Rekor Cemerlang Jonatan Bukan Jaminan

Rekor pertemuan bisa jadi hanya catatan di atas kertas. Itu dibuktikan Jonatan Christie yang susah payah melaju ke babak kedua China Masters 2024.

19 Nov 2024 15:32 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

SHENZHEN, SELASA — Rekor sapu bersih kemenangan pada pertemuan-pertemuan sebelumnya tak menjadi jaminan Jonatan Christie menang mudah atas tunggal putra Singapura, Loh Kean Yew. Jonatan justru harus menempuh laga yang ketat demi mencapai babak kedua China Masters Super 750.

Tunggal putra nomor satu Indonesia itu harus melakoni tiga gim untuk memastikan kemenangan 21-17, 19-21, 21-11 atas Loh Kean Yew pada pertandingan di Shenzhen, China, Selasa (19/11/2024). Rekor kemenangan dalam tujuh pertemuan sebelumnya seolah hanya menjadi catatan di atas kertas.

Jonatan dan Loh Kean Yew telah bertemu sejak 2013 di turnamen Prim-A Indonesia International Challenge. Sejak saat itu, Jonatan tidak pernah kalah, termasuk di babak grup Olimpiade Tokyo 2020 dan pertemuan terakhir di semifinal Perancis Terbuka 2023.

Di Olimpiade Tokyo 2020, Jonatan juga harus menempuh tiga gim untuk meraih kemenangan 22-20, 13-21, 21-18. Sementara di Perancis Terbuka, pebulu tangkis peringkat ke-6 dunia ini menang dua gim langsung, 21-18, 21-13, atas penghuni posisi ke-14 dunia tersebut.

Namun, di China Masters 2024, Jonatan tak terlihat dominan seperti rekornya, terutama pada gim kedua. Juara All England 2024 ini selalu tertinggal sampai setelah interval unggul pertama kalinya dalam kedudukan 12-11.

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, bertanding melawan tunggal putra Singapura, Loh Kean Yew pada babak pertama China Masters 2024 di Shenzhen, China, Selasa (19/11/2024). Jonatan menang 21-17, 19-21, 21-11.

Harapan Jonatan untuk menuntaskan laga dalam dua gim muncul ketika dia bisa meraih empat poin beruntun untuk memimpin 19-16. Unggulan keenam turnamen ini menunjukkan kecermatannya dalam melihat kok Loh Kean Yew yang keluar. Selain itu, pengembalian lawan yang tidak sempurna turut berbuah poin bagi Jonatan.

Namun, kondisi ini gagal dimanfaatkan Jonatan untuk memenangi pertandingan lebih cepat. Pebulu tangkis 27 tahun ini justru melakukan kesalahan beruntun, terutama saat permainan net. Kesalahan ini membuat Loh Kean Yew meraup total lima poin untuk menyamakan kedudukan, unggul, dan akhirnya menyelesaikan gim kedua dengan kemenangan.

Meski bersyukur karena akhirnya bisa menang setelah mengatasi tantangan gim ketiga, Jonatan menyadari masih ada yang mengganjal dalam penampilannya. Menurut Jonatan, adaptasi dengan kondisi di China Masters 2024 belum maksimal.

”Hari ini masih kesulitan mengontrol shuttlecock dan suasana di lapangan. Beberapa kali masih cari feeling-nya,” kata Jonatan.

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, bertanding melawan tunggal putra Singapura, Loh Kean Yew pada babak pertama China Masters 2024 di Shenzhen, China, Selasa (19/11/2024). Jonatan menang 21-17, 19-21, 21-11.
Quote

Suatu kebanggaan bisa berbagi lapangan dengan legenda seperti Hendra/Ahsan.

Jonatan menambahkan, kunci kemenangan pada gim penentu adalah tekad untuk tidak mengulang kejadian di Kumamoto Masters, Sabtu lalu. Saat itu, dia disingkirkan pemain Malaysia, Leong Jun Hao, pada babak semifinal setelah unggul 17-10 pada gim ketiga.

Dalam kondisi Jonatan yang unggul itu, kebugaran Leong juga menurun. Namun, Jonatan justru bermain lebih pasif, alih-alih melakukan spekulasi dengan mempercepat tempo permainan untuk menyerang.

”Jadi, semaksimal mungkin untuk lebih fokus poin per poinnya. Ketika unggul tetap menekan, tidak menurunkan tempo,” ucap Jonatan.

Pada babak kedua, Jonatan akan bertemu Lu Guang Zhu (China) yang mengalahkan Yushi Tanaka (Jepang). Dalam dua pertemuan terakhir tahun ini, di Indonesia Masters dan Denmark Terbuka, Jonatan selalu kalah dalam laga yang berlangsung tiga gim.

Putuskan masa depan

Pada sektor ganda putra, dua pasangan Indonesia harus saling berhadapan sejak babak pertama. Mereka adalah Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani. Ahsan/Hendra terpaksa harus mengakui keunggulan yuniornya dengan skor 16-21, 17-21.

Hendra mengatakan, China Masters 2024 akan menjadi turnamen terakhir mereka tahun ini. Hendra, yang juga berterima kasih kepada para pendukungnya, menuturkan bahwa mereka akan istirahat lebih dahulu selepas China Masters.

Pasangan ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan bertanding melawan yunior mereka, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, pada babak pertama China Masters 2024 di Shenzhen, China, Selasa (19/11/2024). Ahsan/Hendra terpaksa harus mengakui keunggulan yuniornya dengan skor 16-21, 17-21.

Sejak target lolos Olimpiade kandas, pasangan ini memang masih memutuskan bermain hingga akhir tahun. Juni lalu, Hendra mengatakan, salah satu alasannya ialah mereka punya target masuk peringkat 10 besar dunia lagi. Pasangan ini kini menempati posisi ke-31 dunia.

”Kami sudah memutuskan ke depannya akan seperti apa, tapi tinggal tunggu nanti. Kami mau bertemu dulu dan diskusi dengan pelatih dan pengurus,” tutur Ahsan.

Adapun Sabar menyayangkan pertemuan dengan ”The Daddies” terwujud pada babak awal turnamen. Meski demikian, Sabar juga bersyukur karena bisa menang dan berhadapan dengan senior mereka.

”Kami bersyukur bisa bertemu mereka di akhir-akhir mereka tampil di level internasional. Suatu kebanggaan bisa berbagi lapangan dengan legenda seperti Hendra/Ahsan,” ujarnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata