Meski sempat terganjal Benfica, Real sejak awal memang ditakdirkan lolos fase gugur. Kematangan Real di Liga Champions mencegah keajaiban kedua Benfica.
26 Feb 2026 06:39 WIB · Olahraga
AP
MADRID, KAMIS — Siklus Real Madrid jelang mencapai fase gugur Liga Champions Eropa senantiasa berkutat pada Benfica. Kelolosan otomatis Real ke 16 besar sempat rusak akibat kemenangan dramatis Benfica pada laga pamungkas fase liga. Mental juara Real mencegah Benfica mengulangi keajaiban serupa.
Pada laga playoff 16 besar, Real mengembalikan takdir Benfica yang sejak awal memang tidak digariskan untuk melaju ke fase gugur. Duel penentuan di Stadion Bernabeu, Madrid, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB akhirnya dimenangkan Real 2-1. Real pun unggul 3-1 secara agregat. Dengan demikian, ”Los Blancos” yang sebelumnya berpisah sementara akhirnya berhasil kembali ke pelukan 16 besar.
Sebagai tim yang ulet, tidak mudah bagi Real menaklukkan Benfica. Sekalipun tidak didampingi Pelatih Jose Mourinho dari tepi lapangan akibat hukuman kartu, Benfica tetap bisa menyulitkan Real yang tampil di hadapan puluhan ribu pendukungnya.
Kombinasi Amar Dedic dan Richard Rios di sayap kanan selalu menyulitkan sisi kiri pertahanan Real yang dikawal Alvaro Carreras serta Eduardo Camavinga. Gol Benfica yang dilesakkan Rafa Silva pada menit ke-14 berawal dari ”kebocoran” pada area pertahanan yang dijaga dua pemain itu.
Pelatih Real Alvaro Arbeloa menginstruksikan Carreras untuk lebih naik membantu serangan demi mengamankan posisi Real. Akan tetapi, ruang yang ditinggalkan Carreras tidak mampu ditutupi secara sempurna oleh Camavinga.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/26/71e6c957d55c4e72ac4e68ee3f9965e9-Monaco_vs_Paris_SG_play_off_Champions_League_2025_2026_2_.jpeg)
Gelandang asal Perancis itu terlambat turun mengisi posisi Carreras yang telanjur naik. Penyerang Benfica Vangelis Pavlidis secara agresif mengekspos ruang kosong itu lalu mengirimkan umpan silang yang masih bisa diblok Raul Asencio. Sayang bola justru mengarah ke Thibaut Courtois yang dengan sigap menepis bahaya.
Namun, pertahanan Real telanjur kacau. Mereka tidak menyadari Silva yang telah menusuk ke dalam area kotak penalti untuk memanfaatkan kekacauan itu. Silva kemudian dengan mudah menaklukkan Courtois dari jarak dekat.
Tidak butuh waktu lama bagi Real untuk merespons. Dua menit berselang, Aurelien Tchouameni sukses memanfaatkan umpan silang mendatar Federico Valverde. Itu merupakan gol pertama Tchouameni di Liga Champions selama berkarier sebagai pesepak bola.
”Kami tidak memulai pertandingan dengan baik, tetapi kami tetap percaya diri. Kemudian kami bermain sedikit lebih baik,” kata Tchouameni dikutip dari Diario AS.
Akibat badai cedera, Arbeloa terpaksa mengubah susunan pemain dari laga pertama di markas Benfica. Penyerang Kylian Mbappe tidak masuk susunan pemain mula. Demikian pula bek tengah Dean Huijsen. Gonzalo Garcia mengambil alih posisi Mbappe, sementara Antonio Ruediger menggantikan Huijsen.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/26/c18ce6aa7c59e43bf2a2bdcf08a2ccc5-Monaco_vs_Paris_SG_play_off_Champions_League_2025_2026_4_.jpeg)
Duet Raul Asencio dan Ruediger mampu meredam gelombang serangan Benfica. Real tampil kurang solid di laga krusial ini, tetapi lini pertahanan tampil cukup baik dengan lima kali mengeblok tembakan lawan. Setiap kali pemain Benfica membawa bola, bahaya selalu tercipta di lini pertahanan Real.
Meski kalah dari segi tembakan, 14 berbanding 12 kali, Benfica lebih dominan menebar teror dengan mencatatkan hingga 30 kali sentuhan di kotak penalti Real. Adapun Real tertinggal jauh dengan hanya mencatatkan 21 kali sentuhan. Angka harapan gol (expected goal/xG) Real (1,11) pun tidak sebagus Benfica (1,98).
Keajaiban Benfica sempat menggagalkan upaya Real lolos otomatis ke fase gugur berkat kemenangan dramatis, 4-2, pada laga pamungkas fase liga. Akan tetapi, efektivitas serta mental pemenang Real yang mengakar kuat di Liga Champions mampu menghentikan Benfica menciptakan keajaiban kedua. Sekalipun kebobolan lebih dulu, Los Blancos selalu mampu menemukan cara membalikkan keadaan lalu keluar dari situasi sulit pada saat-saat genting.
Gol Vinicius pada menit ke-80 mengakhiri segala perlawanan Benfica. Valverde kembali menjadi arsitek gol Real. Ia dengan jeli melihat Vinicius berlari mengekspolitasi ruang kosong di sisi kanan pertahanan Benfica pada fase transisi.
”Dia bermain bagus, mencetak gol dan menciptakan peluang berbahaya setiap kali mendapat kesempatan. Kami membutuhkannya, baik saat Kylian bermain maupun tidak. Dia harus menjadi pemimpin kami dan orang yang menjadi pusat permainan kami. Mari kita berharap dia terus mempertahankan level ini,” kata Arbeloa terkait gol kemenangan Real oleh Vinicius.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/26/74eeedada674c480d36b814686b8c859-Monaco_vs_Paris_SG_play_off_Champions_League_2025_2026_1_.jpeg)
Setelah mendapati upayanya digagalkan Benfica, Real sangat beruntung berkesempatan menebusnya dengan lawan yang sama pada fase playoff. Pada kesempatan kedua ini Real tidak membuang kesempatan untuk balas dendam.
Di babak 16 besar, Real akan bertemu antara Sporting Lisbon dan Manchester City. Undian 16 besar akan berlangsung pada 27 Februari waktu Eropa. Disinggung mengenai calon lawan Real, Arbeloa menyerahkan sepenuhnya pada hasil undian.
”Siapa pun yang akan jadi lawan, kami tidak mempermasalahkannya. Tapi yang pasti pertandingan akan sangat sulit. Kami tidak memiliki preferensi (untuk memilih lawan),” kata Arbeloa. (REUTERS)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra