Presiden Prabowo: Kita  Dukung Palestina, tetapi jika Kita Lemah, Bagaimana Bisa Dukung Palestina?

Negara-negara D-8 memiliki potensi besar. Namun, persatuan diperlukan untuk memaksimalkan potensi, apalagi sebagai gerakan selatan global.

20 Des 2024 11:02 WIB · Internasional

Oleh Nina Susilo

JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto mengajak semua negara anggota kerja sama pembangunan negara-negara Muslim (Developing 8 Countries/D-8) untuk berkolaborasi, bersatu, bahkan tak sekadar blok ekonomi. Dengan demikian, D-8 mampu memperjuangkan tatanan global yang lebih adil berdasarkan hukum internasional, inklusivitas, keadilan, dan kemakmuran bersama.

Presiden Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-11 D-8 di Istana Kepresidenan New Administrative Capital, Kairo, Mesir, Kamis (19/12/2024) malam waktu Jakarta. KTT tersebut dibuka Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi sebagai Ketua D-8 periode ini.

Hadir pula dalam KTT Ke-11 D-8 kali ini antara lain Sekretaris Jenderal D-8 Isiaka Abdulqadir Imam, Sekjen Organisasi Kerja Sama Islam Hissein Brahim Taha, Sekjen Liga Negara-negara Arab Ahmed Aboul Gheit, Presiden Palestina Mahmoud Abbas, PM Lebanon Najib Mikati, PM Azerbaijan Ali Asadov, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Adapun Presiden Prabowo didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas, dan Duta Besar Republik Indonesia di Kairo Lutfi Rauf.

Para prmimpin negara D-8 memulau sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-11 D-8 di Istana Kepresidenan New Administrative Capital, Kairo, Mesir, Kamis (19/12/2024). Presiden Prabowo Subianto pun hadir.

Blok ekonomi terbesar ketiga

Prabowo dalam pidatonya menegaskan, kekuatan kolektif D-8 mampu mengubah dunia karena potensi D-8 sangat besar. ”Bersama-sama, D8 merupakan blok ekonomi terbesar ketiga di dunia, dengan total PDB sebesar 4,81 triliun dollar AS pada tahun 2023. PricewaterhouseCoopers memprediksi bahwa seluruh negara anggota D-8 akan berada di antara 25 ekonomi terbesar pada tahun 2050,” tuturnya dalam bahasa Inggris.

Potensi besar lain adalah sumber daya kelautan bersama negara-negara D-8. Dengan akses ke lautan utama dunia, seperti Samudra Atlantik, Mediterania, Hindia, dan Pasifik, lanjut Prabowo, seluruh negara D-8 memiliki posisi unik untuk mendapatkan manfaat dan sumber daya dari ekonomi biru.

Quote

Bersama-sama, D8 merupakan blok ekonomi terbesar ketiga di dunia, dengan total PDB sebesar 4,81 triliun dollar AS tahun 2023. PricewaterhouseCoopers memprediksi seluruh negara anggota D-8 akan berada di antara 25 ekonomi terbesar tahun 2050.

Karena itu, Prabowo menilai kolaborasi negara-negara D-8 sangat strategis. Namun, diperlukan kerja sama ekonomi dan integrasi yang kuat di antara negara-negara D-8, termasuk penerapan Perjanjian Perdagangan Preferensial, prosedur bea cukai yang lebih terintegrasi dan sederhana untuk perdagangan intra D-8, serta rantai nilai halal.

Tak hanya itu, Prabowo mendorong D-8 tak sekadar menjadi blok ekonomi. ”D-8 adalah gerakan global selatan. Oleh karena itu, kita juga harus terus memperjuangkan tatanan global yang lebih adil berdasarkan hukum internasional, inklusivitas, keadilan, dan kemakmuran bersama,” tuturnya.

Presiden Prabowo Subianto bersiap untuk sesi foto bersama para pemimpin negara D-8 di Kairo, Mesir, Kamis (19/12/2024).
Presiden Prabowo Subianto berfoto bersama para pemimpin negara D-8 di Kairo, Mesir, Kamis (19/12/2024).
Presiden Prabowo Subianto berfoto bersama para pemimpin negara D-8 di Kairo, Mesir, Kamis (19/12/2024).
Presiden Prabowo Subianto berfoto bersama para pemimpin negara D-8 di Kairo, Mesir, Kamis (19/12/2024).

Untuk itu, diperlukan representasi yang lebih besar dari negara-negara global selatan dalam proses pengambilan keputusan. D-8, lanjut Prabowo, harus bersatu. Dalam persatuan dengan mengabaikan perbedaan ini, kerja sama bisa dilakukan. Dengan demikian, kebaikan bersama bagi rakyat yang diutamakan.

Tanpa persatuan, tanpa integrasi, kita akan lemah. Dan jika kita lemah, kita akan dieksploitasi. Itulah hukum sejarah. Dalam semangat ini, Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat D-8,” tambah Prabowo.

Perbanyak anggota

Ke depan, Prabowo juga mendorong negara-negara D-8 untuk mempertimbangkan D-8 mengundang lebih banyak anggota untuk bergabung. Ini dinilainya akan memberi kekuatan baik kekuatan dalam jumlah maupun kekuatan dalam persatuan.

Quote

Kita mengatakan bahwa kita mendukung Palestina. Tapi jika kita lemah, bagaimana kita bisa mendukung Palestina?

”Mari kita menatap masa depan. Mari kita belajar dari masa kini. Sekali lagi, kita harus belajar dari situasi geopolitik yang terjadi di sekitar kita saat ini. Tanpa persatuan, tanpa mengatasi perbedaan, kita tidak bisa menjadi kuat. Kita mengatakan bahwa kita mendukung Palestina. Tapi jika kita lemah, bagaimana kita bisa mendukung Palestina?” tanyanya.

Prabowo pun mendorong negara-negara D-8 berkolaborasi mendorong pertumbuhan ekonomi, bekerja sama untuk mencapai kekuatan industri dan teknologi. Dengan demikian, dunia Muslim bisa menjadi dunia yang sejahtera dan mengatasi kemiskinan. ”Mari kita bersatu untuk menjadikan D8 sebagai katalisator perubahan positif, menjadi juara untuk aspirasi global selatan dan umat Muslim,” tambahnya.

Jabat tangan hangat

Di awal KTT, Presiden Prabowo yang tiba sekitar pukul 11.00 waktu setempat di Istana Kepresidenan New Administrative Capital, Kairo, langsung memasuki ruang perpustakaan untuk mengisi buku tamu kenegaraan. Presiden Prabowo kemudian diarahkan menuju Presidential Hall dan disambut langsung oleh Presiden Abdel Fattah El-Sisi.

Sembari berjalan mendekat, Prabowo memberi salam dengan menangkupkan kedua tangannya di dada. Keduanya kemudian saling berjabat hangat.

Presiden Prabowo menekankan persatuan negara-negara selatan global dalam sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-11 D-8 di Istana Kepresidenan New Administrative Capital, Kairo, Mesir, Kamis (19/12/2024).
Para prmimpin negara D-8 memulau sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-11 D-8 di Istana Kepresidenan New Administrative Capital, Kairo, Mesir, Kamis (19/12/2024). Presiden Prabowo Subianto pun hadir.
Presiden Prabowo menekankan persatuan negara-negara selatan global dalam sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-11 D-8 di Istana Kepresidenan New Administrative Capital, Kairo, Mesir, Kamis (19/12/2024).

Palestina dan Lebanon

Sebelum sesi pleno, para pemimpin negara dan pemimpin organisasi mengikuti sesi foto bersama. Pada momen ini, Prabowo tampak berdiri di antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif.

KTT D-8 ini mengangkat tema ”Investing in Youth and Supporting SME’s: Shaping Tomorrow’s Economy”. Di siang hari, dilangsungkan pula sesi spesial yang membahas mengenai situasi di Palestina dan Lebanon.

Dalam sambutan pembukaannya, Presiden El-Sisi menjelaskan, tema KTT dinilai penting karena saat ini investasi pada kaum muda adalah keharusan. Kaum muda disebutnya arsitek masa kini dan masa depan bangsa. Selain itu, tema ini pun terkait dengan penguatan UMK sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang.

Presiden El-Sisi juga menyebutkan tantangan berat yang dihadapi negara-negara berkembang mulai minimnya pendanaan, utang yang terus meningkat, kesenjangan digital, dan pengetahuan yang semakin lebar, angkat kemiskinan yang terus meningkat, serta kelaparan dan pengangguran di antara pemuda.

Untuk mengatasi kompleksitas tantangan ini, kerja sama yang lebih erat diperlukan. Inisiatif bersama di berbagai bidang, terutama komunikasi dan teknologi informasi, ekonomi digital, penerapan AI, pertanian, industri transformatif, energi baru terbarukan, serta UKM, perlu dilakukan. Berbagi pengetahuan dan pengalaman sukses juga bisa dilakukan untuk mewujudkan tujuan pembangunan yang berkelanjutan (SDGs).

”Mesir sepenuhnya siap untuk berbagi pengalaman sukses dengan negara-negara anggota terutama inisiatif ’Kehidupan Layak/Descent Life’ dan Takaful wa Karama serta proyek infrastruktur dan pembangunan perkotaannya,” tutur El-Sisi seperti dicantumkan pada situs Egypt State Information Service www.sis.gov.eg.

Presiden Turki Erdogan juga menggarisbawahi pentingnya kerja sama antarnegara anggota untuk menghadapi tantangan global yang terus meningkat. Solusi ekonomi yang inovatif diperlukan untuk mengatasi krisis saat ini.

Sementara Presiden Iran Masoud Pezeshkian menekankan pentingnya kerja sama dan kemitraan untuk melayani kepentingan negara-negara anggota.

Organisasi Kerja Sama Ekonomi D-8 terbentuk 1997 dengan Deklarasi Istanbul dengan tujuan memperkuat kerja sama antara Mesir, Bangladesh, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nina Susilo
 | 

Editor:

Suhartono .
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .