Pukulan Kemunduran Juventus bersama Tudor

Juventus gagal kembali ke zona empat besar akibat alami kekalahan pertama dari Parma dalam 10 tahun. Jalan ”Si Nyonya Besar” ke Liga Champions makin terjal.

24 Apr 2025 04:08 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

PARMA, KAMIS — Juventus mengalami kemunduran dalam ambisi mengejar tiket Liga Champions setelah menelan kekalahan pertama bersama Pelatih Igor Tudor. Kekalahan 0-1 dari Parma, Rabu (23/4/2025), di Stadion Ennio Tardini, menyebabkan ”Si Nyonya Besar” gagal menggeser Bologna di peringkat keempat, tetapi perolehan poin mampu disamakan oleh Lazio.

Sundulan Mateo Pellegrino setelah menerima asis matang dari Emanuele Valeri pada tambahan waktu babak pertama cukup menjadi pembeda di Ennio Tardini. Parma mengoleksi kemenangan pertama atas Juventus dalam satu dekade terakhir. Keunggulan terakhir Parma kontra Juve terakhir tercipta pada Maret 2015.

Hasil negatif yang dibawa pulang dari kandang Parma menyebabkan Juve untuk sementara terlempar dari zona empat besar. Dusan Vlahovic dan kawan-kawan tertahan di peringkat kelima dengan koleksi 59 poin. Mereka berjarak satu poin dari Bologna yang menghuni posisi keempat.

Meskipun zona Liga Champions masih dalam jangkauan Si Nyonya Besar dalam lima gim tersisa di musim ini, Juve wajib waspada dari ancaman empat pesaing utama. Bologna, lalu disusul Lazio (59 poin), AS Roma (57), dan Fiorentina (56) juga memiliki kans yang sama untuk melengkapi susunan penghuni empat besar Liga Italia 2024-2025.

Juve hanya unggul rekor pertemuan atas Lazio sehingga berhak di posisi lebih baik dari ”Si Elang” yang mengalahkan Genoa, 2-0, di Stadion Unipol Domus pada saat bersamaan. Fiorentina juga mengoleksi kemenangan berharga 2-1 atas Cagliari pada laga tunda yang seharusnya digelar Senin (21/4/2025).

Empat laga Liga Italia di pekan ke-33 ditunda akibat wafatnya Paus Fransiskus, Senin kemarin. Satu gim lainnya dimenangi Torino, 2-0, atas Udinese.

Italy Soccer Serie A

Adapun Fiorentina memiliki keunggulan head-to-head atas Juve di musim ini. Jadi, mereka akan berada di peringkat lebih tinggi atas Juve apabila memiliki poin setara.

Dengan situasi itu, ambisi Juve untuk memenuhi target lolos ke Liga Champions musim depan amat terancam. Pasalnya, dua dari lima pertandingan tersisa tersaji menghadapi pesaing terdekat.

Juve akan menjalani dua laga tandang ke markas Bologna dan Lazio secara beruntun pada pekan ke-35 dan ke-36. Raihan poin maksimal wajib dibawa pulang Si Nyonya Besar apabila ingin kembali tampil di kompetisi paling elite Eropa edisi 2025-2026.

Tudor mengakui usaha anak asuhannya tidak cukup untuk membawa pulang poin dari kandang Parma. Meksipun berulang kali menyerang dan menciptakan 16 tembakan, kata Tudor, Juve tidak memiliki peluang yang membahayakan gawang tim tuan rumah.

”Kami dihukum sebuah gol dari umpan silang berjarak 40 meter dari gawang. Kami kecewa, tetapi harus langsung menatap ke depan. Masih ada lima pertandingan tersisa dan kami harus meraih poin sebanyak-banyaknya,” tutur Tudor kepada DAZN.

Sementara itu, Parma melanjutkan tren enam laga tak terkalahkan mereka. Parma akhirnya mengemas kemenangan pertama sejak memasuki bulan Maret. Pada lima gim sebelumnya, mereka mencatatkan hasil imbang beruntun menghadapi tim tangguh, di antaranya Inter Milan dan Fiorentina.

Italy Soccer Serie A

Hasil pekan ke-33 membantu Parma naik satu peringkat ke posisi ke-15. Mereka menjauhi zona degradasi dengan margin enam poin.

Pelatih Parma Cristian Chivu bangga dengan perjuangan anak asuhannya. Senyum terpancar dari wajah Chivu ketika memeluk satu per satu pemainnya setelah peluit akhir.

”Kami menunjukkan performa bagus melalui fokus tinggi. Hasil ini adalah hadiah yang indah untuk para suporter,” ucap Chivu dilansir La Gazzetta dello Sport.

Tidak efektif

Juve tampil amat dominan atas Parma. Koleksi 66 persen penguasaan bola menunjukkan atensi Juve untuk membawa pulang tiga poin.

Namun, serangan Juve amat tidak efektif. Mereka hanya hasilkan 0,84 expected goals (xG) dari 16 tembakan. Adapun Parma memiliki 0,6 xG yang berbuah satu gol melalui hanya enam tembakan.

Sebanyak tiga sentuhan dilakukan yang pemain Juve di kotak penalti Parma juga tak mampu memberikan ancaman berarti bagi Zion Suzuki, kiper Parma asal Jepang. Di sisi lain, tim tuan rumah cuma menyentuh bola delapan kali di pertahan Juve, tetapi mampu memberikan tiga ancaman ke gawang Juve, termasuk sebuah gol.

Italy Soccer Serie A

Gol Pellegrino menjadi catatan kemasukan kesepuluh Juve dari sundulan di Liga Italia musim ini. Tidak pernah pertahanan Juve seburuk itu dalam mengantisipasi bola udara setidaknya dalam 10 musim terakhir.

”Kami melakukan 20 umpan dan tidak bermakna apa-apa. Kami kurang menampilkan determinasi dan keinginan kuat,” kata Tudor.

Ia menambahkan, ”Kami harus berkembang, menjadi lebih kejam dan berhasrat untuk bertarung demi kemenangan. Pemain harus menyadari bahwa kemenangan tidak sekedar didapatkan memlui taktik dan sistem permainan.”

Duel di Parma juga menunjukkan Dusan Vlahovic dan Randal Kolo Muani masih belum menemukan keserasian sebagai tandem di lini depan. Cedera yang dialami gelandang Teun Koopmeiners nyatanya berimbas pada sisi kreativitas Si Nyonya Besar.

”Kami tidak mencetak gol dan gagal menciptakan situasi berbahaya. Walaupun bermain delapan jam, hasil juga tidak berubah,” lanjut Tudor yang berasal dari Kroasia.

Selain kalah, Juve menderita kerugian lainnya dengan bertambahnya daftar pemain cedera. Vlahovic menderita cedera yang menyebabkan dia diganti oleh Francisco Conceicao pada awal babak kedua.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .