Ratusan orang dilaporkan hilang di Sumut, Aceh, dan Sumbar. Bantuan lewat udara dan laut dilakukan untuk menembus keterbatasan akses transportasi.
30 Nov 2025 19:14 WIB · Lingkungan
KOMPAS/YOLA SASTRA
JAKARTA, KOMPAS — Jumlah warga Sumatera Barat yang dilaporkan hilang sejauh ini menjadi yang tertinggi dalam bencana alam Sumatera. Tercatat 122 orang masih dicari atau lebih banyak dari warga yang dinyatakan meninggal, 95 orang.
Berdasarkan data yang dirilis Badan SAR Nasional (Basarnas) pada Minggu (30/11/225) sore, ratusan orang masih dicari di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
”Pencarian dilakukan lewat darat, perairan, dan udara,” kata Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Minggu.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2025/11/30/8a27157d-6e2d-4720-a991-48fde1c6630a.jpg)
Di Sumbar, misalnya, warga yang masih dicari mencapai 122 orang. Adapun warga meninggal tercatat 95 orang.
Di Sumut, mereka yang dicari tercatat 83 orang, sedangkan 134 orang dinyatakan meninggal. Sementara di Aceh, tercatat 57 orang masih dicari. Sejauh ini, tercatat 70 orang tewas.
Selain mencari yang dilaporkan hilang, Syafii mengatakan, proses evakuasi juga terus dilakukan. Sejauh ini, di Aceh, tercatat 1.114 orang dievakuasi, Sumut sebanyak 2.945 orang, dan Sumbar menjadi yang terbanyak dengan 29.404 orang.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan, pihaknya dan kementerian serta lembaga telah mengerahkan berbagai alat utama sistem senjata (alutsista), termasuk lima helikopter. Helikopter ditempatkan di Bandara Silangit untuk distribusi logistik ke Tapanuli Tengah dan wilayah lain yang terisolasi.
Helikopter BNPB, Heli TNI AD Bell 412EPI, MI-17V5, dan helikopter bantuan mitra swasta telah beroperasi aktif mendukung pendistribusian bantuan.
”Selain itu, pesawat Cessna Caravan juga digunakan untuk pengiriman logistik dan personel,” katanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2025/11/29/c072a3b1-ac72-4096-a760-95dd7b42f64b.jpg)
Selain lewat udara, bantuan juga dikirimkan lewat laut. Pada Minggu, misalnya, bantuan logistik dan peralatan untuk berbagai daerah di Aceh dikirimkan melalui jalur laut.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, bantuan diberangkatkan dari Pelabuhan Ulee Lheue di Banda Aceh dengan menggunakan kapal Express Bahari. Total bantuan seberat 27 ton.
Menurut rencana, bantuan via jalur laut ini akan menjangkau lima wilayah. Selain Lhokseumawe, bantuan disebarkan ke Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/30/8cc73b3518db50e2f6c420fe0df026be-IMG_20251130_WA0043.jpg)
Untuk wilayah Aceh Utara dan Lhokseumawe, bantuan akan tiba di Pelabuhan Krengkuku. Adapun bantuan di Pelabuhan Kuala Langsa untuk menjangkau Kota Langsa, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang.
”Bantuan berupa bahan makanan, kelambu, unit Starlink, hingga pembalut wanita. Ada juga tenda keluarga, beras, hingga perahu,” kata Muhari.
Penulis:
Cornelius Helmy HerlambangEditor:
Siwi Yunita CahyaningrumPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra