Puluhan siswa dari lima sekolah di PALI, Sumsel, mengalami gejala sakit perut, pusing, dan mual sepulang sekolah. Mereka diduga keracunan menu MBG.
05 Mei 2025 22:22 WIB · Nusantara
PALEMBANG, KOMPAS — Sebanyak 64 siswa dari lima sekolah di Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatera Selatan, diduga keracunan makanan seusai menyantap menu makan bergizi gratis atau MBG, Senin (5/5/2025). Para siswa itu kini menjalani perawatan di instalasi gawat darurat RSUD Talang Ubi.
Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Iwan Tuaji kepada awak media seusai menjenguk para siswa di RSUD Talang Ubi, Senin petang, mengatakan, ada 64 siswa yang diduga keracunan MBG. Mereka siswa yang tersebar pada lima sekolah. Gejala yang dialami sakit perut, kepala pusing, dan mual-mual.
Para siswa masih diperiksa oleh tim medis rumah sakit dan Dinas Kesehatan PALI. Adapun pihak Dinkes dan Kepolisian Resor PALI telah mengambil sampel menu MBG. Iwan belum dapat memastikan penyebab para siswa mengalami gangguan kesehatan tersebut.
”Yang pasti, sampel menu MBG hari ini yang lauk utamanya ikan tongkol suwir sudah diambil oleh dinkes dan kepolisian untuk diuji laboratorium,” ujar Iwan.
Saat ditanya apakah MBG akan dihentikan sementara, Iwan menuturkan, dia belum bisa memberikan keterangan. Hal itu harus diputuskan bersama-sama oleh para pemangku kepentingan terkait. ”Kami akan rapat dahulu bersama Pak Bupati (Asgianto), Pak Kapolres (Ajun Komisaris Besar Yunar Hotma P Sirait), dan pihak rumah sakit untuk menentukan langkah apa yang akan diambil,” katanya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/17/ba07b442-a905-4b13-884b-9d744da30c8f_png.png)
Puluhan siswa sekolah dasar di Talang Ubi ini mengalami keracunan makanan yang diduga seusai menyantap menu MBG. Akun Instagram @pali_terkini menyebut informasi itu diketahui setelah siswa berdatangan dan memenuhi IGD RSUD Talang Ubi dengan keluhan yang nyaris sama, yakni lemas dan sakit perut.
Para siswa itu merasakan keluhan tersebut sepulang dari sekolah. ”Kalau muntah tidak, tetapi badan anak saya lemas dan mengeluh sakit perut,” kata Panji, salah satu orangtua siswa yang diduga keracunan makanan di IGD RSUD Talang Ubi sebagaimana dilansir @pali_terkini.
Kepada awak media, mitra penyedia MBG di PALI, Almarizan, mengatakan, pendistribusian MBG dilakukan pukul 09.00 hingga 11.00. Dia memastikan bahwa penyediaan makanan sudah dilakukan sesuai dengan aturan berlaku. Adapun MBG di PALI baru dilakukan untuk 22 sekolah di Talang Ubi, dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/05/7518d4fa-5139-44b3-9344-7a272bd6e3e7_png.png)
Sementara itu, Kapolres PALI Ajun Komisaris Besar Yunar Hotma P Sirait saat dihubungi Kompas, Senin malam, belum bersedia menerima sambungan telepon. Yunar hanya menjawab pesan singkat dan memastikan bahwa pihaknya masih mendalami informasi tersebut. ”Sementara kami dalami dulu ya,” ujarnya.
Kepala Satreskrim Polres PALI Ajun Komisaris Nasron Junaidi sempat menerima sambungan telepon dari Kompas, Senin malam. Akan tetapi, Nasron hanya menerangkan bahwa pihaknya masih di IGD RSUD Talang Ubi dan sedang melakukan pendataan serta pendalaman kasus. ”Sabar yah, kami masih pendataan dan pendalaman kasus. Kalau sudah ada hasilnya, nanti, kami akan kabarkan,” kata Nasron.
Penulis:
Adrian FajriansyahEditor:
Irma TambunanPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto