Enam Tim Bisa Jangkau ”Capolista”, Liga Italia Kompetisi Terketat di Dunia

Tidak ada tim di Liga Italia yang dijagokan Opta memiliki potensi juara lebih dari 50 persen.

03 Nov 2025 13:41 WIB · Olahraga

AP Photo/Antonio Calanni

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Kekalahan AS Roma dari AC Milan dengan skor 0-1 menyebabkan dua tim teratas Liga Italia pada pekan kesembilan tanpa kemenangan di pekan kesepuluh, akhir pekan ini. Napoli memang masih bertahan di puncak klasemen usai ditahan tanpa gol oleh Como, tetapi anak asuhan Antonio Conte hanya unggul satu poin dari tiga tim di bawah mereka.

Inter Milan, AC Milan, dan Roma adalah pesaing terdekat Napoli dengan koleksi 21 poin. Jika Napoli gagal menang pada gim ke-11, Minggu (9/11/2025) mendatang, tiga tim itu berpeluang mengudeta capolista alias pucuk klasemen dari sang juara bertahan. Dengan catatan, tiga tim itu wajib menang.

Di sisi lain, seandainya salah satu dari tiga tim itu menderita kekalahan, mereka bisa tersungkur ke posisi lebih rendah. Dua tim di peringkat kelima dan keenam yang masing-masing dihuni Bologna dan Juventus sama-sama memiliki 18 poin.

Peluang perubahan klasemen pada pekan ke-11 masih sangat besar kemungkinan terjadi. Milan dan Napoli akan menjalani laga tandang penuh tantangan masing-masing kontra Parma dan Bologna. Bagi Bologna, laga menghadapi Napoli adalah kans terbaik mempertegas sebagai tim kuda hitam pengganggu hegemoni tim tradisional kampiun Italia.

Pemain AC Milan Strahinja Pavlovic merayakan golnya ke gawang AS Roma pada laga Liga Italia di Milan, Minggu (2/11/2025). Milan menang 1-0 pada laga itu.

Kemudian, Roma dan Inter bakal menjamu dua tim sulit di kandang. Kedua tim itu masing-masing akan kedatangan Udinese dan Lazio di markas mereka.

Adapun satu tim lain, Juve, akan bertarung di derby della mole atau duel sesama tim asal kota Turin melawan Torino. Dua kemenangan beruntun, lalu hadir dengan nuansa baru bersama Pelatih Luciano Spalletti mengembalikan atmosfer positif ”Si Nyonya Besar” untuk minimal bersaing memperebutkan tempat di zona empat besar.

Ketatnya persaingan di Liga Italia ditegaskan pula pada perhitungan superkomputer Opta untuk melakukan simulasi musim. Liga Italia adalah satu-satunya kompetisi lima liga top Eropa yang tidak memiliki satu pun tim dengan probabilitas juara di atas 50 persen.

Sebagai gambaran, per 3 November 2025, Opta memprediksi kans kampiun Arsenal di Liga Inggris senesar 71 persen, Bayern Muenchen mustahil diusik tim lain di Jerman dengan peluang juara 93,19 persen, Real Madrid paling diunggulkan juara Spanyol dengan 69,11 persen, serta Paris Saint-Germain diperkirakan sulit diganggu dari tradisi juara berkat 91,33 persen kans kampiun.

Di Liga Italia, satu tim yang paling diunggulkan Opta meraih scudetto adalah Inter Milan. Anak asuhan Cristian Chivu ini memiliki peluang menjadi penguasa Italia pada Mei 2026 sebesar 48,27 persen.

Juventus' Filip Kostic celebrates scoring during the Serie A soccer match between Cremonese and Juventus, in Cremona, Italy, Saturday, Nov. 1, 2025. (Alberto Mariani/LaPresse via AP)

Persentase probabilitas scudetto milik Inter dibuntuti Napoli (19,04 persen), AC Milan (13,67 persen), Roma (10,29 persen), Juventus (3,84 persen), Bologna (2,33 persen), dan Atalanta (1,48 persen).

Tujuh tim yang memiliki setidaknya 1 persen juara liga menjadikan Liga Italia adalah kompetisi dengan persaingan paling terbuka. Di Liga Inggris dan Liga Perancis hanya lima tim dengan probabilitas serupa, kemudian di Liga Jerman dan Liga Spanyol masing-masing hanya memiliki tiga dan empat tim yang diprediksi bisa meramaikan persaingan juara.

Jalur tepat

Persaingan yang masih sangat terbuka di Italia membuat enam tim itu masih bisa bermimpi meraih scudetto pada musim ini. Pelatih Roma Gian Piero Gasperini tidak terlalu ambil pusing dengan kekalahan dari Milan. Padahal, gol tunggal bek Milan, Strahinja Pavlovic, menyebabkan Roma menelan kekalahan perdana sekaligus gagal mendampingi Napoli di puncak klasemen.

”Kami bermain seperti yang saya inginkan. Tentu ada penyesalan karena permainan kami tidak berbuah poin, tetapi di sisi lain hal itu memberikan kepercayaan diri bahwa kami berada di jalur yang tepat,” ujar Gasperini kepada DAZN.

Pemain Roma Paulo Dybala melepaskan tendangan penalti ke gawan AC Milan, tetapi tidak berbuah gol, pada laga Liga Italia di Milan, Minggu (2/11/2025). Milan menang 1-0 pada laga itu.

Kekhawatiran terbesar Gasperini justru cedera yang dialami penyerang andalannya, Paulo Dybala. Pemain asal Argentina itu menderita cedera pangkal paha setelah eksekusi penalti gagal di menit ke-82.

”Kami harus menunggu hasil pemeriksaan seberapa lama dia akan absen, pastinya hingga jeda laga internasional. (Cedera Dybala) ini adalah kehilangan terbesar kami di malam ini,” ucap Gasperini.

Mike Maignan, kiper AC Milan, bangga bisa membantu timnya mengemas tiga poin penting melawan Roma. Ia menghalau sepekan penalti Dybala. Aksi penyelamatan Maignan membuat Dybala untuk pertama kali gagal mengonversi penalti sejak 30 November 2021 ketika masih berseragam Juve.

Terkait kans juara timnya, Maignan menilai masih terlalu dini untuk membahas titel. Menurut dia, tugas utama Milan adalah menghadapi laga demi laga dengan tujuan mengejar tiga poin.

”Kami memiliki tim yang bagus, kami bersatu, dan kami ingin fokus satu laga. Kami tidak menutup ambisi untuk mengejar scudetto karena kami ingin memenangi segalanya, tetapi perjalanan musim masih sangat awal,” kata Maignan seperti dikutip La Gazzetta dello Sport.

Kiper AC Milan Mike Maignan merayakan kemenangan timnya atas AS Roma di Stadion San Siro, Milan, Minggu (2/11/2025). Milan menang dengan skor 1-0 dan Maignan berhasil menggagalkan sebuah tendangan penalti.

Ketika lima tim menunjukkan performa positif, meski masih kerap inkonsisten, Juve adalah satu-satunya tim penghuni enam besar saat ini yang sudah mengalami pergantian pelatih. Bahkan, Si Nyonya Besar merupakan tim Liga Italia pertama yang sudah memecat pelatih di musim 2025-2026.

Meski demikian, Spalletti menyiratkan tidak ingin setengah hati datang ke Juve. Tidak sekadar memburu tiket Liga Champions, Spalletti berambisi menjadi pelatih kedua yang pernah mengantarkan Napoli dan Juve—dua tim asal wilayah utara dan selatan Italia dengan rivalitas terbesar—meraih scudetto. Capaian itu sudah dialami Antonio Conte.

”Semua orang ingin kami bersaing untuk trofi, ditambah lagi kami kami adalah Juventus. Sebuah kewajiban bagi kami untuk mencapai titik maksimal dan bermimpi sesuatu luar biasa sampai secara matematika hal itu sudah mustahil,” kata Spalletti.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto