LEBARAN 2026

Puncak Arus Mudik Terbagi Dua Gelombang, Kebutuhan BBM  Diprediksi Naik 11 Persen

Lebaran 2026, kebutuhan masyarakat akan bahan bakar minyak diprediksi naik 11 persen dari kondisi normal.

13 Mar 2026 13:10 WIB · Ekonomi & Bisnis

KOMPAS/Raditya Mahendra Yasa

Oleh Dahlia Irawati

MALANG, KOMPAS – Pada masa Lebaran tahun 2026 ini diperkirakan terjadi dua gelombang puncak arus mudik dan balik. Kebutuhan masyarakat akan bahan bakar minyak (BBM) pun diprediksi naik hingga 11 persen dari kondisi normal.

Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur Bali Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memproyeksikan secara nasional, puncak mobilitas masyarakat akan terjadi dalam empat fase, yaitu dua puncak arus mudik dan dua puncak arus balik. Puncak arus mudik akan terjadi pada periode 14-15 Maret 2026 dan 18-19 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik pada periode 24-25 Maret 2026 dan 28-29 Maret 2026.

”Pada saat itu, mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan akan cukup padat. Secara umum, proyeksi konsumsi BBM pada Idul Fitri tahun ini diperkirakan meningkat sekitar 11,9 persen dari rata-rata normal 18.430 kiloliter per hari,” kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi, Jumat (13/3/2026).

Kebutuhan BBM Lebaran 2026 di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) diprediksi naik 11 persen.

Peningkatan BBM itu seiring dengan prediksi naiknya konsumsi minyak tanah untuk kebutuhan rumah tangga. Kenaikannya diperkirakan meningkat 7,3 persen dari kondisi normal harian sebesar 375 kl per hari dan LPG meningkat 3,5 persen dari normal harian 6.567 MT per hari.

”Sepanjang Ramadhan dan Idul Fitri 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan kesiapan pasokan energi di seluruh wilayah guna mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, pariwisata, dan transportasi dengan memastikan kelancaran pendistribusian energi,” kata Ahad.

Untuk menjamin hal itu, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus membentuk Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas Rafi) yang mulai bertugas pada 9 Maret 2026 sampai dengan 1 April 2026. Tujuan satgas ini dibentuk, menurut Ahad, adalah untuk memastikan masyarakat dapat menikmati liburan dengan aman dan nyaman.

”Kami memastikan pasokan dan distribusi energi tetap terjaga sepanjang periode Ramadhan dan Idul Fitri. Selain stok yang aman, kami juga memperkuat berbagai layanan tambahan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih nyaman selama perjalanan,” ucap Ahad.

Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengoptimalkan seluruh infrastruktur meliputi 1.482 SPBU, 900 Pertashop, dan 1.296 agen LPG. Selain mengoptimalkan seluruh jaringan layanan, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus juga menghadirkan berbagai layanan tambahan untuk mendukung kenyamanan masyarakat selama periode Rafi. Layanan tersebut mencakup 644 SPBU siaga 24 jam dan 1.040 agen LPG siaga yang memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan energi kapan saja.

Lebaran, mobil tangki Pertamina siap siaga.

”Nantinya juga akan ada 17 mobil tangki stand-by sebagai kantong suplai di jalur padat perjalanan. Serta, akan ada ambulans di sejumlah titik strategis dan porter gratis di beberapa bandara untuk membantu mobilitas masyarakat. Kami juga gunakan sistem monitoring real-time melalui command center sehingga satgas bisa memastikan agar suplai segera ditambah jika terjadi lonjakan permintaan,” tutur Ahad.

Kebutuhan BBM belakangan ini cukup menyita perhatian masyarakat seiring meletusnya perang AS-Iran. Sempat terjadi panic buying BBM, hingga menyebabkan antrean pembelian BBM di beberapa tempat secara nasional.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meninjau ketersediaan bahan pangan pokok selama Ramadhan-Idul Fitri 2026.

Di Kota Malang, ketersediaan stok BBM ini dipastikan oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dalam rangkaian monitoring ketersediaan bahan pangan pokok menjelang Idul Fitri 1447 H beberapa waktu lalu.

”Untuk ketersediaan BBM, tadi penjelasannya di Malang tidak ada kelangkaan BBM. Namun, apabila terjadi sesuatu pada saat Idul Fitri, Pertamina siap menyuplai untuk masyarakat dengan armada motor sampai ke lokasi pelanggan. Jadi relatif kondusif kita aman dan tolong sampaikan kepada masyarakat Kota Malang, jangan panik terkait dengan isu-isu yang tidak jelas,” tutur Wahyu.

Ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam berbelanja kebutuhan pokok menjelang Lebaran. Menurut Wahyu, Pemerintah Kota Malang bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus memantau secara berkala fluktuasi dan ketersediaan pasokan sembako dan BBM guna menjaga stabilitas harga serta memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar.


Kerabat Kerja

Penulis:

Dahlia Irawati
 | 

Editor:

Harry Susilo
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul