Laga final Piala Perancis melawan Reims akan menjadi sarana uji strategi bagi PSG sebelum menghadapi Inter Milan pada final Liga Champions.
23 Mei 2025 18:01 WIB · Olahraga
Paris Saint-Germain berkesempatan menambah trofi dalam kompetisi domestik saat menghadapi Reims pada laga final Piala Perancis, Minggu (25/5/2025) pukul 02.00 WIB, di Stade de France, Paris. Laga itu juga akan digunakan PSG sebagai ajang ”gladi resik” sebelum menghadapi final Liga Champions melawan Inter Milan, Minggu (1/6/2025) pukul 02.00 WIB.
Reims yang menempati posisi ke-16 di klasemen Liga 1 Perancis tentu tidak dapat disejajarkan dengan Inter Milan. Kualitas kedua tim itu berbeda jauh. Namun, Reims memiliki pertahanan yang kuat dan kemampuan serangan balik yang bisa digunakan Pelatih PSG Luis Enrique untuk menjadi simulasi beberapa strategi.
Dalam lima laga terakhir antara PSG dan Reims, empat laga berakhir imbang dan sekali laga berakhir untuk kemenangan PSG. Dua laga pada musim ini berakhir dengan skor identik 1-1. Uniknya, pada kedua laga itu, Ousmane Dembele selalu mencetak satu gol bagi PSG dan Keito Nakamura selalu menjebol gawang PSG bagi Reims.
Menghadapi pemuncak klasemen Liga 1 Perancis, Reims selalu tampil dengan pertahanan yang rapat dan serangan yang efektif. Penguasaan bola mereka hanya berkisar 22 persen, tetapi Reims tidak memerlukan banyak tembakan akurat ke gawang untuk mencetak gol. Dari dua laga, Reims hanya menciptakan empat tembakan akurat untuk mencetak dua gol.
Menghadapi tim dengan benteng pertahanan yang sangat kuat dan serangan yang efektif, Enrique dapat menguji beberapa taktik yang mungkin akan diterapkan untuk menekan pertahanan Inter dan sekaligus membangun pertahanan yang kuat. Inter terbukti memiliki pertahanan yang sangat kuat dan serangan yang sangat efektif sejak babak penyisihan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/20/e0bed291-3d91-4b5c-940e-17c334f4bb3f_jpg.jpg)
Enrique mengaku, dirinya sangat antusias menghadapi dua laga final dalam waktu seminggu. Meskipun final Liga Champions menjadi target utama karena PSG belum pernah menjuarainya, Enrique tidak ingin melepas trofi Piala Perancis. PSG tetap bermimpi meraih tiga gelar juara dalam satu musim setelah terlebih dulu merebut gelar juara Liga 1 Perancis.
”Kami akan menghadapi final Piala Perancis melawan Reims sebelum final Liga Champions UEFA. Saya rasa, kami harus mengatasi tekanan di sekitar kami dan mencoba menikmatinya. Kami merasakan antusiasme dan kami mencoba mengelolanya. Kami adalah tim yang mampu mengatasi pasang surut dan tekanan,” kata Enrique kepada situs resmi PSG.
”Saya fokus pada dua pertandingan dengan final Piala Perancis melawan Reims terlebih dahulu. Kami sampai di sini berkat permainan sepak bola yang kami mainkan. Final Liga Champions adalah permainan yang berbeda. Jarang sekali seorang pemain atau pelatih bermain seperti itu,” lanjut Enrique.
Untuk mengalahkan Reims, PSG bakal kembali memainkan formasi 4-3-3 dengan mengandalkan Dembele, Khvicha Kvaratskhelia, dan Desire Doue di lini depan. Sisi pertahanan juga bakal diperkuat dengan fokus mencegah serangan balik cepat Reims.
PSG bakal tetap mendominasi penguasaan bola, tetapi kesalahan sisi pertahanan bakal diantisipasi agar Reims tidak bisa lagi mencuri gol melalui serangan balik yang cepat. Transisi negatif, dari menyerang ke bertahan, menjadi salah satu porsi latihan bagi pemain PSG. Pengawasan atas Nakamura bakal ditingkatkan karena pemain asal Jepang itu memiliki kecepatan dan akurasi tembakan yang mematikan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/08/3eafae1d-710a-4110-965e-627ce655c3d5_jpg.jpg)
Vitinha, Marquinhos, dan Willian Pacho akan membentuk pertahanan berlapis untuk menghentikan aliran bola Reims dalam transisi negatif. Transisi negatif yang cepat dan rapi perlu diuji dalam situasi laga kompetitif melawan Reims sebelum dievaluasi dan diterapkan kembali untuk menghadapi Inter Milan.
Kiper Gianluigi Donnarumma tetap menjadi andalan PSG di bawah mistar gawang. Donnarumma, yang menjadi pahlawan dalam laga semifinal Liga Champions melawan Arsenal, bakal kembali ditampilkan untuk menghalau bola tendangan para pemain Reims.
Enrique juga sangat mengandalkan Donnarumma untuk menghadapi Inter Milan, pekan depan. Pengalaman dan ketenangan Donnarumma diperlukan untuk mengendalikan tekanan besar yang akan dialami oleh para pemain PSG.
”Donnarumma adalah pemain yang berpengalaman. Dia tahu cara mengendalikan tekanan dengan benar,” kata Enrique.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/08/01c477b8-c672-4406-818d-6993831bb1c8_jpg.jpg)
Di pihak Reims, laga melawan PSG akan menjadi peluang terbesar untuk meraih trofi. Reims tidak pernah memenangi trofi bergengsi sejak menjadi juara Liga 1 Perancis pada musim 1961-1962 dan menjuarai Piala Perancis pada 1958.
Namun, Reims tidak akan diperkuat Reda Khadra, Mohamed Daramy, dan Yaya Fofana karena mengalami cedera seusai laga semifinal Piala Perancis.
Di sisi lain, Reims masih harus menjalani laga playoff kedua untuk menghindari degradasi, melawan Metz, Jumat (30/5/2025). Laga pertama berakhir imbang 1-1 dan Reims harus menang pada laga kedua jika tidak ingin turun ke Liga 2.
Absennya beberapa pemain dan jeda antarlaga yang tidak terlalu lama bakal membuat Reims harus membuat prioritas. Jika mengerahkan segenap kemampuan untuk melawan PSG, Reims bisa berada dalam kondisi pincang saat melawan Metz. Sebaliknya, jika menyimpan sebagian tenaga untuk melawan Metz agar terhindar dari degradasi, peluang terbaik meraih trofi bakal lenyap.
Penulis:
Emilius Caesar AlexeyEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar