Leo/Bagas Tak juga Konsisten

Diharapkan meraih hasil lebih baik dibandingkan perempat final China Masters, Leo/Bagas justru kalah lebih awal di Korea Terbuka. Mereka kalah pada babak pertama.

24 Sep 2025 19:55 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

SUWON, RABU — Kembali pada level permainan seperti ketika menjuarai Korea Terbuka 2024 dan menjadi finalis All England 2025 ternyata bukan hal yang mudah bagi Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana. Selalu ada kendala yang tak bisa diatasi pebulu tangkis ganda putra Indonesia itu hingga enam kali kalah pada dua babak awal dari delapan kejuaraan terakhir yang mereka ikuti.

Momen kekalahan terbaru pada babak awal dialami dengan status mereka sebagai juara bertahan Korea Terbuka di Suwon Gymnasium, Suwon, Korea Selatan. Leo/Bagas kalah dari wakil tuan rumah yang bahkan tak memiliki peringkat dunia sebagai pasangan, Lee Jong-min/Wang Chan, dengan skor 18-21, 21-17, 22-24, pada babak pertama, Rabu (24/9/2025).

Lee/Wang berhadapan dengan Leo/Bagas dengan status sebagai pemain yang lolos dari babak kualifikasi.

Hasil tersebut lebih buruk dibandingkan perempat final China Masters, sepekan sebelum berlangsungnya Korea Terbuka. Padahal, dengan kategori BWF World Tour Super 500, Korea Terbuka berlevel lebih rendah dibandingkan China Masters Super 750. Di Suwon, Leo/Bagas pun ditempatkan sebagai unggulan kedelapan.

Setelah China Masters, Antonius Budi Ariantho, pelatih ganda putra pelatnas Indonesia, berharap Leo/Bagas bisa bermain lebih baik. Antonius pun menargetkan hasil skuad ganda putra meningkat dibandingkan semifinal yang dicapai Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di China Masters.

Namun, dari tiga wakil, hanya Fajar/Fikri yang bisa melewati babak pertama. Pasangan lainnya, Muhammad Rian Ardianto/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, juga tersingkir pada babak pertama yang berlangsung Selasa.

Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, ganda putra Indonesia, mendapat arahan dari pelatih mereka, Antonius Budi Ariantho, pada babak pertama turnamen Korea Terbuka. Di Suwon Gymnasium, Korea Selatan, Rabu (24/9/2025), Leo/Bagas kalah dari Lee Jong-min/Wang Chan 18-21, 21-17, 22-24.

Bertemu untuk pertama kalinya dengan Lee/Wang, yang masing-masing lebih sering bermain ganda campuran pada 2025, Leo/Bagas selalu tertinggal pada gim pertama. Mereka merebut gim kedua dan memiliki peluang besar memenangi gim penentuan.

Leo/Bagas seperti akan memenangi gim tersebut dengan mudah jika melihat keunggulan 11-4 saat interval. Akan tetapi, ketika tak bisa mempertahankan fokus dan permainan yang baik, keunggulan itu lepas sehingga lawan memperkecil selisih ketinggalan menjadi tiga hingga satu poin. Apalagi, permainan ganda putra berlangsung dalam ritme cepat.

Dalam ujian dalam momen kritis pada ”skor tua”, Leo/Bagas juga tak lulus. Padahal, kelemahan ini telah disorot Antonius saat China Masters.

Mereka gagal memanfaatkan dua match point pada posisi 20-19 dan 22-21 karena membuat unforced error. Serangan Leo/Bagas, termasuk dari smes dari tengah lapangan, bisa ditahan Lee/Wang yang berujung dengan kesalahan dari Leo atau Bagas. Lee/Wang akhirnya menyalip dengan mendapat tiga poin beruntun dari ketertinggalan 21-22.

”Setelah interval gim penentuan, kami tidak bisa memanfaatkan keadaan. Sudah unggul jauh, tapi saya banyak mati sendiri. Pertahanan lawan juga rapat, sulit untuk ditembus,” kata Leo.

Sementara Bagas mengakui performa mereka menurun dibandingkan Korea Terbuka 2024. Berpasangan seusai Olimpiade Paris 2024, performa dan hasil yang didapat pada turnamen-turnamen awal membuka harapan bahwa duet Leo/Bagas bisa menjadi andalan baru ganda putra Indonesia.

Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, ganda putra Indonesia, tersingkir pada babak pertama turnamen Korea Terbuka. Di Suwon Gymnasium, Korea Selatan, Rabu (24/9/2025), mereka kalah dari Lee Jong-min/Wang Chan 18-21, 21-17, 22-24.

Mereka mencapai semifinal Jepang Terbuka saat debut, lalu menjuarai Korea Terbuka. Dua semifinal didapatkan mereka dari enam turnamen lain hingga akhir 2024.

Meski performa pada awal 2025 tak begitu baik, yaitu kalah pada babak pertama Indonesia Masters dan perempat final Thailand Masters, Leo/Bagas meraih hasil tertinggi sebagai pasangan ketika menembus final All England.

Quote

Ada rasa nafsu dan tegang di akhir gim kedua, tapi akhirnya saya bisa mengatasinya.

Setelah itu, mereka bagai kehilangan semua kemampuan terbaik. Dalam delapan kejuaraan terakhir, saat Leo bertanding kembali pada akhir Mei setelah pulih dari cedera kaki kiri, mereka hanya dua kali bisa memenangi dua babak, yaitu ketika mencapai babak ketiga Kejuaraan Dunia (menang bye di babak pertama) dan perempat final China Masters. Selain itu, mereka tersingkir pada babak pertama atau kedua.

”Ini jadi pembelajaran penting buat kami. Kami harus lebih giat lagi karena lawan sudah bagus semua,” kata Bagas yang sebelumnya berpasangan dengan Fikri.

Setelah Leo/Bagas dan Rian/Yeremia tersingkir, ganda putra Indonesia tinggal mengandalkan Fajar/Fikri yang akan melawan Kenya Mitsuhashi/Hiroki Okamura pada babak kedua, Kamis. Walaupun Fajar dan Fikri memiliki lebih banyak pengalaman dalam turnamen besar, mereka tetap harus mewaspadai lawan karena pasangan Jepang itu menang atas unggulan kedua, Liang Wei Keng/Wang Chan pada babak pertama.

Alwi keluar tekanan

Selain Leo/Bagas, wakil Indonesia yang juga kalah pada babak pertama dalam pertandingan Rabu adalah Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil. Sementara tujuh wakil lainnya menang.

Alwi Farhan, tunggal putra Indonesia, melepas emosi dengan berteriak saat menjalani babak pertama Korea Terbuka di Suwon Gymnasiun, Korea Selatan, Rabu (24/9/2025). Alwi mengalahkan Leong Jun Hao (Malaysia) 21-19, 26-24.

Di antara tujuh wakil tersebut, empat di antaranya adalah pemain tunggal putra, yaitu Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan  Chico Aura Dwi Wardoyo.

Anthony akhirnya melepas beban karena selalu kalah pada babak pertama dalam lima turnamen sejak kembali ke kompetisi pada Juli. Dia absen enam bulan setelah mengikuti Malaysia Terbuka, pada Januari, karena cedera bahu kanan. Pada babak pertama Korea Terbuka, Anthony mengalahkan Yushi Tanaka 21-17, 21-17.

Rekan mudanya di pelatnas bulu tangkis, Alwi, juga melepas tekanan dari permainan ketat melawan Leong Jun Hao. Alwi menang dengan skor 21-19, 26-24.

Ketatnya pertandingan ditandai dengan durasi satu jam satu menit meski hanya berlangsung dua gim. Selain itu, selisih skor terjauh adalah empat poin yang hanya terjadi pada dua momen, yaitu ketika Alwi unggul 13-9 dan 18-14 pada gim kedua.

Setelah memiliki keunggulan tersebut, Alwi tak mendapat kemenangan dengan cepat. Pertandingan bahkan berpeluang berjalan tiga gim ketika kedua pemain saling menyamakan skor sejak posisi 18-18 hingga 24-24.

Alwi tiga kali menggagalkan game point Leong, sedangkan Leong dua kali menunda kemenangan Alwi. ”Ada rasa nafsu dan tegang di akhir gim kedua, tapi akhirnya saya bisa mengatasinya. Saya berusaha lebih tenang,” kata Alwi yang akan melawan Lee Cheuk Yiu pada babak kedua.

Putri Kusuma Wardani, tunggal putri Indonesia, memenangi babak pertama turnamen Korea Terbuka di Suwon Gymnasiun, Korea Selatan, Rabu (24/9/2025). Putri menang atas Anuparma Upadhyaya 21-16, 21-15

Kemenangan juga didapat satu-satunya tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani. Atlet unggulan keempat itu mengalahkan Anuparma Upadhyaya 21-16, 21-15 dan akan melawan Pai Yu Po pada babak kedua.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase