Pulihkan Akses Pascabencana di Sumatera, TNI AD Bangun Jembatan Bailey

Jembatan bailey untuk menyambung jembatan yang putus akibat bencana banjir dibangun di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

05 Des 2025 21:35 WIB · Politik & Hukum

KOMPAS/NIKSON SINAGA

Oleh Nina Susilo

JAKARTA, KOMPAS — Jembatan bailey atau jembatan rangka baja pra-fabrikasi yang bersifat portabel tengah diupayakan dipasang oleh personel TNI Angkatan Darat untuk menyambung jembatan yang putus karena bencana banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pemulihan konektivitas ini menjadi prioritas selain membantu pemenuhan kebutuhan para penyintas bencana.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta mengatakan, saat ini, personel TNI tak hanya fokus memastikan dukungan logistik untuk korban bencana.

”Kita ini sekarang dalam progres mulai menyambung jembatan. Jadi kita sudah mulai membuat dengan jembatan bailey yang kita punya. Kita kumpulkan lagi yang ada di luar Sumatera. Kita kirim ke sana secara bertahap. Karena puluhan yang saya dengar, jembatan yang putus,” tuturnya.

Ketua Umum Persatuan Judo Seluruh Indonesia Jenderal Maruli Simanjuntak Kepala Staf TNI AD

Saat ini, jembatan bailey dikerjakan di empat titik. Dua di antaranya akan menggantikan Jembatan Terminal Redep Pasangan, Bireuen, dan ⁠Jembatan Teupin Mane Juli, Bireuen, Aceh. Selain itu, disiapkan pula Jembatan Karang Pelang ruas Beureunun-Geumpang-Pameu Takengon di Aceh.

Selain itu, jembatan bailey dibangun di Jembatan Matur Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Masih ada pula jembatan bailey yang akan dibangun untuk menggantikan Jembatan Garuda, Batang Toru ruas Tapanuli Tengah-Tapanuli Selatan di Sumatera Utara. Saat ini, jembatan bailey untuk Batang Toru masih dalam perjalanan.

”Kami sedang mengirim lagi lima set. Nanti mungkin minggu depan kami evaluasi lagi, kami kirim lagi. Karena satu jembatan bailey itu 50 ton, jadi kami rumit ini (pengiriman)-nya. Nanti sampai di sana turun harus pakai crane, geser lagi ke sana. Mungkin proses sekitar seminggu,” ujar Maruli.

Pengerjaan jembatan bailey ini akan dilakukan personel TNI AD, terutama dari pasukan zeni ataupun pasukan lainnya.

Prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 853/Bawar Reje Bur, Aceh Timur, membersihkan Rumah Sakut Umum Daerah Aceh Tamiang di Kuala Simpang, Aceh, yang sempat terendam banjir setinggi dada orang dewasa, Jumat (5/12/2025). Pembersihan tersebut dilakukan agar RSUD tersebut dapat segera beroperasi kembali untuk menangani pasien.

Sejauh ini, menurut Maruli, sudah 26.000 personel TNI AD dikerahkan untuk membantu korban bencana di Sumatera. Prioritas pertama adalah mengevakuasi dan memastikan distribusi logistik. Jalur-jalur yang putus pun dibuka kembali.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal (Mar) Freddy Ardianzah menjelaskan, saat ini, total 30.791 personel TNI dikerahkan. Semua personel didukung 18 pesawat angkut, seperti A400M, Hercules, C-295, Casa, dan Caravan. Selain itu, 36 helikopter juga digelar untuk mempercepat distribusi logistik.

Dari unsur laut, dikerahkan 14 KRI dan 1 kapal ADRI, termasuk 2 KRI rumah sakit, 5 KRI logistik, serta 7 KRI tambahan yang membawa bantuan sosial dan logistik.

Adapun total distribusi bantuan udara dari Halim menuju pangkalan aju di Medan, Padang, Banda Aceh, Lhokseumawe, Sibolga, dan Rembele telah mencapai 239,16 ton. Bila digabungkan dengan distribusi laut, total keseluruhan bantuan logistik mencapai 1.546,34 ton.

Kapuspen TNI Brigjen (Marinir) Freddy Ardianzah (memegang mik) bersama Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko (kiri) saat konferensi pers terkait informasi keliru terkait institusi TNI saat aksi demonstrasi akhir Agustus 2025, di Kantor Puspen TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (5/9/2025). Puspen TNI bersama Divisi Humas Polri membantah sejumlah informasi terkait demo dan kericuhan di sejumlah wilayah yang sempat beredar di jagat sosial media dan berita daring. 

Kompas/Riza Fathoni (RZF)

”Pemenuhan kebutuhan dasar itu menjadi target percepatan karena mengingat memang situasi itu krisis, kemudian seperti yang disampaikan kemarin kebutuhan akan pangan, kebutuhan akan air bersih, kebutuhan akan kesehatan, itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat terdampak,” kata Freddy di Posko Utama Penanggulangan Bencana Sumatera di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

TNI juga mengerahkan mobil reverse osmosis (RO) untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak bencana. Unsur zeni TNI AD mengoperasikan mobil pemurni air itu di sejumlah titik, sehingga air kubangan dan genangan dapat diolah menjadi air layak konsumsi, sementara distribusi bantuan juga dilakukan melalui air drop untuk menjangkau wilayah-wilayah terisolasi.

Maruli menambahkan, batalyon infanteri teritorial pembangunan yang baru dibentuk Presiden bermanfaat dalam membantu menangani bencana. ”Kalau satu daerah enggak punya tentara, kita harus deploy dari pulau lain. Sedangkan ini kondisi masyarakat seperti ini sudah, ini kan kacau,” ujarnya.

Presiden Prabowo menyapa penyintas bencana banjir dan longsor di Aceh Tenggara, Aceh, Senin (1/12/2025).

Alutsista yang baru dikirimkan dari produsen pun langsung dimanfaatkan di lokasi bencana.

”Mungkin beberapa bulan, beberapa tahun yang lalu, tidak ada yang bisa perkirakan bahwa negara kita mampu mengerahkan 50 helikopter. 50 helikopter sekarang sedang bergerak di daerah musibah,” kata Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya saat menghadiri peringatan HUT Ke-61 Partai Golkar di Jakarta, Jumat petang.

Pekan ini, menurut Presiden, baru datang lima helikopter. ”Saya sudah perintahkan mulai Januari tahun depan dan seterusnya kita akan datangkan 200 helikopter di RI ini,” kata Prabowo.

Mengadakan alutsista ini, lanjutnya, penting untuk menghadapi bencana alam. Hal ini dinilai memastikan kemampuan Indonesia menangani bencana.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nina Susilo
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari