Tim putra dan putri Indonesia lolos ke semifinal Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Beregu. Tim putri akan berhadapan dengan Korea Selatan, adapun putra melawan Jepang.
06 Feb 2026 22:24 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
QINGDAO, JUMAT — Tim putri Indonesia tampil lebih baik saat melawan Thailand pada perempat final Kejuaraan Bulu Tangkis Asia Beregu. Laga semifinal melawan Korea Selatan akan menjadi tes kemampuan skuad muda ”Merah Putih”.
Siti Fadia Silva Ramadhanti dan kawan-kawan mengalahkan Thailand dengan skor 3-2 pada pertandingan yang berlangsung di Conson Gymnasium, Qingdao, China, Jumat (6/2/2026). Penampilan yang lebih baik dari setiap pemain, dibandingkan ketika berhadapan dengan Jepang pada penyisihan grup, sehari sebelumnya, bisa menjadi modal Indonesia untuk melawan Korea Selatan pada tantangan berikutnya, Sabtu.
Dengan lawan yang sama pada perempat final, yaitu Thailand, tim putra juga menang, 3-2. Pada semifinal, Anthony Sinisuka Ginting dan kawan-kawan akan melawan Jepang yang menang atas Malaysia, 3-0.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/06/27d420c9278b63cf3f3c96ec164a255b-WhatsApp_Image_2026_02_06_at_11.11.11.jpeg)
Dengan hasil tersebut, tim putri dan putra Indonesia dipastikan lolos ke kejuaraan Piala Thomas dan Uber yang akan berlangsung di Horsens, Denmark, 24 April-3 Mei. Kejuaraan Asia dan kejuaraan kontinental di empat wilayah lain, yaitu Eropa, Afrika, Pan Amerika, dan Oseania menjadi fase kualifikasi untuk Piala Thomas dan Uber.
Zona Asia dan Eropa berhak mengirimkan empat tim terbaik, sementara wilayah lain akan memiliki, masing-masing, satu tim terbaik. Ditambah dengan tuan rumah dan/atau juara bertahan serta tim-tim dengan peringkat dunia terbaik, di luar yang lolos melalui jalur lain, peserta Piala Thomas dan Uber terdiri atas 16 tim.
Meskpun telah dipastikan lolos ke Horsens, Indonesia tak boleh lengah menghadapi lawan di semifinal. Setiap atlet, apalagi atlet muda, bisa mendapat pengalaman dari semifinal dan final, jika lolos.
Pengalaman tersebut akan lebih bernilai karena Indonesia mengandalkan kekuatan yang sebagian besar merupakan pemain muda dalam rentang usia 18-22 tahun. Apalagi tim putri, dengan tujuh dari 10 pemain berusia 18-21 tahun, akan berhadapan dengan Korea Selatan yang diperkuat pemain nomor satu dunia, An Se-young, dan Kim Ga-eun (17) di sektor tunggal.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/06/9b5192a693b1ede1cfad40178bdab260-WhatsApp_Image_2026_02_06_at_14.41.14.jpeg)
An bermain dalam Kejuaraan Asia setelah menjuarai dua turnamen pertama pada 2026, Malaysia Terbuka Super 1000 dan India Terbuka Super 750. Atlet berusia 23 tahun ini meraih 11 gelar juara dari 15 kejuaraan.
Adapun pada nomor ganda, Korea Selatan mengandalkan dua pasangan peringkat lima besar dunia, Lee So-hee/Baek Ha-na (3) dan Kim Hye-jeong/Kong Hee-yong (5) atau pasangan yang merupakan rotasi di antara keempat pemain itu. Saat mengalahkan Malaysia 3-0 pada perempat final, misalnya, Baek dipasangkan dengan Kim. Adapun Kong berpartner bersama Lee Yeon-woo meskipun tak jadi bermain karena Korea Selatan telah memenangi tiga partai terlebih dulu.
”Korea, kita tahu bukan lawan yang gampang. Mereka banyak pemain top, jadi saya berharap tim bisa mengeluarkan permainan yang terbaik dan maksimal dan berjuang mati-matian,” ujar Ester Nurumi Tri Wardoyo yang menang atas Pornpicha Choeikeewong, 21-13, 21-16.
Ester bermain pada partai kelima ketika kedua tim imbang 2-2. Indonesia selalu tertinggal lebih dulu karena kekalahan pada nomor tunggal, tetapi bisa mengimbangi dari kemenangan pada nomor ganda.
Kejuaraan Asia menjadi ajang pertama bagi Ester dalam rentang sembilan bulan dan dia selalu menang dalam dua pertandingan, yaitu melawan Hong Kong, pada penyisihan grup, dan Thailand. Tunggal putri berusia 21 tahun itu menepi dari turnamen sejak pertengahan Mei 2025 karena cedera kaki kanan. Pada tahun itu, Ester pun hanya bermain dalam empat turnamen.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/06/47c75ccce4e06c7705ef709db3b4ec5a-WhatsApp_Image_2026_02_06_at_13.29.27.jpeg)
Jika diturunkan melawan Korea Selatan, Ester akan kembali bermain sebagai tunggal ketiga karena peringkat dunianya lebih rendah dari tiga rekannya, yaitu Thalita Ramadhani Wiryawan, Mutiara Ayu Puspitasari, dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi. Pilihan untuk melawan An akan di antara Thalita atau Mutiara yang tak tampil saat melawan Thailand.
Adapun untuk melawan ganda putri Korea Selatan, yang menjadi bagian dari ganda putri top dunia, Indonesia memiliki tiga alternatif pasangan, salah satunya Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari yang saat ini menjadi ganda putri Indonesia dengan peringkat dunia tertinggi, yaitu ke-27. Hasil terbaik mereka sejak berpasangan pada September 2025 adalah final Australia Terbuka Super 500 2025 dan perempat final Malaysia Terbuka Super 1000, awal 2026.
Pilihan lain adalah juara Australia Terbuka, Rachel Alessya Rose/Febi Setiangrum, dan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amalia Cahaya Pratiwi (juara Thailand Masters). ”Kemarin, kami gagal menyumbangkan poin, itu jadi evaluasi untuk tampil lebih baik hari ini. Alhamdulillah hari ini bisa menebusnya,” kata Fadia.
Ketika nomor ganda bisa menyumbangkan kemenangan pada beregu putri, sektor tersebut gagal meraih poin saat Indonesia berhadapan dengan Thailand di beregu putra. Indonesia kehilangan poin dari Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/06/ff4c9fd2674869393dae8a4df211ee10-WhatsApp_Image_2026_02_06_at_21.34.54.jpeg)
Leo/Bagas kalah dari pasangan ranking ke-58 dunia, Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul, 21-14, 15-21, 17-21 pada partai kedua. Adapun Raymond/Nikolaus dikalahkan Pharanyu Kaosamaang/Worrapol Thongsa-nga, 19-21, 18-21.
Hasil tersebut menjadi kekalahan kedua bagi Leo/Bagas dari tiga pertandingan pada penyisihan grup dan perempat final. Satu-satunya kemenangan didapat saat Indonesia mengalahkan Myanmar. Padahal, ganda putra nomor tiga Indonesia dengan peringkat ke-16 dunia itu berperan sebagai ganda putra pertama dalam tim.
Performa dan hasil skuad ganda putra Indonesia hingga perempat final menjadi cermin bahwa sektor tersebut sangat bergantung pada dua pasangan yang tidak ada dalam tim, yaitu Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani. Ini harus menjadi catatan untuk kejuaraan Piala Thomas dan Uber.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/06/68d0b4cf51031be6b707990113ee1463-WhatsApp_Image_2026_02_06_at_17.40.30.jpeg)
Kemenangan Indonesia pada perempat final pun ditentukan melalui kemenangan tiga tunggal putra. Mohammad Zaki Ubaidillah, yang kalah saat melawan Justin Hoh (Malaysia), memperbaiki performanya hingga bisa menang atas Panitchapon Teeraratsakul, 21-13, 22-20. Hasil ini mengulang kemenangan Zaki atas Teeraratsakul dalam final Thailand Masters, lima hari sebelumnya.
”Permainan cukup ketat di awal, lalu saya berusaha lebih mengontrol permainan setelah interval. Saat tertinggal pada gim kedua, pelatih dan kapten tim selalu mengingatkan bahwa permainan belum selesai, saya masih bisa mengejar. Jadi, saya pun mencoba meningkatkan fokus,” tutur Zaki yang berperan sebagai tunggal pertama Indonesia.
Tambahan kemenangan dari pemain-pemain tunggal didapat pada partai ketiga dan kelima melalui Prahdiska Bagas Shujiwo dan Richie Duta Ricardo.
Beregu putri Indonesia – Thailand
Thalita Ramadhani Wiryawan vs Busanan Ongbamrungphan 22-24, 18-21
Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari vs Tidapron Kleebyeesun/Nattamon Laisuan 21-14, 21-18
Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi vs Pitchamon Opatniputh 21-19, 17-21, 13-21
Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi vs Hathaithip Majid/Napapakorn Tungkasatan 21-13, 21-9
Ester Nurumi Tri Wardoyo vs Pornpicha Choeikeewong 21-13, 21-16
Beregu putra Indonesia - Thailand
Mohammad Zaki Ubaidillah vs Panitchapon Teeraratsakul 21-13, 22-20
Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana vs Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul 21-14, 15-21, 17-21
Prahdiska Bagas Shujiwo vs Puritat Arree 21-7, 17-21, 21-18
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin vs Pharanyu Kaosamaang/Worrapol Thongsa-Nga 18-21, 19-21
Richie Duta Ricardo vs Tanawat Yimjit 21-5, 21-17
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase