Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Asep Edi Suheri meminta maaf kepada masyarakat Jakarta atas pengamanan demo pada Kamis (28/8/2025 ) malam.
29 Agt 2025 11:55 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA. KOMPAS — Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Asep Edi Suheri meminta maaf kepada masyarakat Jakarta menyusul insiden tewasnya seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, dalam demonstrasi massa di Jakarta, Kamis (28/8/2025) malam. Affan terlindas kendaraan taktis atau rantis Brimob di tengah jalan di kawasan Pejompongan, Jakarta.
Video terlindasnya Affan oleh rantis Brimob beredar di media sosial. Dari tayangan video yang beredar tampak jelas sebuah rantis Brimob melaju di Jalan Penjernihan dan menyibak kerumunan warga yang berdemonstrasi. Rantis tersebut terlihat menabrak pengemudi ojek daring dan sempat berhenti, tetapi tetap melaju begitu kerumunan massa mengelilingi kendaraan tersebut.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/29/b3f20acf1876a664214e1271e1e80eb2-20250829YGA06.jpg)
Asep yang menghadiri pemakaman Affan di TPU Karet Bivak, Jumat pagi ini, menyampaikan permohonan maaf kepada warga Jakarta atas insiden yang terjadi tadi malam. Wartawan bertanya soal kekerasan polisi yang kerap dilakukan dalam pengamanan demonstrasi massa.
”Untuk itu saya memohon maaf, kami akan perbaiki. Saat ini saya dan pimpinan Polda Metro mohon maaf kepada masyarakat Jakarta. Masalah ini mudah-mudahan bisa kita kelola dengan baik. Saya masih akan melakukan pengamanan wilayah agar masyarakat jangan sampai terganggu, baik buat pengguna jalan maupun lainnya,” ujar Asep.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo juga meminta maaf atas insiden rantis Brimob yang melindas Affan. Sigit telah memerintahkan Divisi Profesi dan Pengamanan Polri mengusut peristiwa itu.
”Saya menyesali terhadap peristiwa yang terjadi dan mohon maaf sedalam-dalamnya,” ujar Listyo.
”Saya minta untuk Propam melakukan penanganan lebih lanjut,” katanya.
Di TPU Karet Bivak, Asep juga mengungkapkan dukacita mendalam dari pihak kepolisian atas meninggalnya Affan. ”Perlu kami sampaikan kepada seluruh media, dari tadi malam bersama Bapak Kapolri, kami sudah bertemu orangtua korban, Pak Zulkifli. Kami tadi malam menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah ini. Bagaimanapun, rekan-rekan adalah saudara kita, saudara kita semua. Tadi malam kita sampaikan, baik pribadi dan institusi Polda Metro dan segenap aparat keamanan yang melakukan pengamanan, kami menghaturkan duka cita yang mendalam,” kata Asep.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/29/2d297a8231b5ddca4a6ac436f7c4a203-20250829AGS8.jpeg)
Menurut dia, tujuh personel kepolisian di dalam rantis Brimob yang melindas Affan tengah menjalani pemeriksaan dan ditahan. Dalam pertemuan keluarga korban dengan Kapolri, mereka menyampaikan agar kepolisian menindak tegas personel yang melanggar.
”Keluarga korban meminta kami menindak tegas, meminta keadilan. Tentu kami akan profesional, kami akan proses, tujuh orang sedang menjalani pemeriksaan dan sudah ditahan,” kata Asep.
Tuntutan agar polisi menindak tegas anggotanya yang melanggar dalam pengamanan demonstrasi Kamis malam juga datang dari DPR dan Komisi Kepolisian Nasional. Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah, meminta para pelaku ditindak tegas.
Abdullah menegaskan bahwa insiden tersebut tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban. ”Anggota polisi yang menabrak dan melindas Affan harus bertanggung jawab. Penegakan hukum harus berjalan transparan agar keluarga korban mendapat keadilan,” ujarnya.
Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), M Choirul Anam, mengatakan, Kompolnas sejak tadi malam berada di RSCM dan telah bertemu keluarga korban yang menyampaikan keinginan untuk mendapatkan keadilan. ”Soal penegakan hukum, kami ngobrol sama Kadiv Propam. Komitmen untuk menindak tegas dengan satu proses yang transparan dan akuntabel, itu yang secara langsung kami berdialog dengan Kadiv Propam,” tutur Anam.
Penulis:
Billy KhaerudinEditor:
Rini KustiasihPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto