Puluhan Pemimpin Negara Akan Hadiri KTT SCO di China

Meski bukan negara anggota Shanghai Cooperation Organization, Indonesia diundang untuk hadir di KTT SCO. Ada 20 negara lebih dan 10 organisasi yang akan hadir.

22 Agt 2025 19:53 WIB · Internasional

Oleh Sekar Gandhawangi, dari Beijing, China

BEIJING, KOMPAS — Sedikitnya 20 pemimpin negara Eurasia akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Shanghai Cooperation Organization atau KTT SCO di Kota Tianjin, China. Meski bukan negara anggota SCO, Indonesia diundang untuk hadir. Para petinggi akan membahas, antara lain, isu keamanan, ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan.

KTT SCO direncanakan berlangsung pada 31 Agustus 2025 hingga 1 September 2025. China adalah tuan rumah KTT SCO tahun ini.

Selain Indonesia, negara-negara yang akan menghadiri KTT SCO adalah Rusia, India, Turki, Iran, Kazakhstan, Uzbekistan, Mongolia, Malaysia, Kamboja, Mesir, dan Belarus. Ada lagi Kirgistan, Pakistan, Tajikistan, Azerbaijan, Maladewa, Nepal, Turkmenistan, Vietnam, dan Armenia.

Presiden China Xi Jinping akan menghadiri konferensi ini. Presiden Prabowo Subianto juga dijadwalkan hadir, begitu pula Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

Asisten Menteri Luar Negeri China Liu Bin pada Jumat (22/8/2025) mengatakan, Xi akan mengadakan pertemuan dengan para pemimpin negara anggota SCO serta negara-negara mitra. Ada sejumlah isu yang akan dibicarakan selama pertemuan berlangsung, antara lain praktik multinasionalisme, keamanan, dan pembangunan.

”Presiden Xi Jinping akan menyampaikan pidato. Ia akan menjelaskan bagaimana pandangan terbaru China soal Shanghai Spirit,” ucap Liu saat bertemu dengan awak media internasional di Beijing, China, Jumat (22/8/2025). ”Deklarasi Tianjin juga akan ditandatangani saat KTT SCO. Deklarasi ini membahas strategi pembangunan SCO untuk 10 tahun ke depan,” ujarnya menambahkan.

Asisten Menteri Luar Negeri China Liu Bin (kiri) memberi keterangan mengenai Konferensi Tingkat Tinggi Shanghai Cooperation Organization atau KTT SCO pada awak media di Beijing, China, Jumat (22/8/2025).

Selain itu, ada lebih dari 10 organisasi internasional yang bakal mengikuti KTT SCO. Beberapa di antaranya ialah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Bank investasi Infrastruktur Asia, Organisasi Kerja Sama Ekonomi, dan Struktur Anti-teroris Regional SCO.

SCO adalah organisasi regional terbesar di dunia. Para anggotanya menyumbang sekitar sepertiga produk domestik bruto (PDB) global serta mencakup lebih kurang 40 persen populasi dunia. Adapun negara anggota SCO mencakup sekitar 60 persen wilayah Eurasia.

Organisasi ini dibentuk pada 2001 oleh enam negara, yakni China, Rusia, Kazakhstan, Kirgistan, Tajikistan, dan Uzbekistan. Kini, anggota SCO bertambah menjadi 10 negara. India dan Pakistan—negara tetangga yang tidak akur—bergabung pada 2017, Iran pada 2023, serta Belarus pada 2024. Liu mengatakan, SCO terbuka pada kemungkinan penambahan negara-negara anggota baru.

Kerja sama

Negara yang tergabung dalam SCO bekerja sama dengan landasan Shanghai Spirit. Shanghai Spirit merujuk ke sikap saling percaya, saling menguntungkan, menghargai perbedaan, mendorong pembangunan bersama, menjaga kesetaraan, serta menjaga persahabatan dan hubungan bertetangga yang baik.

Indian Prime Minister Narendra Modi, right, shakes hand with Chinese Foreign Minister Wang Yi, left, in New Delhi, India, Tuesday, Aug.19, 2025. (Indian Prime Minister's Office via AP)

SCO mulanya dibentuk untuk memperkuat keamanan regional. Seiring berjalannya waktu, kerja sama antaranggota SCO meluas ke berbagai sektor, seperti ekonomi, perdagangan, teknologi, energi, pendidikan, kesehatan, kebudayaan, dan lingkungan. Perluasan kerja sama ini disebut sebagai respons atas ketidakpastian situasi global.

”Kita mesti bekerja sama untuk mengatasi ketidakpastian dan tantangan tak terduga di dunia demi perdamaian, keamanan, komunitas, dan harmoni,” kata Liu.

Di sisi lain, partisipasi Indonesia di KTT SCO dianggap sebagai kesempatan baik untuk memetik manfaat, seperti kerja sama regional dan peluang ekonomi. Ini juga kesempatan memperkuat peran Indonesia di tingkat global. Peran ini bisa membantu Indonesia menghadapi isu politik, ekonomi, dan keamanan di Asia.

”Keikutsertaan Indonesia dalam KTT SCO juga dapat membuat negara kita memainkan peran yang sangat penting di mata dunia,” kata Guru Besar Departemen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada Nur Rachmat Yuliantoro (Kompas.id, 19/7/2025).

KTT SCO sekaligus menjadi tempat pertemuan selanjutnya antara China dan India. Kedua negara ini tidak akur secara historis antara lain karena isu perbatasan di Himalaya. Belakangan, relasi kedua negara berangsur pulih. Ini tampak dari kunjungan Menteri Luar Negeri China Wang Yi ke India pada 18-20 Agustus 2025.


Kerabat Kerja

Penulis:

Sekar Gandhawangi, dari Beijing, China
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra