Presiden Prabowo Berikan Pengarahan Tertutup di ”Town Hall” Danantara

Ketika dunia usaha dan masyarakat menantikan arahan Presiden Prabowo Subianto atas gerak Danantara dan BUMN, pertemuan ditutup untuk wartawan.

28 Apr 2025 16:56 WIB · Ekonomi

Oleh Nina Susilo, Dimas Waraditya Nugraha

JAKARTA, KOMPAS — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara menyelenggarakan pertemuan terbuka, Senin (28/4/2025). Namun, menjelang arahan Presiden Prabowo Subianto, semua wartawan diminta meninggalkan ruangan.

Acara yang disebut pertemuan terbuka atau town hall Danantara ini dihadiri Presiden Prabowo Subianto, CEO Danantara Rosan P Roeslani, COO Danantara Dony Oskaria, CIO Danantara Pandu Sjahrir, Ketua Dewan Pengawas Danantara Erick Thohir, Wakil Ketua Pengawas Danantara Muliaman Darmansyah Hadad, serta managing director dan anggota dewan komite Danantara Indonesia. Adapun peserta pertemuan ini, antara lain, para pejabat BUMN se-Indonesia.

Acara ini disebut akan berisi penyampaian arah strategis BPI Danantara. Dalam daftar acara pun, selain penyampaian pidato dari CEO Danantara Rosan Roeslani, terdapat arahan Presiden Prabowo yang dilanjutkan dengan tanya jawab.

Acara ini pun disebut pembawa acara sebagai forum koordinasi. Selain itu, acara ini diselenggarakan untuk menegaskan arah baru BUMN-BUMN se-Indonesia serta pertumbuhan ekonomi nasional.

CEO Danantara Rosan P Roeslani menyampaikan pidato di Town Hall (Pertemuan Terbuka) Danantara, JCC, Jakarta, Senin (28/4/2025). Namun, saat arahan Presiden Prabowo, wartawan diminta meninggalkan ruangan.

Dalam pidato pembuka, CEO Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Roeslani mengingatkan kepada seluruh peserta bahwa karakter pimpinan BUMN harus bersih menjiwai Pancasila, UUD 1945, kompeten dalam menghadapi semua tantangan yang ada, sehingga bisa benar-benar menjalankan fungsi layanan publik dengan baik.

”Tentunya, komitmen ini yang sangat penting karena komitmen mulia good governance, transparansi, akuntabilitas, integritas, dan juga taat peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Rosan mengatakan, per 21 Maret 2025, semua BUMN yang berjumlah 844 sudah resmi menjadi bagian dari Danantara. Sebagai badan pengelola investasi, Danantara menjadi bentuk kehadiran pemerintah untuk menjaga mekanisme pasar agar tetap sejalan dengan Pasal 33 UUD 1945 Ayat (1), yang menyatakan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.

Asas kekeluargaan dalam konteks ini berarti bahwa sistem ekonomi yang dibangun harus menekankan kebersamaan, gotong royong, dan kerja sama, serta tidak mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan bersama.

”Semoga kehadiran Danantara bisa memberikan asas manfaat positif tidak hanya perekonomian bangsa, tapi seluruh Tanah Air,” tutupnya.

Kepala Badan Pelaksana Danantara Indonesia (CEO) Rosan Roeslani (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan seusai peluncuran Danantara di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/2/2025). Rosan didampingi Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir (kanan) dan Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria (kiri).

Saat Presiden Prabowo menuju podium untuk menyampaikan arahannya, pembawa acara meminta semua wartawan keluar ruangan tanpa alasan jelas. Padahal, masyarakat ataupun dunia usaha tentu menantikan arahan Presiden dalam membawa BPI Danantara dan BUMN-BUMN untuk menuju Indonesia Emas.

Quote

Tentunya, komitmen ini yang sangat penting karena komitmen mulia good governance, transparansi, akuntabilitas, integritas, dan juga taat peraturan perundang-undangan.

Para petugas penghubung media dari BPI Danantara pun segera menyisir wartawan yang sedang bertugas meliput acara. Siaran langsung di kanal resmi Sekretariat Presiden yang sebelumnya sempat menampilkan pidato Rosan ataupun video-video pembuka, segera dihentikan.

Saat Kompas menanyakan alasan tertutupnya agenda ini, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo mengatakan masih akan mengecek lebih lanjut. ”Bukannya biasa gitu ya, terbuka pembukaan, lalu ada yang tertutup. Namanya juga acara pengarahan internal. Biasa, kan, pembukaan terbuka dulu. Coba kami check, ya,” jawabnya secara tertulis.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nina Susilo, Dimas Waraditya Nugraha
 | 

Editor:

C. Wahyu Haryo P
 | 

Penyelaras Bahasa:

Retma Wati