Raymond Indra/Nikolaus Joaquin bersiap menghadapi Kejuaraan Asia Bulu Tangkis. Mereka akan fokus selangkah demi selangkah dalam debut di ajang tersebut.
02 Apr 2026 18:41 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
JAKARTA, KOMPAS — Seperti peribahasa semakin tinggi pohon, semakin kencang angin yang menerpanya, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin tengah beradaptasi dengan situasi baru. Pebulu tangkis ganda putra Indonesia tersebut belajar mengatasi tekanan besar seiring naiknya prestasi.
Sejak berduet pada Februari 2025, saat ini, Raymond/Nikolaus menempati ranking ke-13 dunia, posisi tertinggi yang pernah mereka tempati. Dengan posisi tersebut, pemain berusia 21 dan 20 tahun itu menjadi ganda putra nomor tiga Indonesia di bawah Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani.
Raymond/Nikolaus berada di peringkat tersebut sejak 10 Maret berkat hasil dua final dan satu semifinal, sebagai hasil terbaik dari enam turnamen pada 2026. Duet dengan sebutan ”RayJo” itu menggeser senior mereka, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, yang berada di ranking ke-17.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/06/8849bf976b3b03addca03efd6664403f-WhatsApp_Image_2026_03_06_at_02.14.31.jpeg)
Raymond/Nikolaus mencapai final dalam dua turnamen beruntun pada Januari, yaitu Indonesia Masters Super 500 dan Thailand Masters Super 300. Lalu, pada tiga turnamen di tur Eropa sepanjang Maret, mereka mencapai semifinal dalam debut di All England. Raymond/Nikolaus menyingkirkan pemain-pemain yang lebih berpengalaman, yaitu Kang Min-hyuk/Ki Dong-ju, Fajar/Fikri, dan Liang Wei Keng/Wang Chang, sebelum kalah dari pasangan nomor satu dunia, Kim Won-ho/Seo Seung-jae.
Perjalanan tersebut, yang meneruskan gelar juara Australia Terbuka 2025, membuat Raymond/Nikolaus sering kali menjadi kuda hitam dalam turnamen besar. Di All England, duet gen Z itu melangkah lebih jauh dibandingkan dengan senior mereka.
Di sisi lain, hasil tersebut memunculkan tekanan yang semakin besar seiring dengan semakin tingginya ekspektasi penggemar bulu tangkis Indonesia. ”Sudah tentu tekanan semakin besar. Tahun lalu, kami masih bertanding di level challenge, saat ini sudah di turnamen besar. Ekspektasi dan komentar publik tidak bisa kami kontrol. Jadi, kami belajar untuk menghadapi itu dan berusaha membuktikan untuk terus memberikan yang terbaik,” tutur Raymond di pelatnas bulu tangkis Cipayung, Rabu (1/4/2026).
Hari itu, Raymond/Nikolaus dan skuad ganda putra menjalani satu sesi latihan pada pagi hingga siang. Ganda putra menjalani sesi dua kali latihan pada Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat serta satu sesi pada Rabu dan Sabtu.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/01/24/02e44ac6-e853-4a88-a4c2-2c3e3ad4b2f7.jpg)
Bersama para seniornya, mereka berlatih untuk tampil dalam ajang terdekat, Kejuaraan Asia di Ningbo, China, 7-12 April. Penampilan selama tiga bulan pertama pada 2026 ini akan menjadi bekal Raymond/Nikolaus untuk menjalani debut dalam kejuaraan dengan poin ranking setara turnamen Super 1000 tersebut.
Di Ningbo pula, konsistensi Raymond/Nikolaus akan diuji dalam persaingan level tinggi. Meski hanya berstatus kejuaraan kontinental, persaingan tak akan kalah sulit dibandingkan dengan turnamen BWF karena sebagian besar ganda putra terbaik dunia berasal dari Asia.
Dalam daftar peringkat dunia misalnya, semua pasangan di jajaran sepuluh besar dunia berasal dari negara-negara di Asia. Di bawah itu, hanya ada Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark) dan Ben Lane/Sean Vendy (Inggris), pemain dari luar Asia yang menempati posisi 20 besar, tepatnya di peringkat ke-11 dan 15.
Meskipun ada target semifinal dari pelatih, Raymond/Nikolaus mengatakan, mereka akan membawa pola pikir untuk fokus selangkah demi selangkah. Ini menjadi salah satu cara Raymond/Nikolaus menghadapi tekanan yang semakin besar.
Mereka selalu mengingat pesan Chafidz Yusuf, pelatih yang mendampingi sejak di pelatnas pratama, yaitu lebih fokus mencari cara untuk memberi perlawanan terbaik pada setiap laga. ”Dari situ, kami harus dapat satu poin demi satu poin, mengejar terus hingga menang,” ujar Nikolaus.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/01/23/3e8661a4-b92f-49e1-a330-6db28d9a3ed6.jpg)
Dengan cara itu, Raymond/Nikolaus pun akan fokus pada lawan pertama yang akan dihadapi di Ningbo, yaitu Kang/Ki. Mereka sudah dua kali berhadapan dengan pasangan Korea Selatan itu dan selalu menang, yaitu pada perempat final Korea Masters 2025 dan babak pertama All England 2026. ”Target kami bikin 3-0 dulu lawan mereka,” tegas Nikolaus yang berada pada paruh bawah undian bersama unggulan seperti Fajar/Fikri (5) dan Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia/2).
Selain Raymond/Nikolaus dan Fajar/Fikri, ganda putra Indonesia akan diwakili Sabar/Reza dan Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi. Untuk menghadapi kejuaraan ini, Sabar/Reza pun berlatih di pelatnas sejak tiga hari setelah Idul Fitri.
Sabar mengatakan, dia sangat terbantu dengan berlatih di pelatnas karena mendapat rekan latih tanding dengan kemampuan berimbang. ”Klub masih tutup setelah libur Lebaran. Jadi, saya senang bisa mendapat kesempatan berlatih di sini. Dengan latihan di sini, kami bisa mengasah faktor yang diinginkan, kualitas dan kecepatan,” kata Sabar yang dalam latihan didampingi Pelatih Hendra Setiawan.
Setelah tersingkir pada babak pertama Kejuaraan Asia 2025, Sabar ingin melangkah lebih jauh pada kesempatan tahun ini. Sabar/Reza akan berhadapan dengan Hung Kuei Chun/Lui Chun Wai (Hong Kong) pada babak pertama, lalu berpeluang melawan Man Wei Chong/Tee Kai Wun (Malaysia/6) pada babak kedua.
Sementara itu, Kejuaraan Asia 2026 akan menjadi yang pertama bagi Fajar/Fikri sebagai pasangan. Pada 2025, Fajar yang bermain bersama Muhammad Rian Ardianto serta Fikri/Daniel Marthin kalah di perempat final.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto