Peresmian satuan baru dan pelantikan sejumlah pemimpin di lingkungan TNI diharapkan dapat memperkuat soliditas internal serta pertahanan negara.
10 Agt 2025 16:33 WIB · Politik & Hukum
Momentum Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pasukan Khusus TNI AD Batujajar, Jawa Barat, tidak hanya menjadi ajang untuk meresmikan 162 satuan baru. Dalam acara yang digelar, Minggu (10/8/2025) tersebut, Presiden Prabowo Subianto juga melantik sejumlah perwira tinggi untuk mengisi jabatan-jabatan baru di TNI.
Pelantikan ini merupakan tindak lanjut penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 84 Tahun 2025 tentang Susunan Organisasi TNI yang merevisi Perpres No 66/2019. Perpres baru mengatur 420 jabatan diisi oleh perwira tinggi TNI, bertambah 49 dari perpres sebelumnya yang berjumlah 371 jabatan.
Sejumlah jabatan, termasuk pimpinan satuan baru, diresmikan Presiden di Pusdiklatpassus Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. Lantas, siapa saja perwira tinggi yang mendapat kepercayaan itu?
Salah satu perwira tinggi yang dilantik Presiden Prabowo adalah Jenderal Tandyo Budi Revita. Lulusan Akademi Militer tahun 1991 tersebut mengisi jabatan yang selama 25 tahun terakhir kosong, yakni Wakil Panglima TNI. Sebelum dilantik sebagai Wakil Panglima TNI, Tandyo menjabat Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/10/919299db-6894-4e22-8125-45b973c0179f_png.png)
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga melantik empat perwira tinggi TNI untuk menempati pimpinan dalam satuan baru. Letnan Jenderal Djon Afriadi, salah satunya. Ia dilantik sebagai Panglima Komando Pasukan Khusus.
Kemudian, Letnan Jenderal Marinir Endi Supardi yang sebelumnya menjabat Komandan Marinir diangkat sebagai Panglima Korps Marinir. Sementara, Marsekal Madya Deny Muis yang sebelumnya adalah Komandan Pasukan Gerak Cepat (Dankopasgat) diangkat sebagai Panglima Korps Pasukan Gerak Cepat. Adapun Marsekal Madya Andyawan Martono Putra dilantik sebagai Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional.
Selain itu, Prabowo juga melantik tiga kepala badan di Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Untuk Kepala Badan Logistik Pertahanan, Presiden melantik Marsekal Madya Yusuf Jauhari yang semula merupakan Kepala Badan Sarana dan Pertahanan. Kemudian, Mayjen Gabriel Lema yang semula Asisten Operasi Panglima TNI diangkat menjadi Kepala Badan Cadangan Nasional.
Ada pula Laksamana Muda Supo Dwi Diantara yang sebelumnya menjabat Dirjen Perencanaan Pertahanan Kemhan menjadi Kepala Badan Pemeliharaan dan Perawatan.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga telah melantik perwira tinggi untuk mengisi jabatan enam Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) baru. Mayor Jenderal Agus Hadi Waluyo yang sebelumnya menjabat sebagai Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Medan dilantik sebagai Pangdam XIX/Tuanku Tambusai.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/10/c0530474-dab5-431b-b1ea-9226aa59f550_jpg.jpg)
Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol diisi oleh Mayjen TNI Arief Gajah Mada yang sebelumnya menjabat Asisten Personel KSAD. Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Kristomei Sianturi diangkat sebagai Pangdam XXI/Radin Inten. Kemudian, jabatan Pangdam XXII/Tambun Bungai dipercayakan kepada Mayjen Zainul Arifin yang sebelumnya menjabat Wakil Rektor Universitas Pertahanan.
Presiden juga melantik Mayjen Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar yang sebelumnya menjabat Asisten Latihan KSAD sebagai Pangdam XXIII/Palaka Wira. Terakhir, Mayjen TNI Lucky Avianto dilantik sebagai Pangdam XXIV/Mandala Trikora.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo memerintahkan agar panglima, komandan, dan orang-orang yang telah dipilih sebagai pemimpin harus berada di barisan terdepan untuk menjadi contoh. Mereka harus berada di tempat paling berbahaya dan tempat paling kritis. Tidak boleh ada komandan pasukan yang memimpin dari belakang.
”Saya titip saudara-saudara sekalian jaga pasukanmu sebaik-baiknya. Bina anak buahmu sebaik-baiknya, anak buahmu adalah bagaikan anak kandungmu sendiri. Pimpin dengan baik, jaga mereka dengan baik, latih mereka dengan baik, latih mereka dengan keras tapi tidak dengan kekejaman,” kata Presiden.
Kepada seluruh prajurit TNI, Prabowo juga mengingatkan bahwa mereka adalah tentara rakyat. Mereka lahir dari rakyat sehingga TNI merupakan anak kandung rakyat. TNI harus mengabdi untuk rakyat, membela rakyat, dan harus siap mati demi rakyat. Hubungan dengan rakyat juga harus berlangsung harmonis karena Indonesia memiliki pertahanan rakyat semesta.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani yang hadir dalam upacara tersebut berharap jajaran pimpinan baru TNI dapat memperkuat soliditas internal. Para perwira tinggi harus mampu meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai tantangan pertahanan nasional, baik dari dalam negeri maupun dinamika global.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/10/fe36224f-4c9f-4b64-9762-a688a6104aa5_jpg.jpg)
”Dengan pelantikan jajaran pimpinan TNI yang baru, saya berharap TNI semakin solid, profesional, dan siap menghadapi berbagai tantangan,” katanya.
Di tengah situasi dunia yang diliputi konflik, lanjut Puan, TNI harus menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan nasional. Namun, TNI harus tetap mengedepankan semangat perdamaian. DPR akan terus mendukung TNI dalam penguatan sektor pertahanan.
Lebih jauh, kekuatan TNI tidak hanya terletak pada teknologi atau kekuatan persenjataan. Dedikasi dan integritas para prajurit yang menjaga keutuhan NKRI juga menjadi kekuatan bagi TNI dalam menjaga keamanan nasional.
”Kekuatan militer bukan hanya ditentukan oleh alutsista, melainkan juga oleh integritas dan semangat pengabdian prajurit kepada bangsa dan negara. Kita harus memastikan bahwa TNI tetap menjadi institusi yang dipercaya rakyat,” kata Puan.
Penulis:
Iqbal BasyariEditor:
Anita YossiharaPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari