Rehan/Gloria: Berjuang untuk Indonesia

Di antara anggota tim Indonesia untuk Piala Sudirman, terdapat nama Rehan/Gloria. Mereka bertekad membayar kepercayaan itu dengan tampil maksimal.

16 Apr 2025 19:20 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

JAKARTA, KOMPAS – Rehan Naufal Kusharjanto menjadi bagian dari tim Indonesia untuk kejuaraan bulu tangkis Piala Sudirman di saat tak lagi menjadi anggota pelatnas. Bersama partnernya, Gloria Emanuelle Widjaja, Rehan akan menjalankan tanggung jawab dengan sebaik mungkin.

”Pastinya senang dan bangga bisa masuk tim Piala Sudirman, apalagi ini untuk pertama kalinya bagi saya,” kata Rehan.

Putra dari mantan pebulu tangkis Tri Kusharjanto tersebut mengungkapkan hal itu seusai berlatih di Pelatnas Bulu Tangkis Cipayung, Jakarta, Rabu (16/4/2025). Dia, Gloria, dan pelatih mereka di PB Djarum, Vita Marissa, berlatih di Cipayung sejak sehari sebelumnya.

Rehan/Gloria menjadi bagian dari 20 atlet tim ”Merah Putih” yang akan bersaing di Xiamen, China, pada 27 April hingga 4 Mei. Mereka akan bertanding dalam kejuaraan beregu campuran yang mempertandingkan tunggal putra-putri, ganda putra-putri, dan ganda campuran pada setiap pertemuan di antara dua tim itu.

Piala Sudirman, kejuaraan dua tahunan yang pertama kalinya diselenggarakan di Jakarta pada 1989, akan diikuti 16 tim yang dibagi dalam empat grup pada fase penyisihan dengan format round robin. Dua tim teratas dari setiap grup berhak lolos ke perempat final. Indonesia berada di Grup D bersama Denmark, India, dan Inggris.

Rehan/Gloria babak kedua All England, Birmingham, Kamis (13/3/2025).

Menghadapi persaingan berat sejak penyisihan grup, Indonesia diperkuat pemain senior yang dilengkapi atlet muda untuk target regenerasi. Berdasarkan kebutuhan itu, Rehan/Gloria dimasukkan dalam tim bersama Rinov Rivaldy, Dejan Ferdinansyah, Pitha Haningtyas Mentari, dan Siti Fadia Silva Ramadhanti di ganda campuran. Fadia juga disiapkan untuk bermain ganda putri bersama Lanny Tria Mayasari.

Rehan belum pernah tampil dalam kejuaraan beregu level dunia seperti Piala Sudirman, kecuali pada level yunior. Kejuaraan beregu pada level senior yang pernah diikuti adalah Kejuaraan Asia Beregu Campuran 2023 saat Rehan berpasangan dengan Lisa Ayu Kusumawati.

Meski demikian, Rehan/Gloria berperforma cukup baik selama empat bulan berpasangan sejak Rehan tak dipanggil PP PBSI untuk menjadi anggota pelatnas pada 2025. Rehan/Gloria sudah bermain dalam lima turnamen, empat di antaranya dalam Tur Eropa selama empat pekan beruntun sejak akhir Februari.

Dalam rangkaian turnamen di Eropa pada level yang berbeda, Rehan/Gloria mencapai final Jerman Terbuka dan Orleans Masters Super 300, lalu bertahan hingga perempat final All England Super 1000. Sebelum kalah di perempat final, mereka mengalahkan dua pasangan peringkat sepuluh besar dunia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (Malaysia) dan Jesper Toft/Amelie Magelund (Denmark).

Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja menjadi runner up turnamen bulu tangkis Orleans Masters di Perancis, 4-9 Maret.

Perjalanan panjang di Eropa itu ditutup dengan gelar juara Polandia Terbuka. Meski ”hanya” juara pada level International Challenge (di bawah struktur BWF World Tour), Rehan/Gloria membutuhkan poin ranking dari turnamen tersebut agar bisa mewujudkan target mendapat poin sebanyak mungkin pada awal berpasangan.

Seperti dikatakan Gloria, dia tak menduga bisa mendapat hasil yang lebih baik dari ekspektasi bersama Rehan pada turnamen-turnamen awal. ”Dan, ternyata penampilan di Eropa menjadi penilaian untuk menentukan tim Piala Sudirman. Kami senang mendapat kesempatan ini,” kata atlet yang juga pernah menjadi anggota pelatnas itu.

Berdasarkan pengalamannya tampil dalam berbagai kejuaraan beregu, Gloria dimungkinkan berpasangan dengan pemain lain, selain Rehan. Pada Piala Sudirman 2023 di Suzhou, China, misalnya, atlet berusia 31 tahun itu bermain dua kali, yaitu bersama Rinov dan Dejan. Seperti bersama Rehan saat ini, status Dejan/Gloria adalah atlet yang berlatih di luar pelatnas.

Selain bertekad tampil sebaik mungkin jika dipercaya bermain, bentuk lain tanggung jawab Rehan/Gloria sebagai anggota tim adalah berlatih di pelatnas. Selain berlatih tanding, Rehan, Gloria, dan atlet ganda campuran tim Piala Sudirman menjalani latihan drilling bersama Vita. Dalam latihan ini, Vita mengasah kemampuan atlet satu per satu dalam berbagai pukulan dalam tempo yang cepat dan berulang-ulang.

Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja kalah dalam final turnamen Orleans Masters di Perancis, Minggu (9/3/2025). Setelah ini, mereka akan bertanding di All England.

”Tidak menduga juga bisa latihan lagi di sini. Ini demi tim Indonesia karena Piala Sudirman adalah kejuaraan beregu. Apalagi, di sini banyak teman latih tanding yang bagus,” kata Rehan yang menjadikan perjalanannya pada 2025 ini sebagai pembuktian pada diri sendiri setelah dikeluarkan dari pelatnas.

Atlet sektor lain juga berusaha memanfaatkan waktu sekitar sepekan untuk latihan di pelatnas setelah bertanding dalam Kejuaraan Asia di Ningbo, China, 8-13 April. Atlet ganda putri dilatih Karel Mainaky yang pindah dari Jepang pada bulan ini. Karel memimpin latihan Fadia dan kawan-kawan bersama asistennya, Nitya Krishinda Maheswari.

Sementara Jonatan Christie dan kawan-kawan mulai latihan bersama Indra Widjaja yang digeser dari pelatnas pratama tunggal putri. Indra melatih tunggal putra karena Mulyo Handoyo, yang sebelumnya menjadi pelatih kepala semua nomor dan tunggal putra, saat ini hanya konsentrasi sebagai pelatih kepala.

 Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja berlatih di Birmingham, Senin (10/3/2025).

 

Pengalaman dalam kejuaraan beregu

Rehan:

-       Kejuaraan Asia Beregu Campuran 2023 (bermain bersama Lisa Ayu Kusumawati)

-       Kejuaraan Dunia Yunior Beregu 2017 dan 2018

-       Kejuaraan Asia Yunior 2017 dan 2018

 

Gloria:

-       Piala Sudirman 2023,  bermain bersama Dejan dan Rinov

-       Piala Sudirman 2019 (Hafiz Faisal)

-       Piala Sudirman 2017 (Tontowi Ahmad)

-       BAMTC 2017 (Edi Subaktiar)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul