Putri Kusuma Wardani lolos ke semifinal turnamen bulu tangkis Jepang Terbuka. Untuk pertama kalinya, dia mengalahkan pemain peringkat kedua dunia, Wang Zhi Yi.
17 Jul 2026 17:09 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
TOKYO, JUMAT — Putri Kusuma Wardani mencapai peringkat keenam dunia, posisi tertinggi yang pernah ditempatinya, sejak awal 2026 dan bertahan di sana hingga saat ini. Namun, dia tak pernah mengalahkan lima atlet di atasnya dalam 33 pertandingan hingga kemenangan diraih pada perempat final Jepang Terbuka 2026.
Salah satu tembok tebal itu adalah tunggal putri ranking kedua dunia asal China, Wang Zhi Yi, yang menjadi lawannya di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Jepang, Jumat (17/7/2026). Putri selalu kalah dalam tujuh pertemuan hingga akhirnya menang dengan skor 9-21, 21-17, 21-4.
Lawan lain yang tidak pernah dia kalahkan adalah An Se-young (Putri tertinggal 0-10), Akane Yamaguchi (0-7), Han Yue (0-5), dan Chen Yu Fei (0-4). Putri baru bisa mencuri gim dari pemain-pemain itu, termasuk dua gim dari tujuh pertemuan lain melawan Wang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/17/3e57bea6cf0425671e1306c258414f43-WhatsApp_Image_2026_07_17_at_12.29.52.jpeg)
Persaingan Putri dan Wang bahkan sudah terjadi sejak era yunior meski Putri, yang berusia 23 tahun, lebih muda tiga tahun. Dia selalu kalah dua gim pada tiga pertemuan yang berlangsung 2018.
Setelah itu, kedua pemain itu baru bertemu lagi di turnamen BWF pada 2024, kali ini dalam level lebih tinggi, yaitu BWF World Tour. Putri mencuri satu gim pada babak pertama Kejuaraan Asia dan perempat final Jepang Terbuka 2025, selebihnya selalu kalah straight games.
”Alhamdulillah rasanya lega karena akhirnya bisa menang dari Wang Zhi Yi. Biasanya saya paling bagus hanya bisa ambil satu gim, lalu ’hilang’ di gim penentuan kalau melawan dia, An Se-young atau Akane, tapi hari ini bisa menang. Jadi, sangat senang,” tutur Putri.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/17/bb83d2cada8806975a4867abcffb2905-WhatsApp_Image_2026_07_17_at_12.29.46_1_.jpeg)
Melawan lima atlet yang berada di atasnya, Putri belum bisa mempertahankan fokus sepanjang pertandingan. Apalagi, mereka, terutama An, Wang, dan Yamaguchi, adalah pemain yang jarang membuat kesalahan sehingga Putri tak dapat mengandalkan buruknya permainan lawan.
Saat berhadapan dengan Wang di Jepang Terbuka untuk kedua kalinya—Putri kalah pada perempat final Jepang Terbuka 2025—Putri pun berusaha meningkatkan level konsentrasinya. Apalagi, kehilangan gim pertama terjadi karena ia tak bisa mengantisipasi tekanan Wang.
”Salah satu faktor terpenting adalah di fokus, tidak boleh hilang atau lepas sedikit pun. Maka, tadi saya mencoba untuk bertahan dan memang sangat melelahkan sesudahnya. Tetapi, hasil ini sangat penting untuk menatap pertandingan-pertandingan selanjutnya,” katanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/17/a1f6a0f1f8bd0dff722a17394280d13f-WhatsApp_Image_2026_07_17_at_12.29.54.jpeg)
Tak menunggu lama, Putri harus bisa mempertahankan fokus seperti yang diperlihatkan saat melawan Wang ketika berhadapan dengan Yamaguchi di semifinal. Apalagi, Yamaguchi memiliki kelebihan lain, yaitu bermain ulet meski dalam laga panjang.
Pada perempat final, misalnya, dia mengalahkan Kim Ga-eun (Korea Selatan) dengan skor 21-14, 13-21, 22-20 meski tertinggal jauh pada posisi 3-11 hingga 9-16 pada gim ketiga.
”Tidak akan mudah melawan Akane, apalagi dia main di rumahnya sendiri. Saya harus fokus lagi dan lebih percaya diri. Kemenangan hari ini menjadi tambahan motivasi,” kata Putri, yang kalah tiga gim dari Yamaguchi pada pertemuan terakhir di turnamen Final BWF 2025.
Di tunggal putra, Alwi Farhan memperlihatkan semangat juangnya yang tinggi ketika berhadapan dengan atlet tuan rumah, Kodai Naraoka. Alwi menahan lima match point Naraoka pada gim kedua dan ketiga meski akhirnya kalah, 18-21, 22-20, 18-21.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/17/d322049339f5c36a71a8d50c344765ad-WhatsApp_Image_2026_07_17_at_16.02.22.jpeg)
Alwi merebut gim kedua setelah tertinggal 16-20. Enam poin beruntun didapatnya, yang berarti tak sekali pun dia membuat kesalahan pada enam poin tersebut.
Pada gim ketiga, ketika kedua pemain berusaha bertahan di tengah rasa lelah, Alwi hanya bisa sekali menahan match point lawan dari posisi 17-20 karena Naraoka bermain agresif pada poin-poin akhir. Dia mempercepat serangan, hanya beberapa pukulan setelah servis.
Meski kalah, Alwi memperlihatkan daya juangnya, termasuk dalam posisi tertekan. Laga selama 1 jam 38 menit itu menjadi pertandingan terlama yang dijalani Alwi dalam persaingan BWF World Tour sejak 2023.
Pertandingan terlama sebelumnya dijalani pada perempat final Thailand Masters 2025 saat bermain selama 1 jam 37 menit melawan Nhat Nguyen (Irlandia) dan Alwi kalah, 19-21, 21-13, 19-21.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/07/17/235c8e2e09e6a85d7698374a1fcab8a9-WhatsApp_Image_2026_07_17_at_16.02.25.jpeg)
”Pastinya saya tidak membiarkan lawan menang dengan mudah, tidak mau menyerah dulu meskipun hasilnya kalah. Saya belajar banyak bagaimana melawan diri sendiri, melawan keraguan, melawan rasa capek, dan semua kondisi di lapangan. Saya akan kembali dengan lebih kuat,” tutur Alwi, yang akan melanjutkan penampilan ke turnamen di China Terbuka, 21-26 Juli.
Kekalahan juga dialami wakil ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari. Setelah selalu menang dalam dua pertemuan sebelumnya, kali ini Febriana/Meilysa kalah dari Hsu Yin Hui/Lin Jhih Yun (Taiwan), 18-21, 15-21.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti