Pujian Jonatan Christie untuk Alwi Farhan

Jonatan Christie melaju ke final Korea Terbuka setelah mengalahkan Alwi Farhan. Langkah Jonatan diikuti Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.

27 Sep 2025 18:50 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

 

SUWON, SABTU — Alwi Farhan tak menyia-nyiakan kesempatan melawan idolanya, Jonatan Christie, dalam semifinal turnamen bulu tangkis Korea Terbuka. Meski akhirnya kalah, Alwi menunjukkan diri kepada seniornya bahwa dia layak disebut sebagai pebulu tangkis masa depan Indonesia.

Penantian Alwi untuk bertemu Jonatan, yang sempat diharapkannya terjadi pada turnamen Indonesia Terbuka, Juni, terwujud di Suwon Gymnasium, Korea Selatan, Sabtu (27/9/2025). Hasilnya tak sesuai harapan Alwi karena dia kalah dengan skor 21-18, 14-21, 15-21.

Kemenangan atas yuniornya itu menjadikan Jonatan sebagai wakil pertama Indonesia yang lolos ke final. Setelah itu, kemenangan pada semifinal didapat Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, sedangkan Amri Syahnwai/Nita Violina Marwah tersingkir di semifinal.

Meskipun kalah, Alwi telah menunjukkan perkembangan kemampuan kepada Jonatan, sang idola dan mantan seniornya di pelatnas bulu tangkis. Jonatan pun memuji Alwi setelah dibuat bekerja keras untuk menembus pertahanannya.

Alwi Farhan meloncat untuk melakukan smes saat menjalani semifinal turnamen Korea Terbuka di Suwon Gymnasium, Korea Selatan, Sabtu (27/9/2025). Alwi kalah dari Jonatan Christie, 18-21, 21-14, 21-15.

Saat penonton di Suwon Gymnasium bertepuk tangan seusai mereka bertanding selama 1 jam 18 menit, Jonatan memperlihatkan gerak tubuh agar penonton memberi apresiasi kepada Alwi. Dia menunjuk Alwi sambil turut bertepuk tangan.

Jonatan menyatakan, kegembiraannya bukan hanya disebabkan dia lolos ke final, melainkan karena bisa melihat dan merasakan kemampuan yuniornya itu yang kian berkembang. ”Penampilan Alwi di luar ekspektasi, tetapi tidak heran karena dia bisa mengalahkan pemain top beberapa kali. Perkembangannya terlihat sangat jelas,” katanya.

Tunggal putra yang merupakan atlet independen itu menyaksikan dalam jarak dekat ketika Alwi mengalahkan pemain top pada kejuaraan beregu Piala Sudirman di Xiamen, China, 27 April-4 Mei. Ketika Alwi diturunkan dalam pertandingan Indonesia melawan Denmark (penyisihan grup) dan Korea Selatan (semifinal), Jonatan mendampingi Alwi di belakang lapangan bersama pelatih Indra Widjaja.

Alwi menyumbangkan kemenangan bagi tim dalam dua pertandingan itu setelah mengalahkan Anders Antonsen dan Cho Geonyop, meski Indonesia kalah 2-3 dari Korea Selatan. Alwi juga mengalahkan pemain berpengalaman, seperti Prannoy HS, Ng Ka Long Angus, dan Weng Hong Yang.

Sebelum momen Piala Sudirman dan Korea Terbuka, Alwi adalah rekan latihan Jonatan di pelatnas utama sejak 2023, tahun ketika dia menjadi juara dunia yunior. Dan, sebelum Alwi bergabung ke pelatnas pratama pada 2021, dia kerap menonton Jonatan melalui siaran televisi.

Alwi pernah menyatakan keinginan melawan Jonatan di Indonesia Terbuka dan harapan itu hampir terwujud. Tinggal selangkah lagi, mereka bertemu di perempat final, tetapi keduanya kalah pada babak kedua.

Pemain berusia 20 tahun itu akhirnya bisa menunjukkan kemampuan dengan menjadi lawan Jonatan. Penampilan kedua pemain menghibur penonton meski atlet yang mereka lihat bukan merupakan atlet tuan rumah.

Alwi Farhan menjangkau kok ke dekat net saat semifinal turnamen Korea Terbuka di Suwon Gymnasium, Korea Selatan, Sabtu (27/9/2025). Alwi kalah dari seniornya, Jonatan Christie.

Pada salah satu perebutan poin, Jonatan dan Alwi saling mengecoh dengan pukulan silang yang selalu diarahkan berbeda. Setelah menempat kok ke dekat net, mereka menjauhkannya ke belakang lapangan. Jonatan harus melakukan diving ke samping untuk menjangkau kok, sedangkan Alwi meregangkan tubuhnya saat mengejar pukulan net dari belakang.

Jonatan pun tersenyum ketika Alwi dengan refleks yang sangat cepat mengembalikan pukulannya dari atas net. Kok dari pukulan itu melambung ke arah belakang lapangan dan tak terjangkau Jonatan. Namun, sang senior beruntung karena kok jatuh di luar lapangan.

”Pertama kali merasakan melawan senior sekaligus idola. Saya belajar bagaimana dia bisa mengembalikan pikiran saat tertekan, lebih konsisten menjaga fokus, serta menikmati suasana di lapangan,” kata Alwi yang untuk pertama kalinya mencapai semifinal turnamen Super 500.

Apa yang dikatakan Alwi memang menjadi pembeda antara dia dan Jonatan. Ketika kemampuan teknis setara hingga melahirkan pertandingan menarik, perbedaan hasil ditentukan faktor nonteknis.

Jonatan, yang memiliki tujuh gelar juara dari empat level turnamen BWF World Tour, tetap tenang saat tertekan. Atlet berusia 28 tahun itu bisa bangkit setelah kehilangan gim pertama.

Jonatan Christie mengembalikan pukulan dari Alwi Farhan pada semifinal turnamen Korea Terbuka di Suwon Gymnasium, Korea Selatan, Sabtu (27/9/2025). Jonatan menang 18-21, 21-14, 21-15.

Pada gim awal tersebut, Jonatan sebenarnya unggul lebih dulu dengan posisi 11-7 saat interval. Namun, Alwi menyalip melalui permainan yang lebih agresif untuk menyerang. Sejak unggul untuk pertama kalinya pada skor 16-15, Alwi tak terkejar.

Jonatan merebut gim kedua dengan keunggulan yang kian menjauh sejak interval. Maka, gim ketiga pun tak hanya menjadi penentu kemenangan salah satu dari dua tunggal putra terbaik Indonesia itu (berdasarkan daftar ranking BWF), tetapi juga menjadi tes bagi Alwi untuk bermain lebih baik dibandingkan gim kedua.

Peluang terjadinya persaingan ketat seperti gim awal terbuka ketika Alwi memberi tekanan hingga bisa menyalip Jonatan, dari tertinggal 5-8 menjadi unggul 9-8. Namun, setelah interval, terlihatlah kekurangan yang dimiliki Alwi dibandingkan seniornya.

Saat Jonatan bermain dengan sabar, Alwi berulang kali terburu-buru dalam penyelesaian akhir yang justru berbuah unforced error. Pukulan di atas net yang seharusnya berbuah poin dengan mudah gagal dieksekusi dengan baik sehingga kok jatuh di luar lapangan. Selisih skor pun kian menjauh.

Jonatan Christie mengalahkan Alwi Farhan, 18-21, 21-14, 21-15, pada semfinal turnamen Korea Terbuka di Suwon Gymnasium, Korea Selatan, Sabtu (27/9/2025). Jonatan akan melawan Anders Antonsen di final.

”Pertandingan ini menjadi titik yang penting dalam perjalanan karier saya. Tidak selalu mulus, tetapi banyak pelajaran yang sangat berharga,” kata Alwi yang akan membawa pelajaran dari Korea Terbuka dalam tur di Eropa pada Oktober.

Sementara itu, Jonatan akan berusaha menikmati momen final yang akan berlangsung Minggu. Dia akan melawan Antonsen yang mengalahkan Chou Tien Chen, 22-24, 21-19, 21-10, dalam pertandingan selama 1 jam 21 menit.

Pertemuan dengan pemain Denmark ranking kedua dunia itu akan berlangsung untuk ke-12 kali, tetapi menjadi yang pertama pada 2025. Jonatan unggul 6-5, tetapi kalah pada pertemuan terakhir dalam semifinal turnamen Final BWF 2024.

Final kedua Fajar/Fikri

Fajar/Fikri menunjukkan konsistensi mereka dengan mencapai final untuk kedua kali dari empat turnamen. Tiket final didapat setelah mengalahkan Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan dengan skor 21-19, 21-16.

Berpasangan sejak Jepang Terbuka, pada Juli, final Korea Terbuka menjadi yang kedua setelah mereka menjuarai China Terbuka. Adapun pada dua turnamen lain, yaitu Jepang Terbuka dan China Masters, duet sesama pemain depan itu kalah di perempat final. Fajar pun berharap bisa menyelesaikan Korea Terbuka dengan membawa gelar juara.

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melaju ke final turnamen Korea Terbuka. Pada semifinal di Suwon Gymnasium, Korea Selatan, Sabtu (27/9/2025), Fajar/Fikri menang atas Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan, 21-19, 21-16

Mereka akan menjalani final yang menantang karena berhadapan dengan ganda putra tuan rumah nomor satu dunia, Seo Seung-jae/Kim Wo-hon, yang akan mendapat dukungan penuh dari penonton. Fajar/Fikri mengalahkan Seo/Kim dalam perjalanan menjuarai China Terbuka, tetapi pasangan juara dunia itu membalasnya di China Master, sepekan sebelum berlangsungnya Korea Terbuka.

Dua semifinalis lainnya, Putri dan Amri/Nita, tak bisa bermain sesuai harapan saat berhadapan dengan pemain top dunia. Untuk ketiga kali dalam tiga kejuaraan beruntun, Putri kalah dari Akane Yamaguchi.

Tunggal putri nomor dua Indonesia itu kian kesulitan menghadapi kecepatan, akurasi, dan pukulan Yamaguchi yang sulit ditebak hingga kalah dengan skor 9-21, 14-21. Kekalahan pada gim pertama bahkan hanya terjadi dalam waktu 12 menit.

Performa Putri di bawah penampilannya saat kalah dari Yamaguchi pada perempat final China Masters dan semifinal Kejuaraan Dunia di Perancis, 25-31 Agustus. Dalam Kejuaraan Dunia, Putri bisa bermain tiga gim.

Nita Violina Marwah berusaha menjangkau kok pada semifinal turnamen Korea Terbuka di Suwon Gymnasium, Korea Selatan, Sabtu (27/9/2025). Amri Syahnawi/Nita kalah dari Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping.

Pada ganda campuran, Amri/Nita kalah untuk ketiga kalinya dari pasangan top dunia asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, 20-22, 12-21. Performa mereka tak sebaik ketika memaksa ganda campuran ranking kedua dunia itu bermain tiga gim pada babak kedua Malaysia Masters, Mei.

”Pertandingan hari ini sebenarnya berjalan cukup baik karena kami berhasil menerapkan strategi. Hanya memang, saat tensi tinggi menjelang akhir gim pertama, kami tidak bisa mengonversi menjadi kemenangan. Akhirnya itu cukup berpengaruh saat gim kedua,” kata Amri.

Meski demikian, masih ada sisi positif yang bisa dibawa dan menjadi bekal Amri/Nita untuk perjalanan berikutnya, yaitu kemenangan atas dua pasangan peringkat sepuluh besar dunia. Mereka mengalahkah Hidori Midorikawa/Natsu Saito (ranking kesembilan) pada babak kedua, lalu Guo Xin Wa/Chen Fang Hui (rangking kelima) di perempat final.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra