Meski diserang Israel, Qatar tetap akan menjalankan peran mediator pada perang Hamas-Israel. Sementara Dewan Keamanan PBB mengecam serangan Israel itu.
12 Sep 2025 08:38 WIB · Internasional
NEW YORK, JUMAT — Qatar memastikan tetap menjalankan peran sebagai mediator dalam perang Hamas-Israel. Sementara Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, tanpa menyebut nama Israel, mengecam serangan Israel ke Doha, Qatar, pada Selasa lalu.
”Anggota Dewan menggarisbawahi pentingnya deeskalasi dan menyatakan solidaritas dengan Qatar. Mereka menggarisbawahi dukungan mereka terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Qatar,” demikian bunyi pernyataan yang disusun oleh Inggris dan Perancis, sebagaimana diberitakan kantor berita Reuters, Jumat (12/9/2025). Pernyataan sikap DK PBB tersebut merupakan dukungan bagi Qatar.
”Anggota Dewan menekankan bahwa pembebasan para sandera, termasuk mereka yang dibunuh oleh Hamas, dan mengakhiri perang serta penderitaan di Gaza harus tetap menjadi prioritas utama kami,” demikian bunyi pernyataan DK PBB.
Disetujui oleh 15 anggota dewan, termasuk Amerika Serikat, pernyataan tersebut merupakan bentuk solidaritas dengan Qatar dan peran vitalnya dalam memediasi upaya perdamaian. Dukungan AS atas pernyataan itu disebut sebagai teguran kepada Israel.
Diberitakan, Israel berusaha membunuh para pemimpin politik Hamas di Doha, Qatar. Israel meluncurkan serangan ke Doha pada Selasa lalu saat pemimpin Hamas tengah bertemu membahas proposal gencatan senjata baru yang diusulkan Presiden AS Donald Trump. Para pemimpin Hamas selamat dari serangan itu, tetapi sejumlah anggota Hamas dan aparat Qatar tewas. Dewan Keamanan PBB menindaklanjuti kasus itu dengan menggelar sidang darurat pada Kamis (11/9/2025).
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/12/3253065b-3d1b-4221-889a-012f40637ef5_jpg.jpg)
Meski negaranya diserang Israel, Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani menyampaikan kepada DK PBB bahwa Doha akan melanjutkan misi kemanusiaan dan diplomatiknya.
”Kami akan melanjutkan peran kemanusiaan dan diplomatik kami tanpa ragu-ragu untuk menghentikan pertumpahan darah,” ujar PM Al-Thani dalam sidang DK PBB.
Meski demikian, Doha tidak akan menoleransi pelanggaran lebih lanjut terhadap keamanan dan kedaulatannya. Al-Thani menuduh Israel mencoba menggagalkan upaya untuk mengakhiri perang di Gaza dengan menyerang para pemimpin Hamas di Doha.
”Israel sedang merusak stabilitas kawasan dengan gegabah,” ujar Al-Thani.
Ia menyebut pemimpin Israel sebagai pemimpin arogan. ”Menyerang wilayah kami saat kami sedang sibuk dengan negosiasi telah mengungkap niat Israel. Israel mencoba merusak prospek perdamaian. Israel mencoba melanggengkan penderitaan rakyat Palestina,” imbuh Al-Thani kepada DK PBB.
”(Serangan ini) juga menunjukkan bahwa para ekstremis yang memerintah Israel saat ini tidak peduli dengan para sandera. Ini bukan prioritas,” kata A-Thani menegaskan.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Politik, Rosemary DiCarlo, menggambarkan Qatar sebagai ”mitra berharga dalam memajukan perdamaian”. Ia menyatakan keprihatinannya atas kecerobohan Israel. ”Serangan tersebut merupakan eskalasi yang mengkhawatirkan,” ujar DiCarlo.
DiCarlo menunjukkan, perang Israel di Gaza menewaskan puluhan ribu orang dan hampir menghancurkan Gaza sepenuhnya. Ia juga mencatat bahwa situasi di Tepi Barat, termasuk Jerusalem Timur yang diduduki, terus memburuk.
DiCarlo juga mencatat ”eskalasi berbahaya” Israel lainnya di kawasan. Eskalasi itu melibatkan Iran, Lebanon, Suriah, dan Yaman.
”Serangan Israel terhadap Doha berpotensi membuka babak baru yang berbahaya dalam konflik yang menghancurkan. (Serangan ini) secara serius mengancam perdamaian dan stabilitas regional,” ujar DiCarlo.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/12/33335ee3-327f-4be9-b587-fa18978579db_jpg.jpg)
Duta Besar Aljazair untuk PBB Amar Bendjama mengatakan, ”Israel bertindak seolah-olah hukum tidak ada, seolah-olah perbatasan hanyalah ilusi, seolah-olah kedaulatan itu sendiri adalah mosi yang dapat diabaikan, seolah-olah Piagam PBB adalah teks yang fana.”
Menyoroti serangan Israel terhadap Suriah, Lebanon, Yaman, dan Qatar, Bendjama menambahkan, ”Hal ini (serangan) bukan wujud kekuatan, melainkan kecerobohan. Ini adalah tanda kegilaan. Ini adalah perilaku pemerintah ekstremis, yang didorong oleh kekebalan (dan) impunitas. Sebuah pemerintah yang mendorong kawasan dan seluruh dunia menuju jurang kehancuran.”
Senyampang itu, dengan mendukung pernyataan DK PBB, AS yang adalah sekutu dekat Israel tampaknya ingin menegur keras Israel. Sikap itu mencerminkan ketidakpuasan Trump atas serangan tersebut.
Perwakilan AS di Dewan Keamanan PBB Dorothy Shea mengatakan, ”Pengeboman sepihak di Qatar, sebuah negara berdaulat yang bekerja sangat keras dan berani mengambil risiko bersama AS untuk menengahi perdamaian, tidak memajukan tujuan Israel atau Amerika.”
Shea menegaskan, ”AS tidak dapat dan tidak akan membela serangan Israel terhadap Qatar.”
Meski demikian, sumber-sumber diplomatik Al Jazeera menyatakan, AS ”menolak” pernyataan yang lebih keras terhadap Israel.
Sementara Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon dalam pertemuan DK PBB tersebut mengatakan, ”Serangan ini mengirimkan pesan yang seharusnya bergema di seluruh majelis ini. Tidak ada tempat berlindung bagi teroris, tidak di Gaza, tidak di Teheran, tidak di Doha. Tidak ada kekebalan bagi teroris.”
”Kami akan menindak para pemimpin teror di mana pun mereka bersembunyi,” ujar Danon.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/12/5217a19a-a920-4df7-bd4b-d8a462a06434_jpg.jpg)
PM Al-Thani dalam wawancara terpisah mengatakan, PM Israel Benjamin Netanyahu memutus harapan pembebasan para sandera. Harapan itu sirna kala Israel menyerang Qatar saat perundingan tengah berlangsung. Serangan Israel juga membuat nasib perdamaian di Gaza semakin rentan.
”Saya bertemu dengan salah satu keluarga sandera pada pagi hari serangan,” kata Al-Thani dalam sebuah wawancara dengan CNN yang disiarkan Rabu malam. ”Mereka mengandalkan mediasi ini. Mereka tidak punya harapan lain untuk itu.”
”Apa yang telah dilakukan Netanyahu, dia telah memupus harapan bagi para sandera itu,” imbuh Al-Thani.
Selain membahas serangan Israel di DK PBB, Qatar juga akan menyelenggarakan pertemuan puncak Arab-Islam minggu depan di Doha. Pertemuan itu juga untuk membahas serangan Israel ke Doha dan memutuskan tindakan yang akan diambil.
(AP/AFP/Reuters)
Penulis:
Helena Fransisca NababanEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto