Program Makan Bergizi Gratis di Kota Bandung diproyeksikan bakal melibatkan petani hingga pelaku UMKM. Total diperkirakan ada 62.000 siswa yang menerima manfaatnya.
13 Jan 2025 16:43 WIB · Nusantara
BANDUNG, KOMPAS-Program makan bergizi gratis di Kota Bandung didorong melibatkan petani hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Warga setempat juga akan dilibatkan untuk memenuhi asupan makanan bagi sedikitnya 62.000 siswa penerima program itu.
Data Pemerintah Kota Bandung menyebutkan, ada sedikitnya 310.000 siswa di jenjang SD hingga SMP. Sedangkan siswa TK mencapai sekitar 1.200. Dengan target menyasar 20 persen siswa, ditargetkan 62.000 siswa bakal menerima manfaat makan bergizi gratis (MBG). Hingga kini, tercatat sudah 21.000 siswa menerima manfaat program ini.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung Gin Gin Ginanjar di Bandung, Senin (13/1/2025), menegaskan, tidak sekadar slogan, makanan yang disediakan dalam program ini harus benar-benar bergizi. Oleh karena itu, ia hendak mendorong bahan-bahan yang digunakan melibatkan hasil panen petani lokal, salah satunya dalam program Buruan Sae.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/13/a1b29fd8453305b07ec12f4be4b1cfe1-MBG_bandung_2.jpeg)
Buruan Sae adalah sebuah program urban farming terintegrasi di Kota Bandung. Tujuannya, menanggulangi ketimpangan pangan lewat pemanfaatan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga sendiri.
“Kami juga mendorong pemanfaatan dapur Dahsat (Dapur Sehat Atasi Stunting) di lingkungan kelurahan,” ujar Gin Gin.
Selain petani lokal, keterlibatan pelaku UMKM juga hendak didorong. Penjabat Wali Kota Bandung A Koswara mengatakan, wacana ini tengah dibahas. Harapannya, keterlibatan pelaku UMKM bisa ikut menyukseskan program MBG.
"Kami tengah membahas bagaimana rantai pasoknya. Nanti, UMKM bisa menjadi pihak yang ikut menyediakan bahan,” kata dia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/13/00d6879ed6077f1126008148f08253da-IMG_20250113_WA0042.jpg)
Pembahasan lainnya adalah keterlibatan lebih banyak warga setempat di lokasi MBG. Rencananya warga akan dilatih agar bisa terlibat dalam penyediaan makanan dalam jumlah besar.
Saat ini, tercatat tujuh kecamatan menyelenggarakan MBG, yaitu Cicendo, Sukajadi, Andir, Antapani, Arcamanik, Bandung Kidul dan Coblong. Dalam waktu dekat, akan ada satu dapur lagi dibuat di Kecamatan Lengkong.
“Satu dapur di tiap kecamatan biasanya mampu memproduksi 3.000-3.500 paket setiap harinya. Ada 10-12 orang yang bertugas dan kecenderungannya butuh tambahan tenaga warga sekitar,” katanya.
Penulis:
Cornelius Helmy HerlambangEditor:
Cornelius Helmy Herlambang