Dari tiga gim awal, Randal Kolo Muani sudah membuktikan jauh lebih baik dari Dusan Vlahovic. Ketajaman Kolo Muani bakal menentukan nasib Juventus di musim ini.
08 Feb 2025 13:14 WIB · Olahraga
COMO, SABTU – Baru tiga pertandingan membela Juventus, Randal Kolo Muani sudah menciptakan sejarah baru di Liga Italia. Penyerang asal Perancis itu menyempurnakan “puzzle” permainan Juventus bersama Pelatih Thiago Motta yang minim efektivitas gol dalam paruh pertama musim ini.
Dua gol Kolo Muani memastikan kemenangan Juve 2-1 atas tuan rumah Como, Sabtu (8/2/2025) WIB, di Stadion Giuseppe Sinigaglia. Kolo Muani sudah mencetak lima dari tiga penampilannya di Liga Italia. Ia mampu menaklukkan gawang Napoli, lalu mencetak brace ke gawang Empoli dan Como yang berbuah dua kemenangan beruntun Juve di liga sejak November 2024.
Tak ayal, Kolo Muani menuliskan rekor baru di Liga Italia. Ia adalah pemain pertama yang mencetak lima gol dalam tiga gim perdana beruntun di kompetisi kasta tertinggi Italia sejak format tiga poin diperkenalkan tiga dekade lalu, yakni musim 1994-1995.
Khusus di Juve, Kolo Muani adalah pemain pertama yang selalu mencatatkan nama di papan skor pada tiga laga pertama sejak Roberto Baggio. Catatan mengesankan itu dicapai Baggio pada musim 1990-1991 setelah hijrah dari Fiorentina.
“Ini adalah mimpi untuk saya. Saya sangat senang berada di sini dengan rekan setim baru. Saya senang berada di Juve,” kata Kolo Muani, yang berstatus pemain pinjaman dari Paris Saint-Germain, kepada Sky Sport Italia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/08/d8d75e960c5465f62e67e6cc9d984b03-FBL_ITA_SERIEA_COMO_JUVENTUS_127321083.jpg)
Ia harus terus bekerja, gol adalah bagian penting dalam sepak bola dan penyerang memiliki tugas lain juga. Setiap penyerang memiliki karakter masing-masing dan cara untuk menolong tim.
Kolo Muani membawa Juve kembali ke peringkat keempat di awal pekan ke-24. Hasil melawan Como juga menjadi bekal “Si Nyonya Besar” jelang menghadapi dua laga krusial selanjutnya di Stadion Allianz Arena. Juve akan jumpa PSV Eindhoven pada babak playoff Liga Champions, Rabu (12/2/2025) dini hari WIB. Selanjutnya, Juve bakal menjamu rival abadi, Inter Milan, Senin (17/2/2025) WIB.
Kolo Muani bersama Renato Veiga dan Lloyd Kelly, trio pemain anyar Juve, sudah bisa membela di playoff Liga Champions. Ketiganya menjadi tenaga segar bagi ambisi Motta membawa Juve melangkah sejauh mungkin di kompetisi antarklub paling bergengsi Eropa itu.
Motta yakin Kolo Muani belum mencapai puncak potensi terbaiknya. Alhasil, Motta optimistis penyerang berusia 26 tahun itu bisa memberikan pengaruh lebih besar bagi Juve di sisa musim ini.
“Ia (Kolo Muani) mencetak gol, tetapi ia bisa meningkat juga. Saya suka senyumnya. Ia sudah membantu tim sejak hari pertama bersama kami,” kata Motta dilansir Tuttosport.
Motta menambahkan, “Ia harus terus bekerja, gol adalah bagian penting dalam sepak bola dan penyerang memiliki tugas lain juga. Setiap penyerang memiliki karakter masing-masing dan cara untuk menolong tim”.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/08/e003c94c4a06f1e3ae87fea195dc68b6-FBL_ITA_SERIEA_COMO_JUVENTUS_127322337.jpg)
Kolo Muani memiliki kemampuan yang amat dibutuhkan dalam gaya permainan Juve di bawah asuhan Motta. Kondisi membantu Kolo Muani bisa memberikan dampak lebih cepat dibandingkan penyerang Juve, Dusan Vlahovic.
Gol pertama ke gawang Como menunjukkan kepiawaian Kolo Muani mempertahankan bola dan melakukan dribel untuk membelah pertahanan lawan. Ia membawa bola dari zona sepertiga akhir pertahanan Como sebelum menaklukan kiper Como, Jean Butez, di menit ke-34.
Jika dibandingkan Vlahovic, Kolo Muani mampu hasilkan 2,06 dribel sukses per gim dalam tiga laga awal bersama Juve. Angka itu amat timpang dibandingkan 0,40 dribel sukses per gim pada 19 pertandingan yang telah dijalani Vlahovic di Liga Italia musim ini.
Daya jelajah tinggi Kolo Muani juga membantu rekan-rekannya di Juve lebih mudah melayaninya dalam situasi menyerang atau transisi positif. Berbeda dengan Vlahovic yang lebih suka diberikan umpan-umpan matang dekat gawang lawan.
Hal itu terlihat dari heatmap Sofascore tentang pergerakan Kolo Muani dan Vlahovic di Liga Italia 2024-2025. Pergerakan Kolo Muani (berwarna jingga kemerahan) lebih dominan di garis tengah dan di depan kotak penalti lawan. Adapun Vlahovic bergerak mayoritas di dalam kotak penalti lawan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/08/1a75d0985e61efb4b68c390597652ad0-WhatsApp_Image_2025_02_08_at_12.12.30.jpeg)
Selain itu, Kolo Muani juga membuktikan dirinya lebih efisien di pertahanan lawan. Ia telah mencetak lima gol dari hanya enam tembakan yang dilakukannya. Bahkan, lima gol itu tercipta melalui lima tembakan tepat sasaran awalnya di Liga Italia.
Kolo Muani pun sudah menyamai jumlah gol Timothy Weah di Liga Italia. Ia hanya tertinggal dari delapan gol milik Vlahovic yang memegang status pemain tersubur Juve di Liga Italia musim ini.
Selain perihal kuantitas tembakan, ketajaman Kolo Muani sudah jauh lebih baik dari Vlahovic. Itu merujuk dari lima gol, meski hanya mencatatkan 1,84 expected goals (xG). Perhitungan xG didasari situasi dan posisi seorang pemain ketika melepaskan tembakan. Semakin jauh dari gawang dan sempit ruang, maka angka xG semakin kecil.
Sementara itu, Vlahovic mencetak delapan gol dari 10,2 xG. Jumlah xG itu dihasilkan Vlahovic dari 48 tembakan. Akurasi tembakan penyerang asal Serbia itu hanya 44 persen.
Tidak hanya dalam situasi menyerang, peran bertahan Kolo Muani juga lebih mumpuni dari Vlahovic. Kolo Muani catatkan 0,34 tekel sukses per gim, sedangkan Vlahovic hanya 0,07 tekel sukses per laga.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/08/b0d1446e42c2ae56b9ff38466e72eb90-Italy_Soccer_Serie_A_127323335.jpg)
Dalam strategi blok pertahanan tinggi Motta, Kolo Muani juga lebih bermanfaat karena menghasilkan 1,37 kemenangan penguasaan bola kembali di sepertiga akhir pertahanan lawan per laga. Untuk statistisk itu, Vlahovic hanya hasilkan 0,69 kemenangan penguasaan bola per gim.
Kolo Muani pun bertekad untuk menjaga konsistensi performa level tingginya bersama Juve. “Sangat penting bermain untuk menang. Setelah meraih tiga poin dari gim sulit, kami langsung mempersiapkan diri untuk gim penting selanjutnya,” tuturnya.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .