Iga Swiatek memenangi babak pertama turnamen Perancis Terbuka. Dia mengalahkan Emerson Jones, debutan dalam turnamen berusia 17 tahun.
26 Mei 2026 07:02 WIB · Olahraga
AP Photo/Thibault Camus
ROLAND GARROS, SENIN — Petenis putri, Iga Swiatek, mengalahkan petenis remaja yang menjalani debutan dalam turnamen Perancis Terbuka 2026, Emerson Jones. Dari petenis Australia berusia 17 tahun itu, Swiatek melihat dirinya bertahun-tahun lalu.
Swiatek mendapatkan jadwal pertandingan babak pertama di Lapangan Philippe Chatrier, Roland Garros, Paris, Senin (25/5/2026). Maka, Jones pun beruntung mendapat kesempatan menjalani debut di lapangan utama di Roland Garros tersebut.
Dia beruntung bisa bertemu Swiatek sebagai empat kali juara Perancis Terbuka meski akhirnya kalah dengan skor 1-6, 2-6 dalam pertandingan selama satu jam.
Tak ada kendala berat bagi Swiatek, termasuk saat bermain dalam cuaca panas dengan suhu sekitar 32 derajat celsius. Satu-satunya masalah pada pertandingan yang hampir tanpa penonton itu adalah lecet pada jari tangan kanan hingga dia mendapatkan perawatan kecil dari tim medis.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/26/5016facbb07e64890bf68ed1b7d7859b-wires_photo_5_.jpg)
”Saya sangat senang bisa kembali ke lapangan ini. Pertandingan pertama adalah tentang beradaptasi dengan kondisi dan bola yang digunakan untuk menentukan taktik yang tepat,” kata Swiatek.
Menghadapi Jones, petenis ranking ke-136 dunia yang baru merasakan persaingan Grand Slam pada 2025, Swiatek teringat akan dirinya. Dia menjalani debut pada semua Grand Slam pada 2019 lalu mendapat gelar pertama dari Perancis Terbuka 2020.
”Saya seperti kembali pada tahun 2019. Bermain di Grand Slam belum lama setelah bersaing pada kategori yunior. Saya sudah tahu atmosfer turnamennya dari pengalaman saat yunior, tetapi dengan permainan berbeda pada level profesional,” kata Swiatek dalam laman resmi turnamen itu.
Saat debut di Perancis Terbuka dan Grand Slam lainnya, Swiatek tak punya beban dan bermain dengan tekad mendapat hasil sebaik mungkin. Dia mencapai babak keempat.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/26/21eac1303f7de6cbbeae3b0b3a22413d-wires_photo.jpg)
”Pada tahun berikutnya, dengan pengalaman yang sudah didapat, saya berharap melangkah lebih jauh dan saya mulai merasa cocok bermain di sini,” ujar Swiatek yang juara pada 2020 dengan status sebagai non-unggulan.
Ketika tiba di Roland Garros untuk kedelapan kali pada 2026, Swiatek berstatus empat kali juara Perancis Terbuka, tiga di antaranya didapat beruntun pada 2022-2024. Namun, 26 kemenangan beruntunnya dihentikan Aryna Sabalenka pada semifinal 2025.
Swiatek bekerja sama dengan mantan pelatih Rafael Nadal.
Swiatek mengatakan, jumlah lebih dari satu gelar juara membuatnya menjadi sorotan dan ini mendatangkan tekanan lebih besar.
”Banyak yang berekspektasi bahwa saya harus bermain dengan sempurna. Saya harus menghadapinya dengan rendah hati dan tak boleh menganggap enteng sejak pertandingan pertama,” kata petenis dengan enam gelar juara Grand Slam ini.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/26/5324e4c7beaed8e3761b9b97f45205c9-wires_photo_4_.jpg)
Tanpa gelar juara, termasuk dari lapangan tanah liat pada tahun ini, sebelum bermain di Perancis Terbuka, Swiatek bekerja sama dengan mantan pelatih Rafael Nadal, Francisco Roig. Swiatek bahkan berlatih di Akademi Rafa Nadal, Spanyol, pada April lalu.
Pada pertandingan lain di hari kedua turnamen, juara Australia Terbuka, Elena Rybakina, mengalahkan Veronika Erjavec dengan skor 6-2, 6-2. Sementara lima kali perempat finalis Perancis Terbuka, Elina Svitolina, berhasil melarikan diri dari kekalahan pada babak pertama saat berhadapan dengan Anna Bondar.
Petenis unggulan ketujuh tersebut tertinggal 1-3 pada set ketiga sebelum akhirnya menang 3-6, 6-1, 7-6 (10-3).
”Pertandingan tadi, mungkin, menjadi salah satu dari tiga penampilan terbaik saya. Saya tak ingat kapan terakhir kali bermain seperti tadi, bukan hanya karena hasil, melainkan karena saya bisa mengatasi kesulitan. Pertandingan tadi sangat sulit. Anna adalah lawan tangguh dan pertandingan tadi berlangsung dalam cuaca panas,” tutur Svitolina.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/26/3e20e748e51a0a7850a657a1f33006bd-wires_photo_1_.jpg)
Svitolina bertanding di Roland Garros dengan kepercayaan diri tinggi setelah menjuarai salah satu turnamen pemanasan Perancis Terbuka, WTA 1000 Roma. Di sana, Svitolina mengalahkan pesaing-pesaing tangguh seperti Swiatek dan Rybakina.
”Setelah kehilangan set pertama, saya coba membangkitkan rasa percaya diri dari momen Roma. Saya tetap berjuang dan berusaha menaikkan level permainan dan pada akhirnya berhasil,” kata petenis ranking ketujuh dunia tersebut.
Ketika Svitolina melanjutkan langkah ke babak kedua, suaminya, Gael Monfils, pada akhirnya menjalani laga perpisahan di Perancis Terbuka. Monfils sempat membuka harapan lolos ke babak kedua ketika memenangi set ketiga dan keempat setelah kehilangan dua set awal.
Namun, tubuhnya yang berusia 39 tahun tak mampu bertahan hingga dia kalah dari sesama petenis Perancis, Hugo Gaston, 2-6, 3-6, 6-3, 6-2, 0-6.
Monfils menjalani debut di Perancis Terbuka pada 2004 dan turnamen pada tahun ini menjadi yang ke-20 baginya. Hasil terbaiknya hanya satu kali semifinal pada 2008, tetapi Monfils selalu memikat penonton. Selain karena petenis tuan rumah, dia adalah petenis ekspresif yang selalu menarik perhatian penggemar tenis.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/26/fd8a6b78474188e8d6ca1937471e31ef-French_Open_Tennis.jpeg)
Juara tunggal putra 2015, Stan Wawrinka, juga mengucap perpisahan pada penonton di Roland Garros. Dalam usia 41 tahun, Wawrinka tampil untuk ke-22 kali sejak pertama kali tampil pada 2004, tetapi dia kalah dari Jesper de Jong, 3-6, 6-3, 3-6, 4-6.
Setelah pertandingan, Wawrinka mendapatkan pesan dari petenis lain melalui tayangan video, seperti dari Roger Federer, Rafael Nadal, Novak Djokovic, hingga petenis era gen Z, Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz.
”Saya terkesan dengan pencapaianmu,” kata Federer.
”Nikmati momenmu. Saya dan banyak petenis lain terinspirasi olehmu. Saya terhormat disebut sebagai temanmu,” ujar Djokovic.
Bermain di arena profesional sejak 2002, Wawrinka menjadi salah satu dari sedikit petenis yang bisa menyulitkan ”Big Three”, Federer, Nadal, dan Djokovic. Dia memiliki tiga gelar dari arena Grand Slam, yaitu Australia Terbuka 2014, Perancis Terbuka 2015, dan AS Terbuka 2016. (AP/AFP)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan