BULU TANGKIS

Raymond/Nikolaus Melesat ke Semifinal All England

Dengan status debutan, Raymond/Nikolaus menjadi wakil Indonesia tersisa di All England. Mereka lolos ke semifinal dan akan menantang ganda putra nomor satu dunia.

07 Mar 2026 07:54 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

BIRMINGHAM, JUMAT — Melesat. Kata ini rasanya pas untuk menggambarkan lolosnya Raymond Indra/Nikolaus Joaquin ke semifinal All England 2026. Mereka menyelesaikan perempat final dalam waktu 36 menit, lebih singkat dibandingkan dua babak sebelumnya.

Raymond/Nikolaus memenangi perempat final dengan durasi tersebut saat berhadapan dengan unggulan ketiga, Liang Wei Keng/Wang Chang (China). Di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Jumat (7/3/2026), Raymond/Nikolaus mengalahkan peraih perak Olimpiade Paris 2024 itu dengan skor 21-18, 21-12.

Pertandingan ini berlangsung lebih cepat dibandingkan ketika Raymond/Nikolaus mengalahkan rekan senegara, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, di babak kedua, dalam pertandingan selama 55 menit. Adapun pada babak pertama, saat melawan Kang Min-hyuk/Ki Dong-ju (Korea Selatan), mereka membutuhkan waktu selama 1 jam 4 menit.

Durasi 36 menit mewakili cepatnya ritme permainan Raymond/Nikolaus dan Liang/Wang. Dengan pergerakan dan rotasi yang baik, Raymond dan Nikolaus bisa berganti peran sebagai pemain depan atau belakang dengan cepat. Dalam setiap perebutan poin, mereka langsung menekan lawan dengan menurunkan pukulan, terutama melalui smes.

Nikolaus Joaquin (kanan), pemain ganda putra Indonesia, berusaha menjangkau pukulan lawan saat tampil pada perempat final ganda putra All England di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Jumat (6/3/2026). Raymond Indra/Nikolaus mengalahkan Liang Wei Keng/Wang Chang (China/unggulan ketiga).

Cara tersebut membuat Liang/Wang tak dapat mengembangkan permainan, terutama pada gim kedua. Padahal, pasangan China ranking ketiga dunia tersebut dikenal memiliki permainan yang mengandalkan speed dan power yang tinggi.

Tak hanya kecepatan, Raymond/Nikolaus juga punya kecerdikan dalam mengarahkan pukulan yang membuat Liang/Wang kesulitan menjangkaunya. Dalam permainan ganda, mencari celah di lapangan lawan adalah kunci untuk mendapatkan poin.

Quote

Tekanan jadi satu-satunya wakil Indonesia di semifinal All England pasti ada, tapi kami tidak mau menjadikan itu sebuah beban.

Di ganda putra, cara mendapatkan poin seperti ini menjadi tantangan lebih besar karena ritme permainan yang lebih cepat dari semua nomor. Permainan Raymond/Nikolaus itu mengingatkan pada cara bermain Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang mengombinasikan kecepatan, kekuatan, dan kecerdikan.

”Hari ini, kami bertanding dengan mindset bahwa kami mempunyai kesempatan menang yang sama. Target kami di sini juga ingin melawan senior yang berada di atas kami. Ketika ada kesempatan itu, kami berusaha melakukan yang terbaik,” kata Nikolaus.

Raymond menyampaikan antusiasmenya untuk tampil di semifinal. Mereka mencapainya dalam keikutsertaan pertama di All England. Sebelum ini, pengalaman mereka bermain pada level Super 1000, seperti All England, adalah di Malaysia Terbuka, Januari. Namun, Raymond/Nikolaus tersingkir pada babak pertama.

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin meluapkan emosi ketika menjuarai ganda putra turnamen Australia Terbuka. Dalam final di Sydney, Minggu (23/11/2025), Raymond/Nikolaus mengalahkan senior mereka di pelatnas, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.

Meski demikian, mereka punya pengalaman mengalahkan para senior yang lebih berpengalaman saat tampil di Australia Terbuka Super 500, November 2025. Pasangan yang saat ini menempati ranking ke-17 dunia tersebut mengalahkan tiga pasangan peringkat sepuluh besar dunia sejak perempat final hingga final. Mereka adalah Man Wei Chong/Tee Kai Wun, Goh Sze Fei/Nur Izuddin, dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.

”Tekanan jadi satu-satunya wakil Indonesia di semifinal All England pasti ada, tapi kami tidak mau menjadikan itu sebuah beban,” kata Raymond.

Nikolaus menambahkan, dia ingin membuktikan diri kepada semua orang yang meragukan kemampuannya dan Raymond.

Tekad pembuktian diri itu harus dibuktikan lebih lanjut saat melawan Kim Won-ho/Seo Seung-jae yang menang atas Christo Popov/Toma Junior Popov 16-21, 21-7, 21-14. Sejak Raymond/Nikolaus bermain di BWF World Tour pada 2025, pertandingan melawan Seo/Kim akan menjadi tantangan terbesar.

ganda Korea Kim Won Ho/Seo Seung Jae meladeni permainan di depan net lawan dalam partai final di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (8/6/2025). Ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani gagal menjuarai Kapal Api Indonesia Terbuka 2026, setelah dikalahkan ganda Korea Kim Won Ho/Seo Seung Jae 21-18, 19-21, 12-21 di final.

Ganda Korea Selatan itu berstatus pasangan nomor satu dunia. Pada 2025, mereka mendapat 12 gelar juara, termasuk dari All England dan Kejuaraan Dunia.

Direktur Pelatih Ganda Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) Rexy Mainaky menilai, Kim/Seo memiliki kelebihan yang tak dimiliki pasangan lain, yaitu tak pernah panik dalam kondisi apa pun. Di perempat final, misalnya, Kim/Seo bermain lebih baik meski kehilangan gim pertama.

Raymond/Nikolaus, pemain Indonesia yang tampil terakhir pada sesi perempat final, akhirnya menjadi satu-satunya wakil ”Merah Putih” yang lolos ke semifinal.

Febriyana/Meilysa kalah

Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, yang juga bermain pada perempat final sesi kedua, tak bisa mengulangi kemenangan atas ganda putri ranking kedua dunia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, seperti yang terjadi di Malaysia Terbuka, Januari. Kali ini, Febriana/Meilysa kalah, 9-21, 18-21.

Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, ganda putri Indonesia, kalah dari Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia/unggulan kedua) pada perempat final ganda putri All England. Bermain di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Jumat (6/3/2026), Febriana/Meilysa kalah 9-21, 18-21.

Febriana/Meilysa kewalahan pada gim pertama ketika lawan langsung menyerang sejak awal permainan. ”Kami sebenarnya sudah punya pola yang disiapkan, tapi memang kadang ada bola-bola yang pengembaliannya kurang akurat. Dibandingkan pertemuan sebelumnya, hari ini mereka mempercepat tempo permainan,” kata Febriana.

Pada perempat final sesi pertama, empat wakil Indonesia juga tersisih. Mereka adalah Alwi Farhan, Putri Kusuma Wardani, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat, dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.

Merata di semifinal

Para pemain yang lolos ke semifinal, babak yang akan berlangsung pada Sabtu, cukup merata berdasarkan perwakilan negara. Semifinalis tunggal putra, ganda putra, dan ganda campuran, berasal dari empat negara. Hanya pada nomor tunggal dan ganda putri, China memiliki dua wakil.

Tunggal putra menjadi nomor yang semifinalisnya hanya mempunyai satu unggulan, yaitu Kunlavut Vitidsarn (2). Pemain Thailand ini akan berhadapan dengan Lin Chun Yi yang melaju ke semifinal setelah mengalahkan Christo Popov (5) pada perempat final dan Jonatan Christie (4) di babak kedua.

Britain Badminton

Lakhsya Sen juga meneruskan performa baiknya setelah menyingkirkan pemain nomor satu dunia, Shi Yu Qi, pada babak pertama. Di perempat final, Sen menang atas unggulan lain yang juga berasal dari China, Li Shi Feng (6).

Lawan Sen di semifinal, Victor Lai (Kanada), mengalahkan Koki Watanabe di perempat final. Lai membuat kejutan ketika menyingkirkan Alex Lanier (8) pada babak pertama.

Berbeda dengan tunggal putra yang penuh kejutan, persaingan tunggal dan ganda putri dikuasai empat atlet terbaik. Di tunggal, atlet nomor satu dunia, An Se-young, akan berhadapan dengan Chen Yu Fei (3), sementara Wang Zhi Yi (2) melawan Akane Yamaguchi (4).

Adapun semifinalis ganda putri adalah Liu Sheng Shu/Tan Ning (1), Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian (3), Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (2), dan Lee So-hee/Baek Ha-na (4).

Pertandingan semifinal

Tunggal putra

Lakhsya Sen (India) vs Victor Lai (Kanada)

Kunlavit Vitidsarn (Thailand/2) vs Lin Chun Yi (Taiwan)

Tunggal putri

An Se-young (Korea Selatan/1) vs Chen Yu Fei (China/3)

Wang Zhi Yi (China/2) vs Akane Yamaguchi (Jepang/4)

Ganda putra

Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia/2) vs Chen Bo Yang/Liu Yi (China)

Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan/1) vs Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (Indonesia)

Ganda putri

Liu Sheng Shu/Tan Ning (China/1) vs Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian (China/3)

Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia/2) vs Lee So-hee/Baek Ha-na (Korea Selatan/4)

Ganda campuran

Guo Xin Wa/Chen Fang Hui (China/6) vs Thom Gicquel/Delphine Delrue (Perancis/5)

Tang Chun Man/Tse Ying Tsuet (Hong Kong/7) vs Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan (Taiwan)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti