Polri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Selain itu, masih ada Ketua MPR Ahmad Muzani dan Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin.

Quote

Si koruptor-koruptor, maling-maling itu, tidak rela pemerintah ingin membenahi, membersihkan diri. Kita akan digoyang, akan dibikin isu ini isu itu.

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat Perayaan Natal Nasional 2024 di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (28/12/2024). Tema Natal tahun ini adalah Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem. Perayaan Natal Nasional diikuti puluhan ribu umat Nasrani. Kompas/Hendra A Setyawan

Dalam pidatonya, Presiden menceritakan tekadnya untuk bekerja keras untuk kepentingan rakyat. Namun, kebanyakan memerlukan waktu untuk membawa hasil.

”Saya juga berdoa kepada Tuhan, berilah saya untuk memberi hasil untuk rakyat secepatnya, tapi saya tidak mau membohongi rakyat. Kita ibarat menanam tanaman, harus tanam dengan baik, siapkan lahan, cari pengairan, tanam, airi dengan baik, insya Allah panen dengan baik,” tutur Prabowo.

Mengenai komitmen Presiden Prabowo untuk memberantas korupsi dan memastikan tak ada kebocoran dalam penggunaan anggaran negara, Presiden menyebut banyak yang akan melawan. ”Si koruptor-koruptor, maling-maling itu tidak rela pemerintah ingin membenahi, membersihkan diri. Kita akan digoyang, akan dibikin isu ini isu itu,” tutur Prabowo.

Presiden pun mengajak warga Indonesia yang ingin membela rakyat, menegakkan hukum, dan memberantas korupsi untuk bersatu mendukungnya. ”Rakyat menuntut pemerintahan yang bersih,” katanya.

Infografik riset Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia

Masalahnya, menurut Presiden, dirinya dinilai akan memaafkan koruptor. ”Ada yang mengatakan Prabowo mau memaafkan koruptor. Bukan begitu. Kalau koruptornya sudah tobat, bagaimana tokok-tokoh agama? Iya, kan? Orang bertobat. Bertobat, tapi kembalikan dong yang kau curi. Enak aje,” kata Prabowo disambut riuh hadirin.

Kalaupun bertobat, koruptor tetap harus mengembalikan apa yang diambil. ”(Apa) yang kau curi, kau kembalikan. Bukan saya maafkan koruptor. Tidak. Saya mau sadarkan mereka. Yang sudah telanjur dulu berbuat dosa, ya, bertobatlah. Itu, kan, ajaran agama,” tambah Presiden.

Namun, Prabowo menegaskan, negara akan mengejar apa yang dicuri dari rakyat ke mana pun. ”Bertobatlah. Kasihan rakyat. Kembalikan uang itu. Sebelum, sebelum kita cari hartamu ke mana, kita akan cari,” ujarnya.

Sebelumnya, Prabowo sempat melontarkan gagasan pengampunan para koruptor sepanjang mengembalikan uang yang dicuri. Ini disampaikan Presiden saat berbicara dengan mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di Kairo, Mesir, 18 Desember lalu.

”Hai para koruptor atau yang merasa pernah mencuri dari rakyat, kalau kau kembalikan yang kau curi, ya, mungkin kita maafkan. Tapi, kembalikan dong. Nanti kita beri kesempatan cara mengembalikannya, bisa diam-diam supaya enggak ketahuan,” ujar Prabowo dalam rekaman yang ditayangkan Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (19/12/2024).

Presiden Prabowo Subianto menghadiri sesi khusus Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-11 Developing Eight (D-8) di Istana Kepresidenan New Administrative Capital, Kairo, Mesir, Kamis (19/12/2024).

Beberapa hari kemudian, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas juga melontarkan, selain amnesti dan abolisi, Presiden memiliki kewenangan memberikan grasi. Tak hanya melalui tangan presiden, pemaafan koruptor juga bisa dilakukan melalui denda damai yang menjadi kewenangan Jaksa Agung sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Kejaksaan terbaru.

Kendati Supratman kemudian menghentikan wacana denda damai dalam konferensi pers Jumat (27/12/2024), ide pengampunan pada koruptor telah memicu pro-kontra. Negara pun dinilai kalah terhadap korupsi. Lagi pula, ide ini terasa naif karena para koruptor biasanya akan terus menyembunyikan serta mengulang kejahatannya.

Peneliti di Pusat Kajian Anti-Korupsi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Zaenur Rohman, menilai, ide yang dilempar oleh Presiden Prabowo bisa bertujuan baik. Namun, wacana tersebut justru berbahaya dan bertentangan dengan Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam Pasal 4 UU No 31/1999 juncto UU No 20/2021 tentang Tipikor disebutkan, pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara tidak menghapus pidana. Dengan demikian, penuntutan terhadap koruptor tidak dihapus meski pelaku telah mengembalikan hasil pidana korupsi yang dilakukannya.

Secara praktik, lanjutnya, tidak mungkin pelaku tindak pidana korupsi mau mengembalikan uang yang dikorupsi hanya karena kata-kata sekalipun keluar dari Presiden. Koruptor hanya akan gentar dengan penindakan. Karena selama ini, mereka menganggap sudah lolos dari jeratan aparat penegak hukum.

Peneliti dari Pusat Kajian Anti Korupsi UGM Zaenur Rohman memberikan keterangan kepada wartawan mengenai penolakan terhadap revisi UU KPK, di Tugu Yogyakarta, Selasa (17/9/2019). Aksi itu dilakukan bersama Jaringan Anti Korupsi (JAK) Yogyakarta.

Atasi ”kegelapan”

Dalam pesan Natal, Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Antonius Bunjamin mengingatkan umat Kristiani untuk merayakan Natal dan semakin berbela rasa dengan masyarakat lain. Selain menyampaikan ajakan supaya umat Kristiani mendukung pemerintahan yang baru terbentuk, diingatkan pula masih ada ”kegelapan-kegelapan” di Indonesia. Hal-hal itu adalah persoalan ketidakadilan, kemiskinan, intoleransi, praktik perjudian termasuk judi daring, serta kerusakan lingkungan hidup.

Dia pun berharap Presiden Prabowo dan Wapres Gibran bisa menjadi ”terang” yang menyingkirkan ”kegelapan” persoalan masyarakat. ”Semoga Pak Presiden Prabowo dan Wapres Gibran bisa menjadi Betlehem baru, tempat Tuhan lahir dan menyingkirkan kegelapan. Mari kita dukung pemerintah menjadi Betlehem baru,” tuturnya.

Sisi-sisi gelap ini, menurut Presiden, adalah tantangan. ”Kita harus berani menghadapi mereka yang berjalan di atas jalan yang tidak benar, jalan menipu rakyat, jalan korupsi, jalan nyelundup, jalan manipulasi, jalan enggak mau bayar pajak, jalan sudah diberi segala oleh Yang Maha Kuasa, tapi masih serakah,” kata Prabowo.

Presiden menyatakan tak memiliki tongkat Nabi Musa ataupun tongkat Nabi Sulaiman. Namun, dengan niat dan tekad baik, dia meyakini akan ada hasil.

Data pendapatan negara dipaparkan Menteri Keungan Sri Mulyani dalam penyerahan secara dgital Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) 2025 serta Peluncuran Katalog Elektronik Versi 6 yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/12/2024). Hadir dalam acara ini kepala lembaga tinggi negara, menteri Kabinet Merah Putih, kepala lembaga-lembaga negara, dan penjabat kepala daerah. Kompas/Hendra A Setyawan

Selama dua bulan lebih delapan hari sejak pelantikan sebagai Presiden, Prabowo menilai, hasilnya sementara ini lumayan. Namun, dia menyebut ada saja yang menggoreng isu ini dan itu. ”Tapi, rakyat mengerti siapa yang benar dan siapa yang ngarang,” ujarnya.

Presiden pun meminta masyarakat bersabar dengan apa yang dikerjakan pemerintah. ”Saya mohon sekali lagi seluruh rakyat Indonesia untuk bersabar sebentar. Saya mengerti sebenarnya Saudara berat sekali untuk sabar,” kata Prabowo.

Dalam Perayaan Natal Nasional 2024 ini, Prabowo sempat menyalami umat yang hadir serta mencium seorang anak Panti Asuhan Desa Putra Lenteng Agung, Ikhwan (8). Gibran pun sempat menyapa dan menyalami umat sembari menanti kehadiran Presiden Prabowo sebelum acara dimulai.

Sebelum perayaan Natal dimulai, Panitia Natal memberikan kain tenun bentenan kepada Presiden dan Wapres. Kain khas Sulawesi Utara ini menjadi bentuk apresiasi pada Manado yang sebelumnya direncanakan sebagai lokasi Perayaan Natal Nasional 2024.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nina Susilo
 | 

Editor:

Cyprianus Anto Saptowalyono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .