Realisasi Masih Minim, Jatim Salurkan Beras SPHP Lewat Sejumlah Kanal

Bulog berupaya memasifkan penyaluran melalui kepolisian dan kanal lain, seperti pedagang pasar tradisional, jaringan ritel modern, dan pemerintah daerah.

14 Agt 2025 18:18 WIB · Nasional

Oleh Runik Sri Astuti

SIDOARJO, KOMPAS — Penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP di Jawa Timur dinilai masih minim. Oleh karena itu, Bulog Jawa Timur berupaya memasifkan penyaluran melalui kepolisian dan kanal-kanal lain, seperti pedagang pasar tradisional, jaringan ritel modern, dan pemerintah daerah.

Penyaluran beras SPHP melalui kepolisian, misalnya, dilakukan dengan sejumlah strategi. Salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah yang digelar di Lapangan Parkir Timur Gedung Olahraga Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (14/8/2025).

Ratusan warga mengantre sejak pagi untuk membeli beras SPHP. Setiap orang memegang maksimal 2 kupon untuk ditukarkan dengan 2 kemasan beras masing-masing 5 kilogram (kg). Harga per kemasan Rp 60.000 atau Rp 12.000 per kg beras.

Kepala Bidang Humas Polda Jatim Komisaris Besar Jules Abraham Abast mengatakan, total beras SPHP yang disalurkan di wilayahnya mencapai lebih dari 825 ton. Penyaluran dilakukan di 38 titik lokasi, termasuk di kepolisian sektor (polsek).

”Penyaluran beras SPHP ini menjangkau 117.340 warga di berbagai titik penjualan. Adapun di Sidoarjo disiapkan 60 ton beras yang disalurkan secara statis ataupun delivery,” ujar Abast.

Warga membawa beras yang dibeli  saat kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM)  Polri dan Bulog di Kawasan GOR Sidoarjo, Kamis (14/8/2025). Polri bersama Perum Bulog resmi meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak untuk menstabilkan harga. Dalam Gerakan Pangan Murah di Jatim akan didistribusikan beras SPHP sebanyak 173.000 ton.Pendistribusian lewat pedagang pasar, ritel modern, dan melalui jaringan polsek-polsek. Harga beras SPHP di konsumen tidak boleh melebihi hpp beras mediaum Rp12.500/kg.

Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH)

Untuk penyaluran, Polda Jatim mengerahkan berbagai kendaraan, seperti sepeda motor, motor roda tiga, mobil dinas sabhara, serta pikap boks dan truk polisi. Gerai Beras juga dibuka di masing-masing kantor polsek.

Pada saat bersamaan, di GOR Sidoarjo juga digelar pasar murah untuk komoditas gula pasir dengan total 500 kg dan minyak goreng merek Minyakita sebanyak 480 liter. Harga yang ditawarkan Rp 16.000 per kg untuk gula dan Rp 15.000 per liter untuk migor.

Harga naik

Catur Andi, salah satu warga mengaku senang bisa membeli beras dengan harga murah. Saat ini harga beras di kios langganannya sudah naik dari Rp 75.000 per kemasan 5 kg menjadi Rp 85.000 per kg.

”Seminggu kebutuhan keluarga rata-rata 5 kg. Naiknya harga beras belakangan ini sangat memberatkan karena kebutuhan lain juga banyak, terutama kebutuhan sekolah anak-anak,” kata Catur.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, target penyaluran beras SPHP di wilayahnya mencapai 173.000 ton. Salah satu upaya mempercepat penyaluran adalah dengan bantuan kepolisian.

”Percepatan penyaluran beras SPHP ini untuk memudahkan masyarakat mengakses bahan pangan murah dan stabilisasi harga beras di pasar,” kata Emil.

Menurut dia, Pemprov Jatim berupaya menjaga stabilisasi harga beras untuk menjaga daya beli masyarakat. Di sisi lain, pihaknya menjaga agar harga gabah di tingkat petani tidak jatuh untuk menjaga kelangsungan lumbung pangan Jatim.

Anggota Bhabinkamtibmas bersiap dengan sepeda motornya untuk mendistribukan beras saat berlangsung  Gerakan Pangan Murah (GPM)  Polri dan Bulog di Kawasan GOR Sidoarjo, Kamis (14/8/2025). Polri bersama Perum Bulog resmi meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak untuk menstabilkan harga. Dalam Gerakan Pangan Murah di Jatim akan didistribusikan beras SPHP sebanyak 173.000 ton.Pendistribusian lewat pedagang pasar, ritel modern, dan melalui jaringan polsek-polsek. Harga beras SPHP di konsumen tidak boleh melebihi hpp beras mediaum Rp12.500/kg.

Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH)

Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim, harga rata-rata beras premium Rp 15.078 per kg, sedangkan harga rata-rata beras medium Rp 12.923 per kg. Harga beras medium tertinggi terpantau di Sidoarjo dan Lamongan, yakni Rp 14.000 per kg, sementara terendah di Bangkalan Rp 11.500 per kg.

Adapun harga beras premium tertinggi tercatat di Sidoarjo, Pacitan, dan Bojonegoro, yakni Rp 16.000 per kg, sementara harga terendah tercatat di Bangkalan Rp 14.000 per kg.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur Langgeng Wisnu Adi Nugroho mengatakan, Gerakan Pangan Murah yang dilakukan secara masif oleh seluruh jajaran kepolisian membantu mendongkrak penyaluran beras SPHP.  Pihaknya mengakui realisasi penyaluran beras SPHP saat ini masih minim.

“Realisasi penyaluran beras SPHP saat ini diangka 3.662 ton atau sekitar 2,6 persen. Memang realisasinya masih kecil, makanya kami sekarang memasifkan penyaluran dengan bantuan kepolisian dan TNI (Tentara Nasional Indonesia),” ujar Langgeng.

Perkembangan dan proyeksi produksi beras nasional pada 2023 hingga September 2025.

Selain itu, Bulog juga memasifkan penyaluran beras SPHP melalui pemerintah daerah di 38 kabupaten dan kota di Jatim. Saat bersamaan, pihaknya mendorong penyaluran melalui pedagang di pasar tradisional dan jaringan ritel modern.

Langgeng Wisnu mengatakan, harga beras SPHP dari gudang Bulog Rp 11.000 per kg. Beras SPHP ini boleh dijual oleh pihak-pihak yang menjadi kanal penyaluran beras dengan harga maksimal Rp 12.500 per kg kepada konsumen.

Selain itu, pemerintah daerah juga bisa mengintervensi harga penjualan beras SPHP di wilayah masing-masing melalui program subsidi. Salah satunya, di Madiun harga beras SPHP hanya dijual Rp 11.000 per kg karena ada subsidi dari pemda.

Langgeng menambahkan, total stok beras perum Bulog Kanwil Jatim saat ini mencapai 996.000 ton atau hampir 1 juta ton. Stok beras itu akan terus meningkat karena Bulog akan kembali menyerap gabah petani seiring datangnya masa panen raya musim gadu atau musim tanam kemarau 2025.


Kerabat Kerja

Penulis:

Runik Sri Astuti
 | 

Editor:

Mukhamad Kurniawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari