SEPAK BOLA

Real Madrid Vs Bayern Muenchen, Hikayat ”Tom dan Jerry” ala Liga Champions

Duel Real Madrid versus Bayern Muenchen tidak hanya menentukan satu tim di semifinal. Calon kuat juara Liga Champions musim ini juga terwujud dari laga itu.

06 Apr 2026 17:07 WIB · Olahraga

AP Photo/Manu Fernandez

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

MADRID, SENIN — Rivalitas Real Madrid dan Bayern Muenchen di Eropa bak serial kartun Tom dan Jerry. Kedua tim saling menaklukkan untuk menjadi penguasa Liga Champions. Di luar persaingan, hubungan baik antara kedua raksasa sepak bola telah terjalin dalam puluhan tahun.

Tidak ada pertemuan dua tim di Liga Champions yang tersaji lebih banyak dibandingkan dengan duel Real kontra Bayern. Dalam laga resmi, kedua tim itu telah 28 kali saling berhadapan. Seluruh gim tersebut tercipta di Liga Champions, kompetisi antarklub terbaik di Eropa, sejak babak semifinal edisi 1975-1976.

Dalam jumlah laga itu, ”Los Blancos” alias ”Si Putih” unggul 13 kali. Adapun ”Die Roten” atau ”Si Merah” memenangi 11 duel. Hanya empat pertemuan berakhir remis.

Menariknya, dari jumlah itu, hanya dua laga tersaji di babak penyisihan. Sebanyak 26 laga merupakan laga kandang-tandang di babak gugur Liga Champions. Artinya, mereka sudah saling menyingkirkan dalam 13 musim.

Jika Tom dan Jerry berupaya saling mengalahkan demi memuluskan tujuan utama mereka—salah satunya mendapatkan makanan dalam sejumlah episode—Real dan Bayern saling menentukan takdir untuk memenangi Liga Champions.

Real Madrid's Federico Valverde, left, celebrates after scoring his side's second goal the Spanish La Liga soccer match between Real Madrid and Atletico Madrid in Madrid, Spain, Sunday, March 22, 2026. (AP Photo/Manu Fernandez)

Real sudah delapan kali menyingkirkan Bayern dari persaingan Liga Champions dalam satu musim. Empat musim terakhir ketika Los Blancos mengangkat trofi ”Si Kuping Besar” diwarnai dengan keberhasilan mengalahkan Bayern dalam perjalanan menuju final.

Catatan itu tercipta pada 2023-2024, 2017-2018, 2016-2017, dan 2013-2014. Pada dua trofi Liga Champions perdana Real di abad ke-21, yakni edisi 1999-2000 dan 2001-2002, juga dibalut dengan performa apik untuk menaklukkan Bayern masing-masing di babak semifinal dan perempat final.

Sebaliknya, Bayern juga pernah merasakan gelar juara Liga Champions pada musim 1975-1976 dan 2000-2001 setelah mengalahkan Real di babak gugur. Bayern juga mampu menembus final seusai menyingkirkan Real pada edisi 1986-1987 dan 2011-2012, tetapi mereka kalah di partai puncak.

Tak heran, pertemuan ke-29 dan ke-30 yang bakal tersaji pada babak perempat final edisi 2025-2026 April ini layak dianggap sebagai duel final dini. Pemenang pertemuan antara dua tim klasik Eropa itu berpeluang besar menjadi tim terbaik Eropa di Arena Puskas, Budapest, Hongaria, 30 Mei.

Real akan lebih dulu menyambut sang rival di Stadion Bernabeu, Rabu (8/4/2026) pukul 02.00 WIB. Laga itu wajib dimaksimalkan oleh Kylian Mbappe dan kawan-kawan untuk mendapatkan bekal penting sebelum gim kedua di Jerman.

Real Madrid's Vinicius Junior celebrates after scoring his side's first goal the Spanish La Liga soccer match between Real Madrid and Atletico Madrid in Madrid, Spain, Sunday, March 22, 2026. (AP Photo/Manu Fernandez)

Pelatih Real Alvaro Arbeloa tentu ingin anak asuhannya mati-matian di Liga Champions. Trofi Si Kuping Besar adalah peluang terbaik mereka untuk terhindar dari nirgelar musim ini. Mereka terlihat sudah sulit mengejar selisih tujuh poin dari Barcelona di puncak Liga Spanyol.

Mental bertanding Real di Liga Champions pun sudah terasah berkat kemenangan agregat 5-1 atas Manchester City di babak 16 besar. Arbeloa menilai, menghadapi Bayern adalah ujian bagi kepantasan timnya menuju gelar Liga Champions ke-16.

”Jika kami ingin kembali menjadi juara Eropa, maka kami harus mampu mengalahkan tim-tim terbaik. Bayern saat ini tak diragukan adalah tim terbaik di Eropa dengan level dan gaya permainan mereka,” ucap Arbeloa, dilansir Marca, Senin (6/4/2026).

Real akan bermain tanpa kiper utama, Thibaut Courtois, yang menderita cedera paha. Andriy Lunin akan mengawal gawang Real sejak menit pertama. Kiper asal Ukraina itu sudah memahami ancaman lini serang Bayern ketika membantu Los Blancos menyingkirkan Bayern di semifinal 2023-2024.

Kabar positif dari kamp Real hadir seiring kondisi fit gelandang Jude Bellingham. Poros lini tengah yang diisi Bellingham, Arda Guler, dan Federico Valverde amat menentukan bagi pasokan bola ke duo penyerang, Kylian Mbappe dan Vinicius Junior.

Munich's Harry Kane, center, and Berlin's Livan Burcu, left, challenge for the ball during the German Bundesliga soccer match between FC Bayern Munich and 1. FC Union Berlin in Munich, Germany, Saturday, March 21, 2026 (Sven Hoppe/dpa via AP)

Memburu kesempurnaan

Bayern semakin matang bersama Vincent Kompany pada musim ini. Mereka mustahil dikejar dalam perburuan Liga Jerman berkat keunggulan sembilan poin atas Borussia Dortmund, tampil di semifinal Piala Jerman, serta menjadi salah satu tim terbaik di Liga Champions dengan raihan sembilan kemenangan dan sekali tumbang dari 10 gim.

Performa itu tercipta ketika badai cedera menghantam klub sehingga Kompany memberikan kesempatan debut kepada delapan pemain remaja, termasuk fenomena baru, Lennart Karl. Namun, menjelang melawan Real, Bayern sudah kembali diperkuat Jamal Musiala dan Alphonso Davies, yang lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan dibandingkan dengan di lapangan pada musim ini.

Bahkan, Kompany sudah menatap laga melawan Real sejak timnya berkumpul seusai menjalani laga internasional akhir Maret lalu. Ia mengistirahatkan Harry Kane pada gim Liga Jerman kontra Freiburg akhir pekan lalu. Dengan koleksi 10 gol di Liga Champions, Kane tidak menyembunyikan ambisi untuk meraih trofi Liga Champions pertamanya pada musim ini.

Meskipun mengakui kekuatan dan motivasi besar Real di Liga Champions, Kane menekankan Bayern tidak akan mengubah gaya permainan mereka. Ia optimistis identitas permainan kolektif Bayern bisa menghadirkan mimpi buruk bagi Real.

”Ini akan menjadi laga besar, dua tim terbesar Eropa bertarung di perempat final. Kami mempersiapkan laga seperti gim-gim sebelumnya. Kami mempelajari kekuatan dan kelemahan mereka demi mengeksploitasi mereka. Kami sudah memiliki pakem permainan yang tidak akan berubah,” tutur Kane seperti dikutip Kicker. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto