Presiden: Sekolah Rakyat Akan Mengentaskan Kemiskinan Absolut

Presiden Prabowo Subianto menargetkan sebanyak 200 Sekolah Rakyat didirikan pada 2026. Ini demi mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

22 Agt 2025 20:51 WIB · Pendidikan & Kebudayaan

Oleh Stephanus Aranditio, Iqbal Basyari

JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menghilangkan kemiskinan absolut di Indonesia. Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak dari kelompok keluarga miskin agar dapat mengubah perekonomian keluarga.

”Kita bertekad mengubah nasib saudara-saudara kita yang belum kuat ekonominya dan kita bekerja keras untuk menghilangkan kemiskinan absolut dari bumi Republik Indonesia,” ujar Presiden Prabowo Subianto saat Pembekalan Guru dan Kepala Sekolah Rakyat di Jakarta, Jumat (22/8/2025).

Oleh karena itu, Presiden memiliki program Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi anak-anak dari kalangan keluarga miskin. Program tersebut diharapkan dapat memberikan akses pendidikan bagi kalangan tidak mampu. Penguatan pendidikan tersebut nantinya dapat menjadi bekal bagi anak-anak untuk memutus rantai kemiskinan keluarganya.

”Sekolah Rakyat menyiapkan generasi untuk memutus rantai kemiskinan. Nanti, mereka akan kembali dan mereka yang angkat orangtua mereka keluar dari kemiskinan,” kata Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat acara Pembekalan Guru dan Kepala Sekolah Rakyat di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (22/8/2025).

Menurut Presiden, langkah ini sejalan dengan cita-cita para pendiri bangsa yang menginginkan kemerdekaan sejati tidak hanya dari penjajahan, tetapi juga dari kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan. Pendidikan, lanjutnya, menjadi jalan utama untuk memastikan seluruh rakyat Indonesia dapat menikmati hasil kekayaan bangsa.

Quote

Orangtua atau keluarganya menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih.

Presiden pun mengapresiasi Kementerian Sosial dan kementerian terkait yang mampu mewujudkan 100 unit Sekolah Rakyat dalam waktu lima bulan. Sekolah Rakyat bahkan diperkirakan bertambah menjadi 165 unit pada September mendatang. Presiden menargetkan sebanyak 200 Sekolah rakyat didirikan pada tahun depan.

Menurut Prabowo, keberadaan Sekolah Rakyat tidak sekadar meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat dan meraih kesejahteraan. Lebih dari itu, penguatan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan menjadi penting untuk mengurus dan menguasai kekayaan Indonesia yang sangat besar.

Presiden menyatakan optimistis sumber daya manusia yang berkualitas dapat menjadikan Indonesia mandiri. Beberapa di antaranya mampu memiliki pabrik mobil, sepeda motor, pesawat, kapal, dan kereta sendiri. Dengan demikian, kekayaan negara yang amat besar tidak lari ke luar negeri dan dapat dimanfaatkan untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

Terlebih, dunia saat ini bergerak sangat cepat dan Indonesia tidak bisa menunggu lama untuk memperbaiki pendidikan. Fasilitas pendidikan yang dimiliki pun harus terus ditingkatkan. Selain memperbanyak Sekolah Rakyat, Presiden ingin agar ada satu sekolah unggulan di setiap kabupaten.

”Dunia sekarang berlomba-lomba, dunia tetangga kita berlomba, kita tidak punya banyak waktu. Karena itu, salah satu upaya kita adalah memperbaiki pendidikan kita,” tutur Prabowo.

Di sisi lain, Prabowo menyebut bahwa anggaran pendidikan untuk 2026 merupakan yang terbesar. Namun, dikhawatirkan akan terjadi kebocoran sehingga dana yang diterima sampai tingkat sekolah tidak sesuai yang diharapkan. Presiden pun mengingatkan pentingnya pengawasan agar anggaran tersebut benar-benar sampai ke rakyat.

Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Muhammad Nuh; Menteri Sosial, Saifullah Yusuf; Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono; Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti memberikan keterangan pers di sela Pembekalan Guru dan Kepala Sekolah Rakyat di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (22/8/2025).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menambahkan, ada tiga hal yang perlu ditanamkan pada semua guru dan kepala Sekolah Rakyat. Pertama, memberikan pengajaran terbaik agar para murid dari keluarga tidak mampu ini memiliki rasa percaya diri bahwa mereka setara dan berdaya.

Kedua, sebagai garda terdepan kesuksesan Sekolah Rakyat, mereka harus mampu menyentuh para murid yang belum terjangkau pendidikan. Sebab, para murid ini memiliki kemampuan kognitif yang sangat beragam.

”Ketiga, Sekolah Rakyat memberikan harapan, menumbuhkan rasa, mengubah mimpi yang tidak mungkin menjadi mungkin. Mereka tidak harus sama dengan nasib orangtuanya. Saya minta ini benar-benar dipahami dengan baik,” kata Saifullah.

Adapun pembekalan yang digelar selama tiga hari ini diikuti oleh 154 kepala sekolah dan 2.221 guru Sekolah Rakyat. Mereka semua berstatus sebagai aparatur sipili negara yang ditempatkan di 100 Sekolah Rakyat tahap pertama.

Kemudian, pada tahun ajaran 2025/2026, pemerintah menargetkan 165 Sekolah Rakyat sudah bisa beroperasi dengan kapasitas 15.895 siswa, didukung 2.407 guru dan 4.442 tenaga pendidik.

Selain anaknya, para orangtua siswa Sekolah Rakyat yang merupakan kelompok desil satu dan dua dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) juga akan diberdayakan. ”Orangtua atau keluarganya menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih. Dengan begitu, seluruh program unggulan Presiden Prabowo akan ikut menyentuh siswa dan keluarga Sekolah Rakyat,” ujarnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Stephanus Aranditio, Iqbal Basyari
 | 

Editor:

Ichwan Susanto
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto