PERANG

Presiden Iran Minta Maaf kepada Negara Tetangga, Trump Tidak Tertarik Negosiasi

Lebih dari sepekan, perang Iran melawan AS dan Israel telah menewaskan lebih dari 1.500 orang. Trump mengancam akan melancarkan serangan lebih keras.

08 Mar 2026 09:55 WIB · Internasional

AFP/Ryan Lim

Oleh Tatang Mulyana Sinaga

TEHERAN, MINGGU — Presiden Iran Masoud Pezeshkian meminta maaf kepada negara-negara tetangganya atas serangan rudal dan pesawat nirawak di kawasan Teluk. Sementara Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan akan menyerang Iran lebih keras dan tidak tertarik dengan negosiasi.

Perang Iran melawan AS dan Israel telah berlangsung lebih dari sepekan. Setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur, Iran terus melancarkan serangan balasan ke Israel dan aset-aset AS di sejumlah negara Teluk. Serangan itu diprotes sejumlah negara.

Kantor berita Associated Press, Minggu (8/3/2026), melaporkan, Pezeshkian meminta maaf atas serangan ke negara tetangganya. Ia mengatakan, Iran berupaya menjaga persahabatan dengan pemerintah regional di Teluk berdasarkan hubungan bertetangga yang baik dan penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah.

Asap membumbung dari Pelabuhan Jebel Ali menyusul laporan serangan Iran di Dubai, Uni Emirat Arab, Minggu (1/3/2026). Serangan Iran terjadi setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang berkuasa sejak 1989 tewas dalam gelombang awal serangan besar Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026).

”Saya secara pribadi meminta maaf kepada negara-negara tetangga yang terkena dampak tindakan Iran,” ujarnya, Sabtu.

Pezeshkian menyebutkan, Dewan Kepemimpinan Sementara Iran telah menyetujui penangguhan serangan terhadap negara-negara tetangga, kecuali wilayah negara itu digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Iran lebih memilih diplomasi dan tidak mencari konfrontasi dengan pemerintah regional di Teluk.

Setelah Khamenei terbunuh oleh serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari lalu, kepemimpinan Iran dikendalikan oleh Dewan Kepemimpinan Sementara yang terdiri dari Pezeshkian, Ketua Mahkamah Agung Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, dan ulama senior dari Dewan Penjaga Konstitusi Alireza Arafi. Saat ini, Majelis Pakar Iran sedang berproses untuk memilih pemimpin tertinggi yang baru.

Kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan, Pezeshkian menekankan agar musuh-musuh negara itu tidak berharap Iran akan menyerah. Ia pun menyerukan persatuan nasional agar rakyatnya bersatu untuk membela tanah air mereka dengan kekuatan penuh.

Iranian President Masoud Pezeshkian speaks during a ceremony commemorating the death anniversary of the late commander of the Iran's Revolutionary Guard expeditionary Quds Force, Gen. Qassem Soleimani, who was killed in a U.S. drone attack in 2020 in Iraq, at the Imam Khomeini grand mosque in Tehran, Iran, Thursday, Jan. 1, 2026. (AP Photo/Vahid Salemi)

”Gagasan penyerahan tanpa syarat adalah mimpi yang harus dikubur oleh musuh-musuh Iran,” katanya.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani mengatakan, AS dan sekutunya telah gagal menghancurkan Iran. Ia juga menampik tuduhan AS yang mengklaim Iran mengalami disintegrasi. Ia menegaskan, rakyat Iran tidak akan bekerja sama dengan kekuatan asing mana pun yang bertujuan memecah belah negara tersebut.

”Para pemimpin kami bersatu dan tidak memiliki perbedaan pendapat satu sama lain. Kami tidak memiliki perpecahan dalam memerangi Israel dan AS,” ucapnya.

Quote

Gagasan penyerahan tanpa syarat adalah mimpi yang harus dikubur oleh musuh-musuh Iran.

Peringatan Trump

AS dan Israel belum mengendurkan serangannya ke Iran. Trump bahkan mengancam akan lebih banyak lagi petinggi Iran yang menjadi sasaran serangan. ”Hari ini Iran akan diserang dengan sangat keras,” ujarnya.

Terkait tewasnya enam tentara AS dalam serangan drone Iran di Kuwait, Trump mengatakan, para prajurit itu pahlawan besar bagi negaranya.

Trump menjelaskan, AS akan mempertahankan pengaruhnya yang signifikan atas Iran. Ia juga tidak berupaya untuk bernegosiasi dengan kepemimpinan Iran saat ini. Trump mengatakan tidak akan bernegosiasi dengan Iran jika tidak ada penyerahan tanpa syarat dari negara itu.

TOPSHOT - This official White House photograph taken on March 1, 2026 and released on March 2, 2026 on the White House X account shows US President Donald Trump overseeing "Operation Epic Fury" activity against Iran from Mar-a-Lago in Palm Beach, Florida. US President Donald Trump warned that his attack on Iran could extend longer than a month, as the war spread on March 3 with Israel bombarding Lebanon and Tehran targeting US allies in the Gulf, including drones hitting the US embassy in Saudi Arabia. (Photo by Daniel TOROK / The White House / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / THE WHITE HOUSE / DANIEL TOROK" - HANDOUT - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

”Mereka ingin berdamai. Kami tidak berupaya untuk berdamai,” ucapnya. Trump menggambarkan operasi militer AS di Iran sebagai ”ekskursi”. Terkait dampaknya terhadap kenaikan harga minyak, ia mengklaim hal itu akan membaik setelah konflik berakhir.

Menurut Trump, pasukan Kurdi telah bersedia membantu untuk menggulingkan Pemerintah Iran. Basis Kurdi di Irak juga menjadi sasaran serangan Iran. Pasukan ini disebut siap menyerang Iran melalui jalur darat.

Trump menolak kemungkinan pasukan Kurdi terlibat dalam perang melawan Iran. ”Perang ini sudah cukup rumit tanpa harus melibatkan Kurdi,” kata Trump.

Infografik Serangan AS-Israel ke Iran

Di tengah perang yang masih berkecamuk, Pemerintah AS menyetujui penjualan senjata senilai 151 juta dolar AS kepada Israel. Serangan udara AS dan Israel terus menghantam Teheran dan Beirut yang menjadi basis kelompok Hizbullah di Lebanon.

Hingga hari kesembilan perang, korban tewas telah mencapai 1.230 orang di Iran, lebih dari 290 orang di Lebanon, dan belasan orang di Israel. Sebanyak enam tentara AS juga dilaporkan tewas.

Militer Israel menyebutkan, Iran telah meluncurkan lebih banyak rudal ke Israel. Mereka memerintahkan penduduk di seluruh negeri, termasuk Jerusalem dan Tel Aviv, untuk mencari tempat perlindungan.

An explosion is seen as an Iranian missile directly hits a building in Tel Aviv, Israel, Saturday, Feb. 28, 2026. (AP Photo/Tomer Neuberg)

Negara Teluk cegat drone

Sejumlah negara Teluk menyatakan telah mencegat lebih banyak rudal dan pesawat nirawak dalam beberapa hari terakhir. Mereka memperingatkan Iran untuk menghentikan serangan ke negara tetangganya karena telah menimbulkan kerusakan dan korban di sejumlah tempat.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyebutkan, sebuah drone dicegat dan dihancurkan di sebelah timur ibu kota Riyadh. Iran menegaskan, serangan mereka bukan menyasar kepentingan negara Teluk, melainkan pangkalan militer dan aset AS lainnya yang terletak di kawasan.

Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan, Iran telah meluncurkan 16 rudal balistik dan 121 pesawat nirawak ke wilayahnya. Namun, hanya dua pesawat nirawak yang mengenai sasaran.

A cyclist watches as a projectile falls over Dubai on February 28, 2026. AFP correspondents heard a loud explosion in Dubai on February 28 and one of them saw a plume of smoke rising from the city. The explosions came in the wake of wide-ranging Iranian attacks on the Gulf, in retaliation for US and Israel strikes on Iran. (Photo by AFP)

Dilansir dari Al Jazeera, Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed al-Nahyan mengatakan siap menghadapi ancaman seiring berlanjutnya serangan Iran. Salah satu serangan Iran di negara UEA menyasar Konsulat AS di Dubai.

”UEA memiliki kulit tebal dan daging yang keras. Kami bukan mangsa yang mudah,” ujarnya.

Sementara Jordania mengklaim diserang dengan 119 rudal dan drone sejak AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran sejak lebih dari seminggu lalu. Sebagian besar korban mengalami luka ringan akibat pecahan peluru. (AP/REUTERS/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Tatang Mulyana Sinaga
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji