Pramono: Kritik adalah Vitamin bagi Saya dan Bang Doel

Pramono Anung dan Rano Karno membuka ruang bagi masukan, saran, dan kritik. Sebab, hal itu merupakan vitamin dalam membangun Jakarta.

20 Feb 2025 14:30 WIB · Metro

Oleh Fransiskus Wisnu Wardhana Dhany

JAKARTA, KOMPAS — Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta 2025-2030 Pramono Anung-Rano Karno membuka ruang kritik seluas-luasnya selama masa kepemimpinannya. Kritik adalah vitamin dalam membangun pemerintahan.

Pramono-Rano resmi menjabat gubernur dan wakil gubernur setelah serah terima jabatan dari Penjabat Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi di Balai Kota Jakarta, Kamis (20/2/2025) siang.

Menurut Pramono, Teguh meninggalkan jejak penting selama 4 bulan 2 hari memimpin Jakarta. Ia menjalin hubungan yang baik dengan media massa melalui Jakarta Update sebagai kontrol sosial.

”Pak Teguh tinggalkan banyak hal. Hubungan baik dengan media akan kami teruskan dengan membuka ruang masukan, saran, dan kritik karena itu vitamin bagi saya dan Bang Doel (Rano) dalam membangun pemerintahan,” kata Pramono seusai melepas Teguh dari Balai Kota Jakarta.

Jakarta Update merupakan pertemuan dengan media massa untuk membahas isu ataupun masalah perkotaan. Pertemuan menghadirkan organisasi perangkat daerah terkait isu yang dibahas.

Teguh juga memuluskan transisi kepemimpinan. Ini khususnya dalam pembahasan program prioritas Pramono-Rano di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Gubernur dan wakil gubernur baru itu berjanji akan mewujudkan 40 program hasil terbaik cepat (quick wins) dalam 100 hari pertama kepemimpinan. Program yang dijanjikan selama kampanye antara lain Kartu Jakarta Pintar, Jakarta Sehat, pemutihan tunggakan ijazah, menyiapkan pembangunan balai rakyat, menambah CCTV (kamera pemantau), uji coba sekolah swasta gratis, dan taman di lima wilayah buka 24 jam.

”Akan kami wujudkan dalam 100 hari pertama. Persoalan riil di masyarakat, seperti apa yang disampaikan saat kampanye,” kata Pramono.

Ia memastikan program prioritasnya tidak akan terhambat efisiensi anggaran. Sebab, hal tersebut sudah dibahas oleh Teguh dan tim transisi.

Quote

Kami dukung efisiensi dan memperbaiki kinerja Jakarta melalui kerja sama dengan DPR.

Selain itu, internal Pramono-Rano akan menghemat anggaran demi mulusnya janji selama kampanye. Misalnya, makanan saat rapat tidak perlu yang mewah, cukup rebusan saja.

”Kami dukung efisiensi dan memperbaiki kinerja Jakarta melalui kerja sama dengan DPRD,” ujar Pramono.

Pemprov DKI Jakarta menjawab isu-isu perkotaan di Balai Kota Jakarta, Senin (17/2/2025).

Efisiensi anggaran

Jakarta akan menghemat anggaran sebesar Rp 1,54 triliun setelah penyisiran alokasi belanja sesuai instruksi Presiden. Efisiensi ini berlaku setelah pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan saat tahun berjalan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah DKI Jakarta Michael Rolandi Cesnanta Brata saat Jakarta Update atau Pemprov DKI Jakarta menjawab isu-isu perkotaan di Balai Kota Jakarta, Senin (17/2/2025).

Diketahui, APBD Jakarta 2025 mencapai Rp 91,34 triliun. Anggaran ini telah disisir untuk efisiensi.

”Sudah kami tandai dan nanti eksekusinya pada APBD Perubahan dengan nilai efisiensi mencapai Rp 1,54 triliun,” ucap Rolandi.

APBD Perubahan adalah penyesuaian rencana keuangan tahunan pemerintah daerah yang telah ditetapkan sebelumnya. Perubahan ini dilakukan untuk menyesuaikan capaian target kinerja.

Rolandi menyebut, efisiensi antara lain untuk belanja kegiatan seremonial, kajian, percetakan, publikasi, seminar, dan studi banding. Kemudian, mengurangi belanja perjalanan dinas, membatasi belanja honorarium, dan mengurangi belanja yang bersifat pendukung.

Pemprov DKI Jakarta akan memfokuskan alokasi anggaran pada target kinerja pelayanan publik, selektif dalam pembelian hibah, dan menyesuaikan belanja yang bersumber dari dana transfer ke daerah dari pemerintah pusat.


Kerabat Kerja

Penulis:

Fransiskus Wisnu Wardhana Dhany
 | 

Editor:

Siwi Yunita Cahyaningrum
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra