Presiden Prabowo Terima Bintang Tertinggi Pakistan, Nishan-e-Pakistan

Dalam kunjungan ke Pakistan, Presiden Prabowo Subianto menerima penghargaan dari Presiden Pakistan Asif Ali Zardari.

10 Des 2025 10:58 WIB · Politik & Hukum

BIRO PERS SEKERTARIAT PRESIDEN

Oleh Kurnia Yunita Rahayu, Nina Susilo

JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto menerima penghargaan Nishan-e-Pakistan dari Presiden Pakistan Asif Ali Zardari. Itu merupakan penghargaan tertinggi dalam Order of Pakistan yang diberikan sejak 1957 kepada warga atau tokoh asing yang berkontribusi krusial dalam lingkup nasional atau internasional.

Pemberian penghargaan dinilai sebagai jejak penting yang bisa menjadi modal politik dan kredit kepercayaan bagi Indonesia dalam peningkatan relasi kedua negara serta hubungan antarnegara di kawasan.

Penganugerahan Nishan-e-Pakistan berlangsung di Ruang Iqbal, Aiwan-e-Sadr, Selasa (9/12/2025). Presiden Zardari, didampingi Perdana Menteri Shehbaz Sharif, menyematkan bintang kehormatan tertinggi tersebut kepada Presiden Prabowo.

Nishan-e-Pakistan merupakan penghargaan tertinggi dalam Order of Pakistan dan mulai diberikan pada 19 Maret 1957. Biasanya penghargaan ini dianugerahkan kepada warga Pakistan atau tokoh asing yang berjasa istimewa dan berkontribusi penting di tingkat nasional dan internasional.

Presiden Prabowo Subianto usai menerima penghargaan tertinggi Nishan-e-Pakistan dari Presiden Asif Ali Zardari (kanan) di Pakistan, Selasa (9/12/2025) malam waktu setempat.

Pemerintah Indonesia menilai, penghargaan ini menunjukkan pengakuan Pemerintah Pakistan terhadap peran strategis Indonesia di kawasan Indo-Pasifik serta komitmen Presiden Prabowo dalam memperkuat hubungan kerja sama pertahanan, ekonomi, dan solidaritas dunia Islam.

Hal itu sekaligus menjadi simbol penghormatan atas hubungan historis Indonesia dan Pakistan yang telah terjalin sejak masa Presiden Sukarno serta akan memperkokoh kemitraan strategis kedua negara di tengah dinamika geopolitik global.

Sebelumnya, beberapa tokoh yang pernah menerima penghargaan ini antara lain Raja Jordan Abdullah II bin Hussein, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Emir Qatar Tamim bin Hamad al-Thani, dan Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah.

Penganugerahan Nishan-e-Pakistan dilakukan dalam kunjungan kehormatan Presiden Prabowo kepada Presiden Zardari di Aiwan-e-Sadr, Islamabad, Pakistan. Prabowo disambut langsung oleh Zardari saat tiba di kediaman dan kantor resmi Presiden Pakistan tersebut. Keduanya lalu berjalan berdampingan menuju ruang pertemuan di lantai empat Aiwan-e-Sadr. Sepanjang perjalanan, keduanya berbincang ringan mengenai hubungan persahabatan Indonesia–Pakistan.

Presiden Prabowo Subianto ketika berkunjung ke kediaman dan kantor Presiden Asif Ali Zardari (dua dari kiri) di Pakistan, Selasa (9/12/2025) malam waktu setempat.

Sebelum menaiki lift, seorang anak Pakistan memberikan buket bunga tangan kepada Presiden Prabowo. Di ruang pertemuan, kedua pemimpin memulai agenda resmi dengan pertemuan tête-à-tête. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo dan Presiden Zardari bertukar pandangan mengenai situasi di kawasan serta penguatan kemitraan kedua negara. 

Seusai tête-à-tête, agenda dilanjutkan dengan pertemuan bilateral kedua pemimpin bersama delegasi negara masing-masing. Pertemuan bilateral ini menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat hubungan yang saling menguntungkan untuk kesejahteraan rakyat kedua negara.

Sebelumnya, Presiden Prabowo juga bertemu Perdana Menteri (PM) Shehbaz Sharif di kediaman resmi PM Pakistan.

Dalam pertemuan tersebut, selain menyepakati kerja sama perdagangan dan mempercepat keseimbangan neraca perdagangan, Pakistan juga setuju untuk mengirimkan dokter, dokter gigi, serta profesor dan ahli terkait lainnya untuk mewujudkan harapan Prabowo mendidik banyak dokter dan dokter gigi.

Selain itu, Prabowo juga bertemu Kepala Staf Angkatan Darat dan Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan Field Marshall Syed Asim Munir di Islamabad.

Dalam keterangan resmi The Inter-Services Public Relations (ISPR), Humas Angkatan Bersenjata Pakistan merilis bahwa pertemuan membahas sejumlah isu yang menjadi kepentingan bersama, seperti keamanan regional dan kerja sama pertahanan bilateral. Selain itu, mereka menegaskan kembali komitmen untuk memperkuat hubungan yang sudah terjalin antarangkatan bersenjata kedua negara.

Jejak penting

Secara terpisah, pengajar Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia Agung Nurwijoyo melihat penganugerahan Nishan-e-Pakistan bukan ritual diplomatik biasa, melainkan simbol pengakuan atas hubungan kuat yang telah dijalin kedua negara.

Menurut dia, penghargaan ini juga memperlihatnya adanya konsolidasi hubungan historis kedua negara yang sudah terbangun lebih dari 70 tahun. Penghargaan ini juga menjadi bentuk investasi dalam jalinan kerja sama di masa depan sekaligus pesan bagi dunia internasional tentang kedekatan Indonesia dengan Pakistan.

Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan PM Pakistan Shehbaz Sharif di kediaman resmi PM di Islamabad, Pakistan, Selasa (9/12/2025).

Selain itu, menurut Agung, pemberian penghargaan juga menjadi bagian dari upaya Pakistan untuk meningkatkan pengaruhnya di kawasan Asia Selatan. Sebab, Indonesia memiliki kedekatan tersendiri dengan India. Adapun India dan Pakistan merupakan pusat kekuatan regional di kawasan tersebut.

”Saya merasa penghargaan ini sebagai jejak penting dalam upaya peningkatan dan pendalaman hubungan strategis antara Indonesia dan Pakistan. Ini modal politik dan kredit kepercayaan besar bagi Indonesia,” kata Agung.

Ia melanjutkan, Indonesia dan Pakistan memiliki hubungan erat yang terbangun sejak dekade 1950-an. Kedua negara disatukan oleh semangat dekolonisasi yang terakumulasi di Konferensi Asia-Afrika, Bandung, 1955.

Indonesia dan Pakistan juga memiliki semangat yang sama mengenai antikolonialisme, solidaritas terhadap dunia Islam, serta upaya menciptakan kerja sama strategis di bidang pertahanan, ekonomi, sosial budaya, dan kesehatan.

<p>Neraca perdagangan Indonesia-Pakistan 2018-2020 (juta dollar AS) Infografik</p>

Dalam konteks tersebut, Agung menilai bahwa pemberian penghargaan itu dapat memberikan keuntungan strategis dan politik. Pertama, Pakistan merupakan jembatan penting untuk masuk dan terlibat lebih banyak di kawasan Asia Selatan. Kedekatan ini juga menjadi modal penting untuk meningkatkan pengaruh di dunia Islam jika Indonesia memiliki intensi dalam keketuaan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada 2026.

”Relasi ini turut signifikan dalam dunia internasional khususnya ketika kita melihat perkembangan isu Palestina dan spesifiknya isu pasukan stabilisasi internasional. Posisi Pakistan yang jelas dalam peran yang ingin diambil sebenarnya menjadi ruang diplomasi bagi Indonesia untuk memiliki posisi tawar dalam situasi Gaza pasca-gencatan senjata,” ujar Agung.

Selain itu, ia menilai hubungan baik dengan Pakistan memberikan keuntungan di sektor ekonomi dan perdagangan mengingat negara tersebut menjadi salam satu pasar ekspor besar bagi komoditas Indonesia.

Di bidang pertahanan, Indonesia juga bisa mendiversifikasi kerja sama dengan model pengadaan bersama atau joint collaboration. Selain itu, di ranah sosial budaya juga ada keuntungan dengan peningkatan pelajar Indonesia di Pakistan serta penguatan soft power melalui diplomasi budaya, seni, serta nilai demokrasi dan Islam.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kurnia Yunita Rahayu, Nina Susilo
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji