PENJAGA PERDAMAIAN

Presiden Prabowo Sampaikan Dukacita atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Di tengah kunjungan kenegaraan di Jepang dan Korea Selatan, Presiden Prabowo mengucapkan dukacita atas gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon melalui akun Instagram.

31 Mar 2026 17:57 WIB · Politik & Hukum

BPMI Sekretariat Presiden/Muchlis JR

Oleh Iqbal Basyari

Screenshot

JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia saat menjalankan tugas dalam misi perdamaian di Timur Tengah. Ucapan dukacita disampaikan melalui unggahan cerita di akun Instagram Prabowo, @prabowo, Selasa (31/3/2026) petang.

”Innalillahi waina ilaihi rajiun, turut berdukacita atas gugurnya Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadon saat menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah,” ujar Prabowo melalui Instastory akun resmi instagram @prabowo, Selasa (31/3/2026).

Adapun saat ini Presiden Prabowo Subianto baru saja selesai melaksanakan kunjungan kenegaraan di Jepang. Presiden dijadwalkan melanjutkan lawatannya ke Korea Selatan.

Quote

Indonesia menyerukan dilakukannya penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap fakta, termasuk kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab, dan menegaskan bahwa akuntabilitas penuh harus ditegakkan.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Jumat (20/3/2026).

Berdasarkan keterangan tertulis Badan Komunikasi Pemerintah, Presiden Prabowo juga memberikan penghormatan atas pengabdian dan pengorbanan ketiga prajurit yang gugur dalam menjalankan tugas negara. Pengabdian para prajurit tersebut merupakan bentuk dedikasi dan keberanian dalam menjaga perdamaian dunia sekaligus membawa nama baik Indonesia di kancah internasional.

Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas jasa dan pengorbanan para prajurit yang telah menjalankan tugas mulia demi perdamaian.

Lebih jauh, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menuntut penyelidikan menyeluruh atas serangkaian serangan di Lebanon yang mengakibatkan gugurnya personel penjaga perdamaian Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dalam dua hari berturut-turut.

Indonesia meminta penyelidikan dilakukan secara cepat, transparan, dan menyeluruh guna mengungkap fakta serta menetapkan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

”Indonesia menyerukan dilakukannya penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap fakta, termasuk kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab, dan menegaskan bahwa akuntabilitas penuh harus ditegakkan,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri melalui akun X.

Deretan karangan bunga berisi ucapan duka cita untuk keluarga almarhum Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon di area sekitar rumah duka di Dusun Ledok, Desa Sidorejo, Lendah, Kulon Progo, DI Yogyakarta, Selasa (31/3/2026). Farizal gugur saat bertugas di dekat Adchit Al Qusayr di Lebanon selatan akibat serangan artileri tidak langsung, dua hari sebelumnya. Pihak keluarga saat ini masih menunggu kepastian waktu pemulangan jenazah Farizal ke Tanah Air. Sebanyak tiga personel TNI yang tengah bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon gugur di Lebanon dalam kurun waktu dua hari terakhir. 

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko

Duka mendalam menyelimuti markas United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) saat bendera PBB, Merah Putih, dan bendera Lebanon berkibar setengah tiang. Penghormatan ini dilakukan menyusul gugurnya tiga prajurit TNI dalam dua insiden berbeda dalam waktu kurang dari 24 jam di tengah eskalasi konflik yang kian meruncing di daerah perbatasan.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia mengonfirmasi bahwa tragedi susulan terjadi pada Senin (30/3/2026) yang menimpa prajurit Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL. Insiden fatal tersebut terjadi saat Tim Escort Kompi B yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) tengah melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU).

Konvoi tersebut sedang dalam tugas memberikan dukungan logistik dari Markas Komando (Mako) Sektor Timur UNIFIL di United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1. ”Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, di mana terjadi ledakan pada kendaraan,” kata Aulia.

Peristiwa terbaru ini merenggut nyawa Kapten Zulmi Aditya Iskandar dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan. Selain korban jiwa, dua prajurit lainnya, yakni Letnan Satu Sulthan Wirdean Maulana dan Prajurit Kepala Deni Rianto, mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke Rumah Sakit St George di Beirut untuk penanganan medis intensif.

Infografik Serangan ke Pos UNIFIL di Lebanon

Gugurnya Kapten Zulmi dan Sersan Satu Ichwan menambah daftar kelam Kontingen Garuda setelah sebelumnya, pada Minggu (29/3/2026), Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon juga dinyatakan gugur dalam tugas. Dengan demikian, total ada tiga prajurit TNI gugur dalam rentetan serangan di wilayah penugasan.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintah sangat menyayangkan insiden yang menimpa tiga anggota penjaga perdamaian (UNIFIL). Sikap resmi pun telah disampaikan melalui Kementerian Luar Negeri kepada otoritas-otoritas terkait agar proses pengungkapan fakta segera dilakukan secara transparan.

”Mewakili Bapak Presiden, tentunya kami pemerintah menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Melalui Menteri Luar Negeri juga kemarin pemerintah telah menyampaikan sikap, termasuk menyayangkan kejadian ini sekaligus meminta kepada otoritas-otoritas terkait untuk melakukan investigasi,” ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan keterangan kepada wartawan sebelum mengikuti Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di SICC, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026].

Sebagai tindak lanjut, kata Prasetyo, Kementerian Sekretariat Negara telah melakukan koordinasi lintas sektoral bersama Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, dan Panglima TNI. Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan proses pemulangan jenazah ketiga prajurit berjalan lancar untuk segera diserahkan kepada pihak keluarga. Seluruh instansi terkait sedang mengerahkan upaya terbaik agar prosedur repatriasi dari wilayah misi di Lebanon tidak menemui kendala birokrasi yang berarti.

Selain itu, pemerintah menaruh perhatian besar kepada ribuan personel TNI yang masih bersiaga di lapangan. Instruksi khusus atau brifing telah diberikan agar anggota pasukan yang bertugas di daerah misi meningkatkan kewaspadaan mengingat dinamika keamanan yang tidak menentu.

Langkah ini dipandang krusial sebagai bentuk proteksi negara terhadap prajuritnya yang bertugas sebagai representasi perdamaian dunia. Pemerintah ingin memastikan setiap personel tetap menjalankan mandat dengan protokol keamanan yang paling ketat demi menghindari terulangnya tragedi serupa.

”Sekali lagi, tentunya kami merasa sangat kehilangan dan merasakan dukacita yang sangat mendalam,” ujar Prasetyo.


Kerabat Kerja

Penulis:

Iqbal Basyari
 | 

Editor:

Cyprianus Anto Saptowalyono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra