PSG dan Manchester City mustahil duduk di delapan besar Liga Champions Eropa. Mereka bertarung di Paris demi tiket ke babak "playoff" 16 besar.
21 Jan 2025 15:39 WIB · Olahraga
PARIS, SELASA — Dua tim kaya yang disokong dana Timur Tengah, Paris Saint-Germain dan Manchester City, secara mengejutkan tampil inkonsisten pada babak awal Liga Champions Eropa musim ini. Pemenang laga penentuan itu akan membuka asa lolos ke babak playoff babak 16 besar, sedangkan yang tak mendapat poin berpeluang karam di Eropa.
Sebelum persaingan Liga Champions 2024-2025 dimulai, laga PSG kontra City di Stadion Parc des Princes, Kamis (23/1/2025) pukul 03.00 WIB, diprediksi bakal menentukan bagi perjalanan kedua tim untuk mengejar posisi delapan besar demi lolos langsung ke babak 16 besar. Namun, kenyataannya, kedua tim sangat kaya itu kesulitan menembus zona delapan besar hingga pertandingan kedelapan.
PSG duduk di peringkat ke-25 (dari total 36 tim) yang membuat mereka terancam tersingkir dari Liga Champions karena berada di luar zona playoff. Adapun City berada di posisi ke-22 atau berada di posisi tiga terbawah untuk merebut tiket ke playoff 16 besar yang bakal diserahkan kepada tim penghuni peringkat kesembilan hingga ke-24.
Dengan kondisi itu, PSG dan City wajib meraih kemenangan di dua laga pamungkas demi bisa minimal melanjutkan perjalanan mereka minimal di playoff 16 besar. Tetapi, salah satu dari kedua tim raksasa itu terancam angkat kaki lebih dini di kompetisi antarklub Eropa jika kalah pada laga di Parc des Princes.
PSG, yang baru memilki tujuh poin, hanya bisa maksimal mengumpulkan 13 poin. Merujuk simulasi Opta, tim dengan koleksi 13 poin tidak memiliki kesempatan untuk menghuni zona delapan besar. Artinya, pemilik 13 poin hanya mempunyai kans 100 persen duduk di posisi 24 besar dan melaju ke babak playoff 16 besar.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/10/26/9254015c-36ec-4cf2-bce3-2d338c89ffea_jpg.jpg)
Selain pemilik 13 poin, Opta juga menghitung tim-tim dengan koleksi poin akhir 12 dan 11 poin juga masih berkesempatan 100 persen lolos ke playoff 16 besar. Adapun pemilik 10 poin juga masih memiliki punya kans lolos dengan peluang 94 persen.
Namun, Opta menilai tim yang memiliki sembilan poin atau lebih kecil perlu mengubur mimpi mereka lolos ke fase gugur Liga Champions musim ini. Alasannya, peluang mereka untuk lolos sudah di bawah 40 persen. Hal itu pun belum mempertimbangkan dengan perhitungan selisih gol dan produktivitas gol yang akan menentukan posisi akhir tim yang memiliki poin setara pada klasemen akhir.
Pelatih PSG Luis Enrique mengakui betapa pentingnya kemenangan melawan City untuk menjaga peluang timnya di Liga Champions. Ia mengatakan, timnya tengah dalam kondisi dan performa yang baik seiring raihan delapan kemenangan beruntun sejak Desember lalu.
”Kami tengah dalam dinamika yang baik dan telah mempersiapkan diri untuk laga Liga Champions yang krusial. Kami siap menghadapi pertandingan itu,” tutur Enrique dilansir L’Equipe, Selasa (21/1/2025).
Enrique wajib memompa semangat timnya agar tampil melebihi performa maksimal mereka. ”Les Parisiens” perlu tampil sempurna sekaligus diliputi keberuntungan untuk mengalahkan City. Alasannya, mereka memiliki catatan laga kandang yang tidak baik di Liga Champions musim ini. Mereka hanya bisa menang dari tim debutan, Girona, lalu ditahan PSV Eindhoven dan tumbang dari Atletico Madrid.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/21/f2e11d7d-8bb9-4b37-ba4a-556ddd83e5e1_png.png)
Dalam tiga laga kandang sebelumnya menghadapi City, PSG juga hanya meraih satu menang, sekali imbang, dan sekali kalah. Satu-satunya kemenangan PSG atas City di Paris tercipta pada fase grup edisi 2021-2022. Sumbangan gol dari Idrissa Gueye dan Lionel Messi memberikan kemenangan pertama dan masih satu-satunya untuk PSG atas City di Liga Champions sejauh ini.
”Kami harus melakukan segalanya untuk memenangi duel melawan Manchester City. Kami akan menghadapi salah satu pertandingan terpenting di musim ini,” ujar gelandang PSG, Warren Zaire-Emery, yang telah menjalani 100 laga untuk Les Parisiens, dilansir laman resmi klub itu.
City juga haram kehilangan poin agar kesempatan mereka memburu gelar bergengsi tidak pupus di musim ini. Setelah undur diri lebih dini dalam perburuan gelar juara Liga Inggris, peluang terbesar City memburu trofi mayor adalah di Liga Champions.
Namun, ”The Citizens” baru mengumpulkan delapan poin dari enam pertandingan. Tim asuhan Pep Guardiola itu hanya berpeluang mengumpulkan maksimal 14 poin.
Apabila bisa mengumpulkan kuantitas poin maksimal itu, kans City untuk lolos langsung 16 besar pun tak lantas besar. Opta menganggap tim dengan koleksi akhir 14 poin hanya memiliki 2 persen kans lolos langsung ke perdelapan final. Sebanyak 98 persen kesempatan mereka adalah melaju ke babak playoff.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/20/f5aa907d-4244-48a1-a586-ce57b5869d64_jpg.jpg)
Tak heran, Opta menganggap City memiliki peluang 91 persen lolos ke fase gugur melalui laga playoff. Kondisi itu membuat City akan kembali bertarung di Liga Champions pada Februari demi merebut tiket ke babak 16 besar.
Tak ayal, The Citizens berpeluang menjadi satu-satunya duta Inggris yang tampil di babak playoff. Tiga tim Inggris lainnya, yaitu Liverpool, Arsenal, dan Aston Villa, menghuni zona delapan besar. Liverpool bahkan menjadi tim pertama yang telah memastikan tempat di babak perdelapan final.
Manajer City Pep Guardiola menegaskan, timnya juga harus tampil dengan intensitas yang konsisten selama 90 menit. Ia tidak ingin skuad The Citizens tampil menurun di babak kedua, seperti ketika menghadapi Sporting Lisbon, Feyenoord, dan Juventus.
”Kami memiliki dua final, memenangi dua laga, kami akan lolos. Jika hanya sekali menang, masih ada peluang besar. Kami harus meraih poin karena kami menciptakan masalah pada diri sendiri akibat performa di laga sebelumnya,” kata Guardiola dilansir laman resmi City.
”Kami tidak bisa berkompetisi seperti yang kami inginkan karena banyak alasan. Kini, dengan situasi semakin baik dan beberapa pemain sudah pulih, saya berharap kami bisa melanjutkan penampilan membaik di Paris,” ujarnya kemudian.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Yulvianus Harjono