Siasat Arsenal Hancurkan Atletico dalam 13 Menit

Hanya dalam 13 menit, Arsenal sukses meraih kemenangan 4-0 atas Atletico. Bola mati, momentum, dan perubahan strategi jadi kunci pesta gol tim asuhan Mikel Arteta.

22 Okt 2025 05:53 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

LONDON, SELASA — Jika kejadian dari menit ke-57 sampai ke-70 dihilangkan, Atletico Madrid mungkin bisa pulang dengan poin dari kandang Arsenal. Kenyataannya, tim tamu dipermalukan lewat kekalahan empat gol tanpa balas. Erupsi Arsenal di rentang 13 menit tersebut menjadi pembeda.

Hasil akhir laga babak grup Liga Champions di Stadion Emirates, London, Inggris, Rabu (22/10/2025) dini hari WIB, tidak sesuai prediksi. Dengan ketangguhan Arsenal dan Atletico dalam bertahan, duel itu diperkirakan sepi gol. Namun, laga justru menjadi berat sebelah dan banyak gol tercipta.

Atletico sebenarnya tampak baik-baik saja selama 56 menit awal. Tim asuhan Pelatih Diego Simeone itu terus ditekan, tetapi masih bisa menetralisasi serangan Arsenal. Sampai akhirnya, Arsenal membuka keunggulan lewat bek Gabriel Magalhaes pada menit ke-57. Tim tuan rumah mengamuk setelah itu.

”Itu tidak mudah. Kami merasa berada di permainan dan bisa membawa pulang poin. Lalu, jelang bagian akhir laga, tiba-tiba terdengar ’bam, bam, bam, bam’. Tiba-tiba laga selesai. Laga yang sangat sulit. Mereka adalah salah satu tim terbaik saat ini,” kata bek Atletico, David Hancko.

Arsenal menggandakan keunggulan lewat pemain sayap Gabriel Martinelli pada menit ke-64. Lalu, enam menit berikutnya, giliran striker Viktor Gyokeres yang menyudahi paceklik gol dengan sumbangan brace. Sepasang gol Gyokeres melengkapi kemenangan ”Si Meriam” 4-0.

Penyerang Arsenal Gabriel Martinelli (bawah) berupaya meloloskan diri dari pengawalan pemain Atletico Madrid Julian Alvarez dalam pertandingan Liga Champions di Stadion Emirates, London, Inggris, Rabu (22/10/2025) WIB.

Terdapat setidaknya tiga hal yang memicu erupsi Arsenal, yaitu senjata bola mati, momentum laga, dan perubahan strategi Manajer Mikel Arteta. Eksekusi bola mati Arsenal terkenal berbahaya di Liga Inggris, tetapi jarang terlihat di Liga Champions. Kali ini, senjata mematikan itu digunakan.

Atletico bukanlah tim terbaik ketika berhadapan dengan bola mati. Sekitar sebulan lalu, mereka baru saja kalah dari Liverpool akibat kecolongan gol lewat skema tendangan sudut. Kelemahan itu dieksploitasi Arsenal lewat kolaborasi umpan gelandang Declan Rice dan sundulan Gabriel.

Setelah tertinggal 0-1, Simeone mengubah taktik. Dia memasukkan tiga pemain sekaligus agar bisa tampil lebih ofensif, yaitu Conor Gallagher, Alex Baena, dan Matteo Ruggeri. Keputusan itu ternyata salah. ”Mereka lebih terbuka dan membuat kami lebih mudah menemukan ruang,” kata Arteta.

Perubahan strategi Arteta turut berperan. Di babak pertama, Arsenal sangat condong dengan serangan di sisi kanan lewat Bukayo Saka. Akibat kurang efektif dan sudah terbaca, arah serangan digeser ke sisi kiri. Martinelli pun menjadi titik vokal serangan Si Meriam seusai turun minum.

Alhasil, sepasang gol tambahan Arsenal diciptakan dari aksi di sisi kiri. Gol kedua bermula dari situasi transisi. Aksi dribel bek sayap Myles Lewis-Skelly di lini tengah berujung umpan terobosan ke Martinelli. Sementara itu, gol pertama Gyokeres diawali oleh umpan silang Martinelli dari sayap.

Dalam gol terakhir, Arsenal kembali memperlihatkan dominasi dalam skema bola mati. Setelah pertama dari tendangan bebas, kali ini dari tendangan sudut. Rice kembali menjadi pengumpan. Bedanya, Gabriel tidak langsung menyundul ke gawang, tetapi memberikan asis untuk Gyokeres.

Penyerang Arsenal Viktor Gyokeres (tengah) melakukan selebrasi gol di antara para pemain bertahan Atletico Madrid dalam pertandingan Liga Champions versus Atletico Madrid di Stadion Emirates, London, Inggris, Rabu (22/10/2025) WIB.

Simeone berkata, timnya kalah gigih dan kualitas. ”Sejak menit ke-60, mereka tim yang lebih baik. Saya bisa berkata bahwa mereka adalah tim terbaik yang kami hadapi musim ini. Mereka bersaing sangat baik, terus berlari dan berlari. Mereka punya kualitas sama baik di seisi lapangan,” tuturnya.

Bagi Arsenal, kemenangan telak itu sangat berarti. Selain mempertahankan rekor sempurna di Liga Champions, tiga menang dari tiga laga, mereka juga bisa melihat nama Gyokeres lagi di papan skor. Adapun penyerang tim nasional Swedia itu sempat paceklik gol dalam tujuh laga.

”Si Topeng”, julukan Gyokeres, terpilih menerima penghargaan pemain terbaik di laga tersebut. ”Sepasang gol saya sama hebatnya. Saya hanya mencoba untuk melakukan yang terbaik dan bekerja keras, berkontribusi dari hal-hal lain. Pada akhirnya gol akan datang cepat atau lambat,” katanya.

Bersama duet bek Gabriel dan William Saliba, Arsenal juga kembali mempertontonkan ketangguhan dalam bertahan. Mereka sudah tidak kemasukan selama 360 menit terakhir. Adapun Atletico hanya berhasil mencatat satu tembakan tepat sasaran di Stadion Emirates. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan