Posisi Puncak, tetapi Rasa Tepi Jurang bagi Borussia Dortmund

Setelah memastikan tiket ke fase gugur Piala Dunia Antarklub 2025 sebagai pemuncak Grup F, Borussia Dortmund dinanti skenario yang lebih menantang.

26 Jun 2025 14:52 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

Borussia Dortmund menyelesaikan babak penyisihan grup Piala Dunia Antarklub 2025 sebagai juara Grup F. Mereka berada di puncak, tetapi juga terasa seperti di sisi jurang karena dinanti skenario yang lebih menantang pada fase gugur.

Dortmund menjadi juara Grup H setelah menang 1-0 atas wakil Korea Selatan, Ulsan HD, di Stadion TQL, Cincinnati, Amerika Serikat, Kamis (26/6/2025) dini hari WIB. Gol tunggal Daniel Svensson pada menit ke-36 membuat Dortmund memastikan posisi puncak dengan koleksi tujuh poin.

Kemenangan atas Ulsan HD merupakan hasil positif kedua yang diraih Dortmund. Sebelumnya, tim asuhan Niko Kovac ini bermain imbang tanpa gol melawan Fluminense dan menang 4-3 atas Mamelodi Sundowns.

"Kami ingin lolos dari babak penyisihan grup, mencapai babak 16 besar. Kami telah mencapainya. Kami finis pertama dan kami senang karenanya,” kata Kovac kepada FIFA.

Menghadapi Ulsan HD, Dortmund mendominasi seluruh pertandingan. Namun, kiper lawan, Hyeon-Woo, tampil gemilang dengan melakukan banyak penyelamatan.

Pemain Borussia Dortmund, Carney Chukwuemeka, mengontrol bola saat melawan Ulsan HD pada laga penyisihan Grup F Piala Dunia Antarklub 2025 di Cincinnati, Amerika Serikat, Kamis (25/6/2025) dini hari WIB. Dortmund menang, 1-0.

Dialah sosok yang berperan di balik gawang Ulsan HD yang hanya bergetar sekali meskipun menerima 11 tembakan tepat sasaran dari total 28 tembakan.

Pada pertandingan lain di Grup F, Fluminense berjuang untuk menyelamatkan hasil imbang melawan Mamelodi Sundowns. Satu poin dari laga ini sudah cukup membawa Thiago Silva dan rekan-rekannya lolos ke fase gugur menemani Dortmund sebagai runner-up dengan raihan lima poin di klasemen akhir.

Quote

Kami punya cukup waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi lawan. - Niko Kovac -

Pada fase gugur, hal menantang bakal menanti Dortmund. Undian Piala Dunia Antarklub 2025 menciptakan skenario yang mirip dengan yang terjadi di Piala Dunia 2018 di Rusia. Satu sektor mengumpulkan sebagian besar tim "kelas berat”, sementara yang lain menyajikan skenario yang jauh lebih menguntungkan untuk mengatasi babak gugur.

Setelah sempat menunggu calon lawan, Dortmund akhirnya mengetahui bahwa mereka akan menghadapi Monterrey, runner up Grup E. "Die Borussen", julukan Borussia Dortmund, sebelumnya sudah tahu akan menghadapi rival dari Grup E.

Grup E adalah salah satu grup tersengit karena tiket ke fase gugur diperebutkan Monterrey, River Plate, dan Inter Milan, hingga laga akhir.

Infografik Fitur Trofi Piala dunia klub

Tidak seperti Inter dan River yang sama-sama kuat dan akan saling berhadapan, Monterrey memang menghadapi lawan yang relatif lebih mudah, yakni Urawa Reds. Tim yang mewakili Asia ini sudah tidak punya kepentingan apa-apa di laga terakhir karena sudah tersingkir seusai kalah dua kali dari Inter dan River.

Namun, Monterrey memahami bahwa kemenangan saja tidak cukup bagi mereka. Mereka juga perlu menang dengan skor besar atas Urawa untuk mengantisipasi Inter dan River bermain imbang sehingga ketiga tim pada akhirnya mengoleksi lima poin.

Moenterrey pun benar-benar menang dengan skor besar. Sebelumnya menahan imbang dengan skor 1-1 dan bermain seri tanpa gol dengan River Plate, Monterrey "mengamuk” pada laga sekaligus kesempatan terakhir untuk memastikan tempat di babak 16 besar itu dengan kemenangan 4-0.

Laga ini adalah kemenangan perdana Monterrey di Piala Dunia Antarklub 2025. Berkat kemenangan ini pula, klub asal Meksiko tersebut mengunci posisi kedua klasemen Grup E dengan total 5 poin. Pada saat yang bersamaan, River Plate takluk 0-2 sehingga membuat tim Argentina ini harus angkat koper.

Namun, bukan itu saja "kabar buruk” bagi Dortmund. Mereka juga berpotensi terpuruk dalam "sisi jurang” undian. Jika lolos ke perempat final, mereka akan menghadapi pemenang pertandingan antara juara Grup H pertama dan G kedua yang bisa jadi adalah Real Madrid dan Manchester City (atau Juventus).

Pemain Wydad Casablanca Selemani Mwalimu (kiri) berebut bola dengan pemain Manchester City Rayan Cherki pada laga grup G Piala Dunia Antarklub 2025 di Stadion Lincoln Financial Field, Philadelphia, AS, Rabu (18/6/2025).

Di sisi undian yang sama, pertandingan lainnya adalah Paris Saint-Germain versus Inter Miami dan Bayern Muenchen versus Flamengo. Oleh karena itu, di perempat final, bisa jadi bakal terjadi laga PSG versus Bayern jika tidak ada kejutan.

Pertandingan yang sudah dikonfirmasi di sisi undian lainnya adalah Palmeiras versus Botafogo dan Benfica versus Chelsea. Pemenang kedua pertandingan akan saling berhadapan di perempat final.

"Tentu saja, kami sudah melihat kemungkinan lawan berikutnya. Kami sudah melihat bahkan sebelumnya. Bukannya kami tidak siap. Sekarang, karena finis pertama, kami tidak akan bermain hingga 1 Juli. Jadi, kami punya cukup waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi lawan,” kata Kovac.

Adapun gelandang Dortmund, Julian Brandt, mengatakan, timnya memang tidak bermain dengan baik pada seluruh pertandingan. Namun, yang terpenting, kata Brandt, Dortmund akhirnya bisa meraih tujuh poin dan finis di puncak grup.

Di sisi lain, penampilan yang kurang maksimal memberi ruang perbaikan pada laga-laga selanjutnya. Brandt mengevaluasi, tim harus bermain lebih tajam agar bisa mencetak lebih banyak gol. Mereka total "hanya” mengoleksi lima gol.

Ekspresi kegembiraan pemain Borussia Dortmund, Jobe Bellingham (tengah), dan rekan-rekannya seusai mencetak gol ke gawang Ulsan HD pada laga penyisihan Grup F Piala Dunia Antarklub 2025 di Cincinnati, Amerika Serikat, Kamis (25/6/2025) dini hari WIB. Dortmund menang, 1-0.

"Kami benar-benar perlu belajar cara mencetak lebih banyak gol. Kami perlu menangani peran itu dengan lebih baik. Saya pikir kami bisa bermain lebih baik dengan peluang yang kami miliki dan mungkin sedikit lebih tajam. Dengan begitu, saya pikir hasilnya akan lebih meyakinkan,” tutur Brandt.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono