Meski rangkap jabatan sebagai Menpora, Erick Thohir tetap bisa memimpin PSSI.
25 Sep 2025 11:37 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan tidak mempersoalkan terkait posisi Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau PSSI Erick Thohir yang kini memegang jabatan juga sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. Alasannya, Erick Thohir sudah menunjukkan diri sebagai seorang yang multitalenta.
”Dia bisa melakukan banyak hal dengan sempurna. Apa yang dilakukannya untuk federasi sepak bola, apa yang dilakukannya di pemerintah, apa yang akan dilakukannya untuk olahraga di Indonesia (telah membuktikan),” ujar Infantino seusai Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungannya di New York, Amerika Serikat, Rabu (24/9/2025) waktu setempat.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyambut kehadiran Infantino, kemudian keduanya bersama-sama menuju ruang pertemuan. Dalam pertemuan, Presiden Prabowo didampingi putranya, Ragowo Hediprasetyo atau lebih kerap dipanggil Didit, serta Menteri Luar Negeri Sugiono. Infantino juga memberikan vandel FIFA kepada Presiden Prabowo sebagai kenang-kenangan di akhir acara.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/25/432d4581410211eb08bbebcc313ecabc-cropped_image.jpg)
Selain kiprah Erick, Infantino juga menyebut Erick sebagai koleganya, sebagai anggota Komite Olimpiade Internasional. Karena itu, Infantino berharap bisa terus bekerja sama dengan Indonesia dan Erick Thohir yang disebutnya bukan saja teman baik, tetapi juga seorang yang sangat kompeten yang akan membawa Indonesia lebih baik.
Erick dilantik Presiden Prabowo sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) pada 17 September 2025. Dia meninggalkan posnya di Kementerian BUMN dan beralih ke Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Pelantikan ini menimbulkan pertanyaan apakah Erick akan mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PSSI. Erick sendiri tak menjawab pasti saat itu. Dia mengatakan masih menantikan proses di FIFA. ”FIFA sebagai badan olahraga (sepak bola) tertinggi di dunia nanti mereka yang akan (menentukan),” tutur Erick seusai pelantikan.
Namun, pada Senin (22/9/2025), kepastian muncul. Erick mengatakan sudah mendapatkan surat FIFA yang menyatakan secara statuta dan rekam jejaknya di sepak bola selama ini, tidak ada benturan kepentingan. Oleh karena itu, Erick bisa tetap memimpin federasi sepak bola Indonesia sampai tahun 2027.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/04/06/615f2f6a-ad9f-4cc2-958d-f0ac0134de7f_jpg.jpg)
Tak sebatas soal status Erick yang rangkap jabatan, Infantino juga angkat suara soal kemungkinan Indonesia berlaga di Piala Dunia. Menurut dia, Indonesia akan menghadapi sejumlah pertandingan berat. Namun, selama ini, bahkan tidak ada yang berani memimpikan Indonesia bisa bermain di dua pertandingan krusial pada kualifikasi Piala Dunia.
”Piala Dunia tentu menjadi yang paling penting, baik bagi setiap pemain maupun setiap penggemar. Jadi, saya berharap yang terbaik untuk Indonesia,” tambahnya.
Adapun dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo, Infantino menjelaskan, pembahasan seputar perkembangan sepak bola Indonesia sekaligus memperkuat komitmen kerja sama antara Indonesia dan FIFA. Infantino pun menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Presiden Prabowo terhadap dunia sepak bola.
”Saya merasa terhormat dan sangat senang dapat bertemu dengan Presiden Indonesia. Beliau adalah sahabat besar sepak bola, seorang pemimpin yang memegang teguh kata-katanya. Apa yang telah dan sedang beliau lakukan untuk sepak bola di negara sepak bola yang hebat seperti Indonesia sungguh unik,” ujarnya kepada wartawan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/25/fe312873-7b35-449f-8f24-9a68277f8878_jpg.jpg)
Dia menambahkan, Pemerintah Indonesia telah melakukan lompatan besar dalam pengembangan sepak bola nasional mulai dari putra, putri, kelompok usia muda, hingga senior. Hal ini dinilainya luar biasa.
Apalagi, lanjut Infantino, olahraga ini telah menyentuh hati dan emosi rakyat Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. ”Di dunia, negara inilah yang telah membuat kemajuan terbesar dalam waktu sesingkat itu. Terima kasih kepada rakyat, terima kasih kepada Presiden, terima kasih atas investasinya, terima kasih atas semangat setiap orang Indonesia,” katanya.
Karena itulah, FIFA akan terus mendukung sepak bola Indonesia. ”Itu sebabnya saya di sini, itu sebabnya FIFA, kami, akan terus mendukung, berinvestasi, dan menjadi bagian Indonesia,” ujarnya.
Salah satu dukungannya dilakukan melalui keberadaan kantor regional FIFA di Jakarta. Tidak hanya itu, FIFA juga berharap dapat memperkuat kolaborasi dengan Indonesia sebagai mitra penting dalam pengembangan sepak bola global.
”Kami berharap dapat melanjutkan kolaborasi yang fantastis ini untuk Indonesia, untuk seluruh ASEAN, untuk Asia, dan untuk seluruh dunia. Kita bersatu. Ini juga merupakan diskusi kami dengan Presiden. Kita ingin menyatukan dunia dan Indonesia memainkan peran penting dalam hal itu,” tutur Infantino.
Penulis:
Nina SusiloEditor:
A. Ponco AnggoroPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto