Menjelang akhir tahun, pebulu tangkis Indonesia tampil baik di Australia Terbuka. Enam wakil lolos ke final, termasuk final sesama Indonesia dalam dua nomor.
22 Nov 2025 17:47 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
SYDNEY, SABTU — Final sesama pemain Indonesia pada nomor ganda putra dan putri, dua wakil pada final lainnya, dan tambahan dua tiket untuk turnamen Final BWF World Tour. Catatan tersebut menjadi hasil yang didpat atlet-atlet ”Merah Putih” dari semifinal turnamen bulu tangkis Australia Terbuka BWF World Tour Super 500.
Ada tiga wakil penentu terjadinya all Indonesian final pada dua nomor ketika memenangi semifinal yang berlangsung di State Sports Centre, Sydney, Australia, Sabtu (22/11/2025). Mereka adalah Raymond Indra/Nikolaus Joaquin pada ganda putra serta dua ganda putri, yakni Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.
Raymond/Nikolaus membuat gelar juara ganda putra akan menjadi milik Indonesia setelah menyingkirkan unggulan kedua asal Malaysia, yakni Goh Sze Fei/Nur Izuddin, dengan skor 21-15, 21-15. Satu tiket final lainnya sudah dipastikan lebih dulu menjadi kepunyaan Indonesia dengan terjadinya ”perang saudara” antara Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani. Fajar/Fikri menang 21-15, 19-21, 21-16.
Kami main ’nothing to lose’ di sini. Tidak memikirkan hasil, tapi mencari cara memaksimalkan permainan dan kesempatan. Apalagi, ini adalah turnamen level tinggi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/22/765c7582d8e896f8c2e2553c9f50f5e8-WhatsApp_Image_2025_11_22_at_12.29.47.jpeg)
Pada ganda putri, Rachel/Febi dan Febriana/Meilysa mencapai final pertama setelah berpasangan sejak September saat sektor tersebut membuat perombakan pasangan sebagai persiapan menghadapi Olimpiade Los Angeles 2028. Rachel/Febi mengalahkan Francesca Corbett/Jennie Gai (Amerika Serikat) 21-18, 21-19, sementara Febriana/Meilysa menang atas Ririn Hiramoto/Kokona Ishikawa (Jepang) 19-21, 21-11, 21-12.
”Kami main nothing to lose di sini. Tidak memikirkan hasil, tapi mencari cara memaksimalkan permainan dan kesempatan. Apalagi, ini adalah turnamen level tinggi. Kami bersyukur bisa melaju ke final dan bertekad memberi perlawanan terbaik pada Aa Fajar dan Aa Fikri,” tutur Raymond yang berpasangan dengan Nikolaus sejak Februari.
Final Australia Terbuka bagi ganda putra pelatnas pratama itu menjadi final kedua pada turnamen BWF World Tour. Mereka mencapainya dalam dua turnamen beruntun, yaitu di Korea Masters Super 300 pada 4-9 November, lalu Australia Terbuka.
Raymond/Nikolaus mempertahankan performa baik setelah mengalahkan pasangan Malaysia lainnya, yakni Man Wei Chong/Tan Wee Kiong (unggulan ketiga), pada perempat final. Dua lawan yang dikalahkan pada perempat final dan semifinal tersebut adalah ganda putra berperingkat lima besar dunia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/22/7aed583c108016e3c2e7494af724f4c3-WhatsApp_Image_2025_11_22_at_12.12.25.jpeg)
Ganda putri Indonesia juga menyatakan rasa syukurnya bisa menembus final. Mereka bisa memanfaatkan absennya pasangan-pasangan peringkat sepuluh besar dunia.
”Senang sekali, Puji Tuhan bisa menyelesaikan pertandingan hari ini dengan kemenangan. Pertama kali masuk final di Super 500 bagi kami. Melawan Mba Ana dan Trias di final, kami harus benar-benar fokus pada poin kritis, tidak boleh lengah. Apalagi, kami saling tahu kebiasaan masing-masing karena latihan bersama setiap hari,” kata Rachel.
Bagi Fajar/Fikri, kemenangan atas Sabar/Reza tak hanya mengantarkan mereka ke final, tetapi juga untuk tampil di Hangzhou, China, pada 17-21 Desember. Fajar/Fikri masuk ke dalam zona lolos untuk Turnamen Final BWF World Tour, turnamen yang akan diikuti delapan wakil berperingkat terbaik dari setiap nomor berdasarkan performa sepanjang 2025.
Tiket Final BWF didapat berkat lima final, termasuk Australia Terbuka, dari delapan turnamen sejak Fajar/Fikri menjalani debut sebagai pasangan di Jepang Terbuka, pada Juli. Mereka menggebrak persaingan ganda putra dunia, salah satunya saat menjuarai China Terbuka yang berlevel Super 1000, turnamen kedua yang diikuti setelah Jepang Terbuka.
”Alhamdulillah, bisa ke final dan lolos ke World Tour Finals. Tidak pernah ada target saat memulai pasangan dengan Fikri. Ini terasa sangat luar biasa, kami hanya mencoba yang terbaik di setiap pertandingan,” kata Fajar.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/22/2ed706f52fecec5e22c07e68d2512cc0-WhatsApp_Image_2025_11_22_at_13.07.56_1_.jpeg)
Meskipun tampil konsisten sejak awal berpasangan, penentuan Fajar/Fikri ke Final BWF ditentukan juga hasil pesaing, terutama dua pasangan Taiwan, saat bertanding di Sydney. Ini karena pasangan Indonesia ranking ke-13 dunia itu absen di Kumamoto Masters, Jepang, sepekan sebelum berlangsungnya Australia Terbuka.
Semula, Fajar/Fikri memiliki syarat wajib juara untuk mendapat tiket ke Hangzhou. Syarat itu sedikit turun ketika pesaing mereka, Lee Fang Chih/Lee Fang Jen, disingkirkan Sabar/Reza pada perempat final.
Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasribu juga mendapat tiket Final BWF. Mereka memenangi laga winner takes all saat melawan Ruttanapak Oupthong/Jhenicha Sudjaipraparat (Thailand) dengan skor 19-21, 21-13, 21-14.
Dengan demikian, ada lima wakil Indonesia yang berada pada zona lolos Final BWF. Mereka adalah Jonatan Christie, Putri Kusuma Wardani, Fajar/Fikri, Sabar/Reza, dan Jafar/Felisha. Putri juga memenangi semifinal, 17-21, 21-16, 21-18, saat melawan Michelle Li. Di final, dia akan berhadapan dengan tunggal putri nomor satu dunia, An Se-young.
Pertandingan Jafar/Felisha melawan Oputhong/Sudjaipraparat memperebutkan satu tempat tersisa untuk Final BWF dari ganda campuran. Hanya pemenang, tanpa syarat lain, yang bisa tampil di Hangzhou.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/22/4a95e4117d0f25b46799b33055657efe-WhatsApp_Image_2025_11_22_at_15.58.54.jpeg)
Kedua pasangan pun memperlihatkan daya juang besar untuk melanjutkan penampilan tahun ini ke Final BWF. Mereka bertanding selama 1 jam 28 menit yang menjadi semifinal dengan durasi terlama.
Setiap perebutan poin berlangsung intens. Oupthong, bahkan, mengalami rasa sakit di dada ketika harus menjatuhkan diri untuk menjangkau kok.
Menjelang akhir gim ketiga, gerakan split untuk mengembalikan pukulan net Felisha membuatnya kesakitan di bagian belakang kaki. Dia pun berjalan pincang. Dengan kondisi Oupthong yang tak bisa bergerak dengan bebas, pasangan Thailand kehilangan poin berikutnya yang menjadi poin kemenangan Jafar/Felisha.
”Bersyukur banget, Puji Tuhan, bisa lolos ke World Tour Finals. Ini kesempatan yang kami nantikan. Sering kepikiran juga setiap mau main. Akhirnya lolos, lega dan lepas rasanya. Senang juga bisa revans dari pasangan Thailand,” kata Felisha, yang kalah dari Oupthong/ Sudjaipraparat pada perempat final Hylo Terbuka di Jerman, pada Oktober.
Di final, Jafar/Felisha akan berhadapan dengan juara dunia asal Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei. Jafar/Felisha selalu kalah dalam empat pertemuan dari unggulan teratas tersebut dengan tiga pertandingan terakhir yang selalu berlangsung tiga gim.
”Besok main nothing to lose saja melawan Chen/Toh. Sudah di tahap final,” kata Jafar.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto