Presiden RI Prabowo Subianto akan menghadiri sidang Majelis Umum PBB dengan membawa misi kemerdekaan Palestina.
21 Sep 2025 09:30 WIB · Internasional
NEW YORK, KOMPAS — Presiden RI Prabowo Subianto tiba di New York, Amerika Serikat, untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa atau SMU PBB. Prabowo dijadwalkan berpidato di urutan ketiga setelah Presiden AS Donald Trump.
Prabowo mendarat di kota itu pada Sabtu (20/9/2025) pukul 18.45 waktu setempat atau Minggu (21/9/2025) pagi waktu Indonesia. Kedatangannya terlambat 1,5 jam dari yang direncanakan. Sebelum ke New York, Prabowo melawat ke Osaka, Jepang, untuk mengunjungi Paviliun Indonesia.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/20/46837215-7302-4b96-96e7-b36790ac0e16_jpg.jpg)
Prabowo didampingi putranya, Didit Hediprasetyo. Menteri Luar Negeri Sugiono turut bersama mereka. Rombongan kepresidenan datang ke Hotel Aman di 57th Street. Mereka disambut antara lain oleh Menteri Investasi dan Ketua Danantara Rosan Roeslani, Direktur Utama Danantara Pandu Sjahrir, dan Ketua Kamar Dagang Indonesia Anindya Bakrie.
Selain itu, juga ada kelompok diaspora Indonesia. Mereka merupakan mahasiswa atau orang Indonesia yang bekerja ataupun sudah tinggal di New York.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/20/2e740c86-37b2-4d82-aca1-6b9a7bab77f8_jpg.jpg)
Ketika turun dari mobil yang membawanya, Prabowo tidak berkata apa pun kepada para wartawan. Ia hanya menyempatkan diri menyapa dan berfoto sebentar dengan diaspora Indonesia, lalu berjalan memasuki hotel.
Para mahasiswa meneriakkan yel ”Indonesia”, mirip seperti yang terdapat dalam pertandingan bulu tangkis. Suasana sempat hiruk pikuk karena rombongan yang menanti berusaha mengikuti pergerakan Presiden. Ada juga warga lokal New York yang penasaran dengan keramaian itu.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/20/e0415da2-6663-487a-9446-f68774ce2ffb_jpg.jpg)
Jalur trotoar di depan Hotel Aman sempat ditutup sebelum Prabowo datang. ”Ada acara apa ini? Kok ramai sekali?” kata para pejalan kaki yang diminta menunggu sampai Prabowo memasuki hotel.
Ketika diberi tahu bahwa Presiden Indonesia datang, mereka pun langsung paham. Wilayah 57th Street adalah salah satu daerah komersial elite di Manhattan.
Toko serba ada kelas atas, Bergdorf Goodman, berada persis di seberang Hotel Aman, berjalan sedikit dari toserba itu ada butik Louis Vuitton yang fasadnya dibuat menyerupai peti perjalanan mereka. Di samping hotel ada butik Ermenegildo Zegna dan Bulgari. Setelah itu ada toko Tiffany & Co.
Prabowo menurut rencana berada di New York sampai 24 September 2025. Pada Minggu (21/9/2025) tidak ada rencana pertemuan bilateral. Presiden hanya diagendakan melakukan koordinasi internal.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/20/99b995ec-0c45-4ce7-9377-0e0de3199651_jpg.jpg)
Menurut Direktur Informasi dan Media Kemlu Hartyo Harkomoyo, pada Senin (22/9/2025), Prabowo akan menghadiri SMU PBB. Ia akan berpidato dalam sesi pembahasan Solusi Dua Negara untuk Palestina. Sehari kemudian, pada Selasa (23/9/2025), Prabowo akan mengikuti debat umum SMU PBB.
Dalam kesempatan itu, Prabowo mendapat giliran ketiga berpidato. Giliran pertama adalah Brasil, sesuai tradisi SMU PBB sejak 1955. Delegasi Brasil dipimpin oleh Presiden Inacio Lula da Silva. Di urutan kedua selaku tuan rumah adalah Presiden AS Donald Trump.
Dalam rombongan penyambut presiden terdapat sejumlah mahasiswa Indonesia. Salah satunya adalah Glory Lamria yang kuliah di jurusan teknik manajemen Universitas Columbia.
”Pertama-tama, tentunya para mahasiswa bangga presiden Indonesia akhirnya hadir lagi di SMU PBB setelah 10 tahun absen,” katanya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/20/f416d987-0fc7-4d5c-afe7-3a6a2fd70fc3_jpg.jpg)
Namun, mahasiswa juga mengungkapkan kekhawatiran mereka. Ada persoalan mengenai tindakan Pemerintah AS memburu imigran ilegal. Para agen Badan Imigrasi dan Cukai kerap melakukan razia dan menangkapi orang-orang yang dianggap tidak mirip warga AS.
Persoalan berikutnya ialah persyaratan Pemerintah AS untuk para pelamar visa bekerja H1-B. Perusahaan yang mempekerjakan profesional asing ini wajib membayar biaya 100.000 dollar AS per kepala kepada Pemerintah AS.
”Kami akan kalah bersaing karena perusahaan AS akan memilih mempekerjakan pekerja lokal saja, bukan profesional asing walaupun lulusan kampus di AS,” kata Glory.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/20/326a9edf-2194-4a2a-92a2-52c0b9117573_jpg.jpg)
Hal ketiga, lanjut Glory, ialah penguatan perwakilan kedutaan dan konsulat jenderal Indonesia di AS. Epidemi penyalahgunaan senjata api sangat mengkhawatirkan diaspora Indonesia.
Menurut Glory, harus ada penguatan perwakilan Indonesia. Komunitas diaspora juga harus digandeng, terutama jika ada orang yang membutuhkan pendampingan hukum.
”Diaspora negara lain memiliki dukungan dari komunitas, termasuk urusan legal. Indonesia karena memiliki diaspora yang sedikit belum memiliki jaringan seperti itu,” tuturnya.
Penulis:
Laraswati Ariadne Anwar, dari New York, Amerika SerikatEditor:
Nur HidayatiPenyelaras Bahasa:
Nur Adji