Presiden Prabowo Belum Tanda Tangani Pengunduran Diri Hasan Nasbi

Meski telah menerima surat pengunduran diri Kepala PCO Hasan Nasbi, Presiden Prabowo Subianto masih memerlukan waktu untuk mempelajarinya.

29 Apr 2025 23:02 WIB · Politik & Hukum

Oleh Kurnia Yunita Rahayu

JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto telah menerima laporan pengunduran diri Hasan Nasbi dari jabatan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan. Namun, Presiden belum menandatangani surat persetujuan pengunduran diri Hasan karena ingin mempelajarinya terlebih dulu.

Menteri Sekretaris Negara yang juga Juru Bicara Presiden Prasetyo Hadi menyampaikan hal itu, di Jakarta, Selasa (29/4/2025).

Dengan demikian, Prasetyo menekankan, Istana belum sampai pada tahap mencari pengganti Hasan.

Pengunduran diri  Hasan disampaikan melalui akun media sosial Total Politik, Selasa (29/4/2025). ”Teman-teman semua, hari Senin tanggal 21 April 2025 adalah hari terakhir saya menjalani aktivitas di Kantor Komunikasi Kepresidenan. Itu sebabnya hari itu diabadikan. Saya meminta adik-adik dari Total Politik mendokumentasikan aktivitas terakhir saya,” katanya.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi berbincang dengan awak media di Jakarta, Rabu (23/4/2025).

Hasan beberapa kali menyampaikan bahwa akan mengundurkan diri apabila sudah tak mampu mengatasi persoalan. Namun, tidak dijelaskan persoalan apa yang tidak mampu lagi ia atasi.

”Sudah pernah saya sampaikan kepada khalayak bahwa kalau ada sesuatu yang sudah tidak bisa lagi saya atasi atau kalau ada persoalan yang sudah di luar kemampuan saya, maka tidak perlu ribut-ribut, tidak perlu heboh-heboh, kita pun harus tahu diri dan kemudian mengambil keputusan untuk menepi. Maka pada hari ini, 21 April 2025, sepertinya saat itu sudah tiba,” katanya.

Surat pengunduran diri Hasan ditandatangani hari Senin dan dikirimkan kepada Presiden melalui Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet. Ia pun menegaskan, keputusannya tidak tiba-tiba ataupun emosional.

”Kesimpulan saya sudah sangat matang bahwa sudah saatnya menepi ke luar lapangan dan duduk di kursi penonton, memberikan kesempatan kepada figur yang lebih baik untuk menggantikan posisi bermain di lapangan,” katanya.

Kepala Kantor Komunikasi Presiden Hasan Nasbi saat berkunjung ke Kantor Redaksi Harian Kompas/Kompas.id di Jakarta, Selasa (3/9/2024). Dalam pertemuan itu ia ditemui oleh Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas Paulus Tri Agung Kristanto dan jajarannya. Kunjungan itu dalam rangka silaturahmi. Kompas/Wisnu widiantoro 3/09/2024

Dalam tayangan hari terakhirnya bekerja itu, Hasan menyebut pilihan ini adalah jalan terbaik yang dipikirkan dalam suasana yang amat tenang dan demi kebaikan komunikasi pemerintah di masa yang akan datang. Selain mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang sudah memberikan kepercayaan kepadanya untuk menjadi bagian dari anggota Kabinet Merah Putih, dia juga memohon maaf.

Ia berkomitmen akan membantu apabila diminta pada masa transisi kepemimpinan di Kantor Komunikasi Kepresidenan. ”Jika dibutuhkan, sekali lagi jika dibutuhkan, saya pun dengan senang hati membantu proses transisi tersebut,” tambahnya.

Pengumuman ini dikonfirmasi Hasan Nasbi. Kabar pengunduran dirinya itu sesungguhnya sudah terdengar sejak 16 April. Namun, pengajuannya ditolak dalam rapat dengan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Disebutkan pengunduran diri ini terjadi akibat seretnya anggaran untuk institusi Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO). Tak hanya itu, Kepala PCO pun relatif tak pernah dilibatkan dalam rapat-rapat di Istana. Dalam pantauan Kompas, Kepala PCO biasanya turut hadir dalam Sidang Kabinet Paripurna.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi memberikan keterangan pers usai menghadiri rapat terbatas tentang kebijakan subsidi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (30/10/2024).

Isu penggantian kepala PCO mulai muncul setelah publik menilai komunikasi pemerintah buruk. Sosok Hasan pun menjadi kontroversi setelah memberikan tanggapan yang dinilai publik tidak empatik terhadap teror kepada sebuah media massa.

Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan bahwa partainya menghormati keputusan pribadi Hasan. ”Saya enggak tahu pertimbangannya apa, tetapi yang jelas kami menghormati keputusan apa pun yang dibuat Mas Hasan,” ujarnya.

Terkait kemungkinan adanya reshuffle atau pergantian pejabat di PCO, Dahnil mengaku belum mendapat informasi langsung dari Presiden Prabowo. Namun, ia menegaskan bahwa Presiden tengah melakukan evaluasi terhadap pola komunikasi pemerintahan.

”Tentu, yang pertama, harus sesuai kebutuhan Presiden. Pak Presiden yang paling tahu pola komunikasi seperti apa yang ingin dibangun. Dan, memang salah satu koreksi dari Presiden adalah masalah komunikasi,” kata Dahnil.

Dahnil Simanjuntak menyambengi kediaman Prabowo Subianto di Kartanegara, Jakarta Selatan, Senin (22/4/2024).

Menurut dia, Presiden Prabowo menginginkan pola komunikasi yang lebih jelas dan sensitif terhadap kondisi publik. ”Presiden meminta semua anggota kabinet menyampaikan komunikasi yang baik kepada publik, jangan sampai multitafsir dan kurang sense of sensitivity. Komunikasi harus simpati dan empati. Itu yang disampaikan oleh Presiden,” ujar Dahnil.

Saat ditanya apakah sudah ada tokoh pengganti Hasan Nasbi atau kemungkinan jabatan tersebut ditiadakan, Dahnil tidak memberikan jawaban pasti. Ia juga enggan berspekulasi soal apakah Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi akan merangkap sebagai Kepala PCO.

”Dalam kabinet, Mensesneg memang orang yang diberi otoritas oleh Presiden untuk menjelaskan beberapa hal, itu dari masa ke masa. Dulu ingat, ada Pak Moerdiono (Mensesneg era Presiden ke-2 RI Soeharto),” katanya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kurnia Yunita Rahayu
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto