All England adalah turnamen bertabur bintang. Namun, sinar sebagian besar bintang itu mati di dua babak awal.
06 Mar 2026 07:45 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
BIRMINGHAM, KAMIS – Ranking dunia dan unggulan yang tinggi tak menjamin kemenangan. Banyak pebulu tangkis dengan status tersebut tersingkir pada fase awal All England karena kalah siap dari lawan saat di lapangan.
Setelah sepuluh unggulan dari lima nomor tersisih pada babak pertama, lima lainnya kalah pada babak kedua yang berlangsung di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Kamis (5/3/2026).
Situasi ini memperlihatkan ketatnya persaingan All England sejak babak-babak awal. Setiap peserta punya motivasi lebih besar untuk menang dalam turnamen bulu tangkis tertua di dunia ini, termasuk mereka yang baru pertama kali tampil.
Di antara debutan yang melaju ke perempat final ada pemain-pemain Indonesia. Alwi Farhan dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin bahkan menyingkirkan unggulan pada babak kedua.
Begitu pula dengan dua debutan yang berpartner bersama senior mereka, Meilysa Trias Puspitasari (bersama Febriana Dwipuji Kusuma) dan Rahmat Hidayat (Muhammad Rian Ardianto). Putri Kusuma Wardani dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah juga melaju ke babak delapan besar.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/06/17e4e6075272bb43a488b1290398b432-WhatsApp_Image_2026_03_05_at_23.03.12.jpeg)
Alwi mengalahkan unggulan ketujuh, Chou Tien Chen, dengan skor 21-13, 21-19 setelah dua kali dikalahkan pemain senior asal Taiwan itu. Alwi lega karena bisa membalas kekalahan di perempat final Australia Terbuka, November 2025.
Kekalahan itu begitu membekas dalam diri Alwi hingga dia malu bertemu skuad tunggal putra saat latihan di pelatnas begitu pulang dari Australia. Maklum, Alwi kalah 21-13, 21-23, 16-21 setelah memiliki enam match point pada gim kedua sejak unggul 20-15.
“Sebenarnya tidak jauh berbeda dari pertemuan di Australia, tapi, memang pada pertemuan kali ini saya mencoba lebih melawan diri saya, melawan rasa ragu-ragu dan trauma. Itu yang bisa membuat saya bisa memenangkan pertandingan,” kata Alwi.
Raymond/Nikolaus memperpanjang kemenangan menjadi 3-0 atas senior mereka, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, yang menjadi unggulan kelima ganda putra.
Setelah kehilangan gim pertama dengan mudah, Raymond/Nikolaus bisa memecahkan masalah tanpa pendampingan pelatih karena pertandingan mempertemukan sesama pemain pelatnas. Raymond/Nikolaus menang 8-21, 21-14, 21-16.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/06/8849bf976b3b03addca03efd6664403f-WhatsApp_Image_2026_03_06_at_02.14.31.jpeg)
“Pada gim pertama, kami kalah dalam pukulan pertama dan kedua. Mereka punya kemampuan luar biasa di depan net. Pada gim kedua, kami mengubah pola dengan menjauhkan pukulan dan memaksa bermain reli. Lalu, pada gim ketiga, kami meyakinkan diri ketika mereka mengejar,” tutur Nikolaus.
Pasangan muda yang baru naik dari pelatnas pratama ke utama pada tahun ini tersebut unggul 7-1 pada awal gim ketiga, sebelum Fajar/Fikri mendekat dengan selisih satu poin di pertengahan gim. Setelah skor menjadi 15-13, barulah Raymond/Nikolaus menjauh kembali.
Jonatan menambah daftar unggulan tunggal putra yang tersisih di awal.
Pada pertandingan lain, Rian/Rahmat juga turut berperan menyingkirkan unggulan. Mereka menang atas unggulan kedelapan asal Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izuddin, 23-21, 21-16. Laga berikutnya melawan Chen Bo Yang/Liu Yi (China) akan menjadi perempat final pertama Rian/Rahmat pada turnamen Super 1000.
Duet Rian/Rahmat muncul ketika ganda putra melakukan perubahan formasi pada pertengahan 2025. Oleh karena Fajar, partner Rian selama 11 tahun, berpasangan dengan Fikri, Rian berduet bersama Rahmat sejak Oktober.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/06/017521581d24ccb974f8ecab5bac4db9-WhatsApp_Image_2026_03_06_at_02.13.38.jpeg)
Selain turnamen BWF World Tour, yang terdiri atas level Super 300, 500, 750, dan 1000, Rian/Rahmat tampil dalam turnamen level bawah, Astana International Challenge, Desember 2025, dan menjadi juara. All England menjadi turnamen Super 1000 pertama bagi Rian/Rahmat.
Di ganda putri, Febriana/Meilysa menghentikan langkah unggulan keenam, Rin Iwanaga/Kie Nakanishi (Jepang), yang menjadi pembalasan kekalahan pada babak kedua Perancis Terbuka 2025.
Febriana/Meilysa menang 21-11, 18-21, 21-17. Seperti pertemuan di Perancis dengan durasi panjang, satu jam 29 menit, laga di Birmingham juga berlangsung lama, yaitu selama satu jam 21 menit.
“Alhamdulillah, hari ini bermain cukup baik. Pola yang disiapkan bisa berjalan dengan lancar. Memang ada peluang bisa menang dua gim, tapi di akhir gim kedua, poinnya mepet. Fokus kami agak turun dan akhirnya jadi bernafsu untuk buru-buru mematikan,” ujar Febriana.
Selain atlet-atlet yang dikalahkan pemain Indonesia, unggulan lain yang tersingkir pada babak kedua adalah unggulan teratas ganda campuran, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping. Mereka dikalahkan pasangan Denmark, Mads Vestergaard/Christine Busch 18-21, 21-18, 21-17.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/06/69aa7b5fb87a43adec654464f39d38eb-AE_rin_kie.jpg)
Unggulan asal Indonesia, Jonatan ”Jojo” Christie (unggulan ke-4), juga terhenti pada babak kedua. Jonatan dikalahkan Lin Chun Yi, pemain Taiwan yang mengalahkannya dalam tiga pertemuan terakhir dari enam pertemuan.
Jonatan menambah daftar unggulan tunggal putra yang tersisih di awal. Sektor ini menjadi nomor dengan pemain unggulan yang paling banyak tersingkir dalam dua babak, yaitu lima pemain. Tiga unggulan yang tersisa adalah Kunlavut Vitidsarn (2), Christo Popov (5), dan Li Shi Feng (6).
Ganda putra dan campuran menyisakan empat unggulan, adapun tunggal dan ganda putri masih memiliki enam unggulan.
Meskipun bisa menumbangkan unggulan pada babak kedua, tugas wakil-wakil Indonesia itu belum selesai. Semakin tinggi babak yang akan dijalani, semakin besar pula tantangannya.
Alwi akan berhadapan dengan Vitidsarn. Atlet Thailand ini mempunyai target menjuarai All England untuk melengkapi gelar juara dunia 2023 dan perolehan medali perak Olimpiade Paris 2024.
Melawan juara dunia yunior 2017-2019 itu, Alwi berharap bisa melakukan hal yang sama seperti ketika melawan Chou. Alwi bertekad revans setelah selalu kalah tiga gim dalam tiga pertemuan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/06/e5a0892d89031761ca654d48428d1ba3-WhatsApp_Image_2026_03_06_at_06.08.52.jpeg)
Raymond/Nikolaus akan berhadapan dengan Liang Wei Keng/Wang Chang (China) yang menjadi unggulan ketiga. Liang/Wang dikenal memiliki permainan yang mengandalkan kecepatan dan kekuatan, lebih cepat dan kuat dari Raymond/Nikolaus.
Pasangan Indonesia berusia 21 dan 20 tahun itu pun harus mencari cara meredam lawan, yaitu dengan beradu cepat dalam bergerak dan memukul lebih keras atau mencari cara lain.
“Kami harus meyakinkan diri bahwa kami pun punya peluang untuk menang. Kami harus memaksimalkan kesempatan ini,” kata Nikolaus.
Satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, akan berhadapan dengan pemain nomor satu dunia yang juga juara bertahan, An Se-young. Dalam pertemuan kesembilan, Putri akan mencoba mengalahkan An untuk pertama kali.
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah juga menantang juara bertahan ganda campuran, Guo Xin Wa/Cheng Fang Hui. Mereka mendapat tiket perempat final setelah mengalahkan rekan latihan di pelatnas, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.
Adapun Febriana/Meilysa akan melawan finalis Kejuaraan Dunia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia). Febriana/Meilysa mempunya bekal kemenangan atas unggulan kedua tersebut di babak kedua Malaysia Terbuka, Januari.
Putri Kusuma Wardani (6) vs An Se-young (Korea Selatan/1)
Alwi Farhan vs Kunlavut Vitidsarn (Thailand/2)
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin vs Liang Wei Keng/Wang Chang (China/3)
Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat vs Chen Bo Yang/Liu Yi (China)
Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari vs Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia/2)
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah vs Guo Xin Wa/Chen Fang Hui (6)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti