Real Madrid Vs Juventus, Kembalinya Naluri Masa Lalu Jude Bellingham

Real sempurna di Liga Champions usai atasi Juventus yang kehilangan gairah menyerang. Bellingham kembali dirasuki naluri masa lalunya sebagai pencetak gol andal.

23 Okt 2025 05:29 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

MADRID, KAMIS — Pada awal kedatangannya di Real Madrid, Jude Bellingham dikenal sebagai gelandang serang dengan naluri mencetak gol tinggi. Pamor itu perlahan meredup pada dua musim berikutnya.

Naluri mencetak gol Bellingham bukannya hilang permanen, melainkan hanya kembali di saat yang tepat. Naluri predator Bellingham di masa lalu kembali muncul saat membawa Real mengalahkan Juventus, 1-0, di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, dalam lanjutan Liga Champions Eropa, Kamis (23/10/2025) dini hari WIB.

Bellingham bisa dikatakan sebagai salah satu pembelian tersukses dalam sejarah transfer Real. Didatangkan dari Borussia Dortmund, pemain berpaspor Inggris itu mampu mengisi kekosongan pos penyerang Real sepeninggal Karim Benzema.

Adalah hal lazim bila seorang pesepak bola memerlukan waktu adaptasi pada musim pertamanya di klub baru. Namun, Bellingham langsung memancarkan sinarnya tanpa perlu waktu lama untuk beradaptasi.

Ia mengoleksi 23 gol dan 13 asis dalam 42 penampilan di seluruh kompetisi pada musim debutnya bersama ”Los Blancos”. Posisi Bellingham sebagai gelandang serang, yang berada lebih dekat dengan gawang lawan, memicu naluri mencetak gol terpendam seiring taktik Carlo Ancelotti memainkan skema penyerang palsu atau false nine.

Gelandang Real Madrid, Jude Bellingham, mencetak gol ke gawang Juventus pada laga Liga Champions di Madrid, Spanyol, Kamis (23/10/2025) dini hari WIB.

Hanya saja, kedatangan penyerang Perancis, Kylian Mbappe, pada musim kedua Bellingham di Real membuat naluri mencetak golnya perlahan memudar.

Pos penyerang yang kembali terisi mereduksi peran Bellingham. Dia tidak lagi berperan menjadi predator ulung di kotak penalti. Perannya seketika berubah menjadi penyuplai asis.

Terbukti, torehan gol Bellingham menurun menjadi 15 gol dalam 58 laga pada musim kedua. Di sisi lain, koleksi asisnya justru bertambah dari 13 menjadi 15.

Bellingham pun memulai musim ini dengan cukup lambat. Dalam 12 laga yang sudah dimainkan Real di seluruh kompetisi, belum sekalipun Bellingham mencetak gol.

Seretnya gol Bellingham di awal musim ini juga diperburuk dengan absennya ia dalam empat laga usai menjalani cedera bahu. Namun, naluri mencetak gol Bellingham bukannya hilang permanen, melainkan hanya kembali di saat yang tepat.

Bek Juventus, Lloyd Kelly, berebut bola dengan gelandang Real Madrid, Jude Bellingham, pada laga Liga Champions di Madrid, Spanyol, Kamis (23/10/2025) dini hari WIB.

Bellingham akhirnya mampu melesakkan gol perdananya musim ini. Momentumnya pun sangat tepat, di panggung megah Liga Champions melawan raksasa Italia, Juventus.

Gol Bellingham pada akhirnya menjadi penyelamat Real dari anomali. Los Blancos begitu dominan dari segi penguasaan bola dan jumlah tembakan tepat sasaran tetapi sulit mengoyak gawang Juve.

”Jude Bellingham dan Vinicius Junior menciptakan keajaiban untuk gol tersebut. Jude kembali ke performa terbaiknya, bermain sangat baik malam ini dan saya pikir kami layak mencetak satu gol lagi secara keseluruhan,” ujar kiper Real, Thibaut Courtois, usai laga.

Inisiatif aneh

Di sisi lain, Juve mengambil inisiatif aneh di laga ini. Setelah tidak pernah menang dalam enam laga beruntun, tim besutan Pelatih Igor Tudor semestinya tampil lebih berani di markas Real.

Namun, Tudor memilih pendekatan lebih konservatif. Ia menginstruksikan para pemainnya untuk lebih memprioritaskan pertahanan dengan harapan bisa mencuri minimal satu poin.

Bek Juventus, Federico Gatti, menghadang striker Real Madrid, Kylian Mbappe, pada laga Liga Champions di Madrid, Spanyol, Kamis (23/10/2025) dini hari WIB.

Juve yang biasanya bermain dengan sistem empat bek kali ini menggunakan tiga bek dalam formasi 3-4-2-1. Dalam posisi bertahan, dua pemain sayap Pierre Kalulu dan Andrea Cambiaso akan turun membentuk formasi lima bek sejajar.

Juve bertahan amat dalam. Mereka membiarkan para pemain Real leluasa menguasai bola di area sepertiga akhir pertahanan. Namun, jarak antarlini dijaga serapat mungkin untuk mencegah Real mencetak gol.

Hasilnya, Real mendominasi penguasaan bola hingga 66 persen dan mencatatkan 10 tembakan tepat sasaran. Ini sangat kontras dengan Juve yang pasif dengan lebih banyak membiarkan Real menekan.

Dari nilai passes per defensive action (PPDA), terlihat Juve tidak tampil menekan dengan membiarkan Real melepaskan rerata 15,8 operan per satu kali tekel. Operan Juve pun lebih banyak dilakukan di area permainan mereka sendiri, yakni sebanyak 157 operan dibandingkan di area Real dengan 97 operan.

Statistik itu membuktikan Tudor memang berniat bermain aman di laga ini. Taktik bertahan dengan sangat dalam dan menjaga kerapatan jarak antarlini sukses membuat Real terjebal dalam labirin kebuntuan.

Dalam situasi serba terbatas itu, Bellingham muncul sebagai pembeda. Gol pemecah kebuntuan berawal dari manuver Vinicius yang tetap bisa menembak dari dalam kotak penalti meski dikepung empat pemain Juve. Bola hasil sepakan Vinicius membentur tiang dan langsung disambar Bellingham.

Penyerang Juventus, Francisco Chico Conceicao, berebut bola dengan penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, pada laga Liga Champions di Madrid, Spanyol, Kamis (23/10/2025) dini hari WIB.

”Ini menyakitkan. Kami sudah menjalankan rencana kami. Saya rasa tim sudah tampil maksimal. Sulit (bermain) di Bernabeu melawan Madrid. Mereka menekan, kami kurang menguasai bola dibandingkan biasanya. Secara taktik, mungkin kami bisa sedikit meningkatkan kemampuan,” kata Tudor.

Cara Bellingham merespons bola liar hasil tembakan Vinicius semakin memperjelas naluri predatornya bukannya hilang, melainkan hanya muncul di saat yang dibutuhkan. Di saat bek Juve masih termangu dengan situasi kilat itu, Bellingham sudah menyadari peluang mencetak gol sepersekian detik lebih cepat dari lawannya.

”Saya pikir dia (Bellingham) pemain yang berada di posisi menengah. Dia punya keterampilan dan insting untuk berada di ujung lapangan yang strategis, tetapi dia juga pemain box to box. Dia salah satu pemain paling komplet di dunia,” kata Pelatih Real Xabi Alonso.

Kemenangan atas Juve menjaga kesempurnaan Real di Liga Champions. Los Blancos mengumpulkan sembilan poin dan kini termasuk satu dari lima tim papan atas klasemen yang sukses meraih tiga kemenangan dari tiga laga. Sementara itu, kekalahan ini kian membenamkan Juve di papan bawah klasemen dengan dua poin hasil dari dua kali imbang dan satu kali kalah. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan