Pulisic dan Maignan Kukuhkan Kekuasaan AC Milan di Derby della Madonnina

AC Milan kukuhkan dominasi atas Inter demi naik ke peringkat kedua. Selain melepas puncak, Inter rasakan nirgol perdana di musim ini.

24 Nov 2025 08:42 WIB · Olahraga

AFP/MARCO BERTORELLO

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

MILAN, SENIN — AC Milan masih menjadi penguasa kota mode nan gila sepak bola, Milan. Gol tunggal Christian Pulisic dan penyelamatan penalti Mike Maignan adalah jaminan ”I Rossoneri” menaklukkan Inter Milan 1-0 di Stadion San Siro, Senin (24/11/2025) dini hari WIB.

Sudah sejak September 2024, AC Milan tidak pernah takluk dalam derbi sekota menghadapi Inter. Keunggulan di pekan ke-12 Liga Italia edisi 2025-2026 adalah tanda superioritas keempat AC Milan dalam enam duel derbi Milan terakhir.

Aksi dua pemain andalan skuad asuhan Massimiliano Allegri di babak kedua mengunci tiga poin Milan. Christian Pulisic mencetak satu-satunya gol di gim itu melalui sontekan di menit ke-54. Ia memanfaatkan situasi fast-break atau serangan balik yang diawali kemampuan gelandang Milan, Youssouf Fofana, merebut bola dari kapten Inter, Hakan Calhanoglu, di sepertiga tengah lapangan zona wilayah defensif Milan.

Kemudian, Maignan menunjukkan magisnya dengan menepis sepakan penalti Calhanoglu di menit ke-74. Itu adalah salah satu dari lima penyelamatan yang diciptakan kiper tim nasional Perancis itu.

Ekspresi pemain AC Milan Christian Pulisic usai melepas tendangan ke gawang Inter Milan pada laga Liga Italia di Stadion San Siro, Milan, Senin (24/11/2025) dini hari WIB. AC Milan menang 1-0 pada laga itu.

Pemain I Rossoneri merayakan semringah kemenangan ketujuh mereka yang syarat makna. Tidak sekadar melanjutkan dominasi atas Inter, Milan juga menggusur ambisi Inter untuk kembali ke puncak klasemen. Sebagai gantinya, justru Milan yang naik dua pos klasemen ke peringkat kedua.

Milan hanya tertinggal dua poin dari AS Roma yang menguasai puncak klasemen sementara. Perolehan poin Milan sejatinya serupa dengan Napoli yang sama-sama mengemas 25 poin. Namun, I Rossoneri berhak berada di peringkat kedua berkat keunggulan selisih gol atas sang juara bertahan.

”Saya pikir poin yang kami kumpulkan karena kami pantas mendapatkannya. Kami menjalani persaingan yang seimbang,” ujar Allegri seusai laga kepada DAZN.

Menurut Allegri, anak asuhannya selalu mampu bermain lebih baik ketika menghadapi tim-tim kuat. Hal itu amat bertolak belakang ketika timnya kehilangan poin menghadapi tim-tim semenjana, seperti Cremonese, Parma, dan Pisa.

”Untuk level psikologis, kemenangan ini sangat penting. Kami bertahan di empat besar sesuai keinginan kami,” ucap Allegri.

Pemain AC Milan Christian Pulisic (kanan) menggiring bola didampingi Adrien Rabiot (kiri) saat melawan Inter Milan pada laga Liga Italia di Stadion San Siro, Milan, Senin (24/11/2025) dini hari WIB. AC Milan menang 1-0 pada laga itu.

Kekuatan terbaik

Allegri mempersiapkan skuadnya menghadapi Inter dengan kembalinya pemain-pemain penting dari cedera, seperti Adrien Rabiot dan Pulisic. Utamanya di lini tengah, Allegri bisa menurunkan trio gelandang terbaik, yakni Rabiot yang menemani Fofana dan playmaker veteran, Luka Modric.

Kehadiran trio gelandang itu membantu Milan bermain lebih kompak dan disiplin untuk menerapkan permainan yang pasif. I Rossoneri membiarkan pemain-pemain Inter bermain ofensif dan dominan menguasai bola.

Dalam dua babak, Inter menguasai bola dengan catatan 64 persen. Mereka juga menciptakan 16 tembakan di sepertiga akhir pertahanan Milan.

Namun, Milan tampil efektif. Gol yang dicetak oleh Pulisic adalah hasil dari kerja kohesif trio gelandang untuk menutup ruang para gelandang Inter menyajikan layanan kepada duet penyerang, Lautaro Martinez dan Marcus Thuram.

Pulisic menaklukkan kiper Inter, Yann Sommer, serangan pertama yang dihasilkan pada babak kedua. Diawali tembakan pemain sayap, Alexis Saelemaekers, yang mampu ditepis Sommer, Pulisic lebih cepat menyerobot bola untuk memasukkan ke dalam gawang sebelum bek Inter, Manuel Akanji, mengimbangi kecepatannya.

Pemain Inter Milan Marcus Thuram (kiri) berebut bola dengan pemain AC Milan Rafael Leao (kanan) pada laga Liga Italia di Stadion San Siro, Milan, Senin (24/11/2025) dini hari WIB. AC Milan menang 1-0 pada laga itu.

Permainan yang pragmatis itu menunjukkan identitas dan filosofi sepak bola kegemaran Allegri. Selain berporos pada tiga gelandang, Allegri memiliki Pulisic dan Rafael Leao di posisi depan. Kecepatan dan ketajaman duo penyerang itu dimaksimalkan dengan baik oleh Milan.

Meskipun kalah pamor dari Pulisic, Leao selalu mampu menarik perhatian bek-bek Inter ketika menguasai bola. Setidaknya dua pemain mendekati penyerang asal Portugal itu. Situasi itu membantu rekan setimnya mendapat ruang.

Saelemaekers mengalami itu dalam proses gol Milan. Ia bisa lolos dari kepungan pemain Inter yang terpaku pada Leao di garis tengah lapangan.

Meskipun mampu unggul di Derby della Madonnina, Allegri mengingatkan anak asuhannya untuk tetap meningkatkan performa. Ia menilai permainan menyerang Milan menurun setelah tekanan bertubi-tubi disajikan Inter sesudah gol tercipta.

”Kami harus lebih akurat dalam umpan silang. Situasi alami Inter akan berjuang untuk menyamakan skor, kami mendapatkan beberapa situasi (menyerang) yang seharusnya bisa dimaksimalkan. Namun, kami bertahan dengan baik,” kata Allegri.

Reaksi Kiper AC Milan Mike Maignan usai mengagalkan tendangan penalti Inter Milan pada laga Liga Italia di Stadion San Siro, Milan, Senin (24/11/2025) dini hari WIB. AC Milan menang 1-0 pada laga itu

Bagi Inter, kekalahan dari Milan menghentikan catatan empat kemenangan beruntun sejak 30 Oktober lalu. ”I Nerazzurri” pun menderita gim pertama tanpa mampu mencetak gol di kampanye kompetisi 2025-2026.

Selain itu, Pelatih Inter Cristian Chivu juga belum mampu mengangkat moral timnya ketika menghadapi lawan-lawan tangguh di Serie A. Inter sudah menelan kekalahan dari Juventus (3-4), Napoli (1-3), dan disusul Milan. Satu-satunya kemenangan Inter menghadapi tim papan atas ialah ketika menumbangkan AS Roma pada 19 Oktober.

Thuram tidak khawatir dengan rekor timnya menghadapi tim sepedan di musim ini. Ia yakin skuad Inter akan bangkit pada gim-gim selanjutnya demi kembali bersaing di papan atas.

”Saya tahu kami menderita kekalahan, tetapi kami masih berada di trek yang benar. Kami percaya kepada pelatih dan proyek ini. Satu kekalahan tidak akan mengubah pikiran kami,” kata Thuram dilansir La Gazzetta dello Sport.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto