Protes PSSI untuk mengganti wasit asal Kuwait dalam laga Indonesia versus Saudi ditolak AFC. Konfederasi Sepak Bola Asia menjamin wasit Ahmed Al-Ali bakal netral.
07 Okt 2025 14:59 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Protes Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau PSSI terkait penunjukan wasit asal Timur Tengah dalam laga putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 ditolak Konfederasi Sepak Bola Asia atau AFC. PSSI pun menerima keputusan itu dan berharap wasit Ahmed Al-Ali bersikap netral saat memimpin laga Indonesia versus Arab Saudi.
Al-Ali adalah wasit asal Kuwait yang ditunjuk AFC untuk memimpin laga putaran keempat yang akan digelar pada Kamis (9/10/2025) dini hari WIB. Namun, menurut PSSI, dalam surat protes yang dilayangkan 12 September lalu, wasit yang memimpin laga putaraan keempat kualifikasi tak seharusnya berasal dari wilayah yang sama dengan salah satu tim peserta.
Kuwait adalah negara di Timur Tengah, kawasan yang sama dengan Saudi dan Irak, dua lawan Indonesia di Grup B putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026. Seluruh laga di grup itu digelar di Saudi, negara yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034. Adapun seluruh laga Grup A digelar Qatar. Selain tim tuan rumah, grup itu diisi Uni Emirat Arab dan Oman.
”Mengapa perangkat pertandingan dari Timur Tengah, dalam hal ini Kuwait, yang ditunjuk? Padahal, kan ada wasit-wasit andal dari wilayah lainnya, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Australia,” ujar Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi dalam keterangan persnya, Selasa (7/10/2025).
Protes itu pun telah dilayangkan Ketua Umum PSSI Erick Thohir ke FIFA melalui AFC. Namun, dalam surat balasannya, AFC menyatakan tidak akan mengganti wasit pada laga Indonesia versus Saudi. Mereka menegaskan, penunjukan Al-Ali sudah sesuai prosedur yang ditetapkan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/11/3c3670df5072332fe879b735d8623805-AFC_ASIAN_QUALIFIERS_2026_Match.jpg)
”Penunjukan tim wasit dari anggota asosiasi yang sama adalah hal standar dan dipraktikkan luas di kompetisi internasional. Ofisial wasit yang terafiliasi dengan wilayah (salah satu tim yang berlaga) tidak serta-merta menjadi konflik kepentingan mengingat mereka adalah Wasit–wasit Elite AFC yang telah dilatih dan bertanggung jawab untuk melakukan yang terbaik tanpa perlu ditakutkan akan keberpihakannya,” ujar Sekretaris Jenderal AFC Datuk Seri Windsor John dalam surat balasannya ke PSSI.
Ia pun menambahkan, menjaga mutu dan standar tertinggi wasit di berbagai kompetisi di Asia telah menjadi komitmen mereka. ”Menjamin kualitas dan profesionalisme ofisial laga akan terus menjadi prioritas AFC. Kami pun dengan bangga menyatakan para wasit yang ditugaskan adalah salah satu yang terbaik dunia,” ujar Windsor John kemudian.
Menanggapi jawaban AFC itu, Yunus dan PSSI pun memilih legawa. ”Kami bisa menerima keputusan itu karena bagaimanapun itu (penunjukan wasit) adalah kewenangan AFC. Kami percayakan ini ke AFC. Kami optimistis wasit akan memimpin laga senetral-netralnya dan seadil-adilnya. Jangan sampai tercederai karena keberpihakan,” kata Yunus.
Al-Ali sebetulnya sudah pernah memimpin laga Indonesia sebelumnya, yaitu saat melawan Vietnam pada putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2022. Pada laga di Dubai, Uni Emirat Arab, 7 Juni 2021 itu, tim ”Garuda” asuhan Shin Tae-yong dipermalukan Vietnam, 0-4. Indonesia pun gagal lolos ke babak berikutnya. Saat itu, Shin baru saja menggantikan Simon McMenemy.
Pada kualifikasi Piala Dunia 2026, laga-laga putaran keempat yang digelar terpusat bakal sangat krusial. Setiap tim hanya bertanding dua kali. Indonesia akan melawan Saudi terlebih dahulu, sebelum menghadapi Irak pada Minggu (12/10/20205) dini hari WIB. Pada laga versus Irak, wasit yang ditunjuk adalah Ma Ning asal China.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/25/0d4c04f73344e5f20919dda6eeb3fc20-20250925_H14_KID_Timnas_Kualifikasi_Pildun_mumed.jpg)
Terkait laga nanti, Saudi optimistis bisa mengalahkan Indonesia merujuk rekan pertemuan kedua tim itu. Dalam 16 pertemuan kedua tim itu sepanjang sejarah, Saudi 12 kali menang, 3 kali imbang, dan hanya sekali kalah. Kekalahan 0-2 itu diderita Saudi dari tim Garuda asuhan Shin pada laga putaran ketiga kualifikasi di Senayan, Jakarta, November 2024.
”Rekor bersejarah ini memberikan dorong moral yang signifikan bagi Green Falcons (julukan timnas Saudi) menjelang laga nanti. Para pemain akan berusaha menegaskan keunggulan mereka. Timnas pun tengah merasakan atmosfer yang menggembirakan dan optimisme,” bunyi ulasan media Saudi, Kooora.
_______
KOREKSI:
Ada perbaikan dari versi awal pada paragraf ketiga artikel ini menjadi: Kuwait adalah negara di Timur Tengah, kawasan yang sama dengan Saudi dan Irak. Sebelumnya, tertulis: Saudi dan Arab. Demikian kesalahan telah diperbaiki. Mohon maaf, terima kasih — Editor
Penulis:
Yulvianus HarjonoEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase